<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Restorasi Besakih &#8211; Balipustakanews</title>
	<atom:link href="https://balipustakanews.com/tag/restorasi-besakih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://balipustakanews.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2026 03:05:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.24</generator>

<image>
	<url>https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-favicon-balipustakanews-32x32.png</url>
	<title>Restorasi Besakih &#8211; Balipustakanews</title>
	<link>https://balipustakanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tuntaskan Penataan Fasilitas Publik, Gubernur Koster Kini Fokus Restorasi Parahyangan Besakih</title>
		<link>https://balipustakanews.com/tuntaskan-penataan-fasilitas-publik-gubernur-koster-kini-fokus-restorasi-parahyangan-besakih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 03:05:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Karangasem]]></category>
		<category><![CDATA[Kawasan Pura Besakih]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Kawasan Suci Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pura Agung Besakih]]></category>
		<category><![CDATA[Restorasi Besakih]]></category>
		<category><![CDATA[Wayan Koster]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://balipustakanews.com/?p=30220</guid>

					<description><![CDATA[<p>𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 &#8211; Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penataan Kawasan Pura Agung Besakih secara menyeluruh. Setelah dinilai sukses menata tata kelola kawasan dan mendisiplinkan pengunjung pada tahap pertama, fokus kini beralih pada restorasi total area Parahyangan. Gubernur Koster menekankan bahwa Pura Agung Besakih bukanlah sekadar objek wisata, melainkan pusat spiritual umat Hindu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/tuntaskan-penataan-fasilitas-publik-gubernur-koster-kini-fokus-restorasi-parahyangan-besakih/">Tuntaskan Penataan Fasilitas Publik, Gubernur Koster Kini Fokus Restorasi Parahyangan Besakih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 &#8211; Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penataan Kawasan Pura Agung Besakih secara menyeluruh. Setelah dinilai sukses menata tata kelola kawasan dan mendisiplinkan pengunjung pada tahap pertama, fokus kini beralih pada restorasi total area Parahyangan.</p>
<p>Gubernur Koster menekankan bahwa Pura Agung Besakih bukanlah sekadar objek wisata, melainkan pusat spiritual umat Hindu sekaligus simbol kesucian dan martabat Bali yang harus dijaga lintas generasi.</p>
<p>“Besakih ini bukan kawasan pariwisata biasa. Ini kawasan suci untuk menghaturkan terima kasih dan memohon berkah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Yang harus diubah adalah mindset bahwa Besakih bukan objek wisata semata, tetapi pusat spiritual yang harus dijaga kesuciannya,” tegas Gubernur Koster di kawasan Pura Agung Besakih, Karangasem, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>𝗞𝗲𝗯𝗲𝗿𝗵𝗮𝘀𝗶𝗹𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗵𝗮𝗽 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮</p>
<p>Menurut Gubernur Koster, penataan tahap pertama yang berfokus pada area parkir, kebersihan, dan ketertiban masyarakat telah rampung dan membuahkan hasil. Ia mencatat adanya perubahan perilaku yang signifikan dari warga yang tangkil, seperti parkir yang lebih rapi, pengelolaan sampah mandiri oleh pengunjung, dan penurunan penggunaan plastik sekali pakai.</p>
<p>Beliau mengaku rutin memantau kondisi ini melalui CCTV yang terhubung langsung ke rumah jabatannya. Ia pun meminta Badan Pengelola untuk mempertahankan profesionalitas layaknya pusat perbelanjaan modern yang bersih dan rapi, namun tetap berakar pada spirit ngayah.</p>
<p>Menariknya, Badan Pengelola Kawasan Besakih kini telah mampu mandiri secara finansial. Mereka berhasil membiayai operasional kawasan sebesar Rp 3,2 miliar tanpa lagi bergantung pada kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p>
<p>𝗥𝗲𝘀𝘁𝗼𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗧𝗮𝗵𝗮𝗽 𝗞𝗲𝗱𝘂𝗮: 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗴𝗮 𝗣𝗮𝗸𝗲𝗺 𝗟𝗲𝗹𝘂𝗵𝘂𝗿</p>
<p>Memasuki tahap kedua, Pemprov Bali segera memulai restorasi terhadap 26 pelinggih yang kondisinya memprihatinkan karena rusak, lapuk, reyot, hingga berjamur. Gubernur Koster menilai kondisi tersebut sangat tidak pantas untuk pura terbesar di Bali.</p>
<p>“Ini tempat memohon kerahayuan. Masa pelinggihnya lapuk, reyot, dan jamuran? Kalau manusia tinggal di rumah bocor tentu tidak nyaman, apalagi ini rumah Ida Bhatara tempat umat memohon segala berkah,” ujarnya.</p>
<p>Pemprov Bali mengambil alih tanggung jawab penuh atas Parahyangan Utama. Sebanyak tujuh pelinggih telah selesai direstorasi, sementara 23 lainnya akan dilanjutkan tahun ini dengan total anggaran Rp 203 miliar. Groundbreaking rencananya akan dilakukan pada 1 Mei mendatang bertepatan dengan Hari Purnama, dan ditargetkan rampung pada Desember 2026 setelah rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) usai. Jika ada pedharman yang tidak mampu melakukan perbaikan, pemerintah siap membantu melalui APBD.</p>
<p>Gubernur Koster memberikan catatan tegas bahwa seluruh restorasi wajib mematuhi pakem warisan leluhur. Material yang digunakan harus berkualitas terbaik, dan jenis ukiran wajib disesuaikan dengan ciri khas masing-masing pelinggih. Ia melarang keras renovasi yang didasarkan pada selera pribadi penyumbang demi menjaga keharmonisan arsitektur tempat suci.</p>
<p>𝗧𝗮𝗵𝗮𝗽 𝗞𝗲𝘁𝗶𝗴𝗮: 𝗣𝗲𝗿𝗹𝘂𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗔𝗸𝘀𝗲𝘀 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗥𝗮𝘆𝗮</p>
<p>Tidak berhenti pada bangunan suci, penataan Tahap III akan menyasar infrastruktur jalan. Mulai tahun 2027, jalur akses dari Buleleng, Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, dan Klungkung menuju Besakih akan diperlebar untuk mengurai kemacetan.</p>
<p>“Jangan sampai orang mau sembahyang malah mengumpat di jalan karena macet. Harus tenang dari rumah sampai tiba di Besakih supaya bisa khusyuk,” kata Gubernur Koster.</p>
<p>Proyek infrastruktur ini akan menggunakan skema pembiayaan kolaboratif dari APBD kabupaten/kota yang memiliki kapasitas fiskal kuat dari sektor pariwisata, seperti Badung, Denpasar, dan Gianyar.<br />
Ke depan, Gubernur Koster berharap kesuksesan penataan Pura Agung Besakih dapat direplikasi di pura-pura besar lainnya di Bali, seperti Pura Ulun Danu Batur.</p>
<p>“Kalau sukses di Besakih, berikutnya Batur. Kalau bisa seluruh pura di Bali dipolakan penataannya agar berjalan baik. Karena menjaga pura berarti menjaga peradaban Bali itu sendiri,” tutupnya (aa).</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/tuntaskan-penataan-fasilitas-publik-gubernur-koster-kini-fokus-restorasi-parahyangan-besakih/">Tuntaskan Penataan Fasilitas Publik, Gubernur Koster Kini Fokus Restorasi Parahyangan Besakih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
