<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penanaman mangrove &#8211; Balipustakanews</title>
	<atom:link href="https://balipustakanews.com/tag/penanaman-mangrove/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://balipustakanews.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jul 2026 09:31:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.24</generator>

<image>
	<url>https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-favicon-balipustakanews-32x32.png</url>
	<title>penanaman mangrove &#8211; Balipustakanews</title>
	<link>https://balipustakanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemprov Bali Siapkan Gerakan Rutin Tanam Mangrove untuk Lindungi Pesisir</title>
		<link>https://balipustakanews.com/pemprov-bali-siapkan-gerakan-rutin-tanam-mangrove-untuk-lindungi-pesisir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 09:31:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Ekowisata Batu Lumbang]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Mangrove Sedunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Lingkungan Bali]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Tahura Ngurah Rai]]></category>
		<category><![CDATA[Wayan Koster]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://balipustakanews.com/?p=31262</guid>

					<description><![CDATA[<p>𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong pelaksanaan gerakan penanaman mangrove secara rutin setiap bulan untuk memperluas kawasan hutan mangrove dan memperkuat perlindungan ekosistem pesisir Bali. Gerakan tersebut akan melibatkan pelajar, pelaku usaha, komunitas lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat. Komitmen itu disampaikan Koster ketika menghadiri peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di kawasan Ekowisata Batu Lumbang, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/pemprov-bali-siapkan-gerakan-rutin-tanam-mangrove-untuk-lindungi-pesisir/">Pemprov Bali Siapkan Gerakan Rutin Tanam Mangrove untuk Lindungi Pesisir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong pelaksanaan gerakan penanaman mangrove secara rutin setiap bulan untuk memperluas kawasan hutan mangrove dan memperkuat perlindungan ekosistem pesisir Bali.</p>
<p>Gerakan tersebut akan melibatkan pelajar, pelaku usaha, komunitas lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat.</p>
<p>Komitmen itu disampaikan Koster ketika menghadiri peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di kawasan Ekowisata Batu Lumbang, Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (26/7/2026).</p>
<p>Kegiatan bertema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut menjadi bagian dari aksi penanaman mangrove serentak di sejumlah wilayah Indonesia.</p>
<p>Menurut Koster, perluasan kawasan mangrove sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, terutama dalam meningkatkan kawasan dan tutupan hutan guna menjaga keseimbangan alam Bali.</p>
<p>“Saat ini di Bali terdapat lebih dari 3.000 hektare mangrove yang tersebar di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Jembrana, Klungkung, dan Buleleng,” kata Koster.</p>
<p>Ia menegaskan, penanaman mangrove tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia. Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkannya menjadi gerakan berkelanjutan.</p>
<p>“Setiap bulan kita membuat gerakan penanaman mangrove dengan melibatkan anak-anak sekolah. Gerakan ini juga akan terus dilanjutkan bersama para pelaku usaha maupun pihak lainnya,” ujarnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Batu Lumbang. Penanaman melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga.</p>
<p>Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, mangrove memiliki fungsi strategis sebagai pelindung kawasan pesisir sekaligus sumber penghidupan nelayan dan masyarakat.</p>
<p>Menurut Trenggono, Indonesia memiliki sekitar 23 persen ekosistem mangrove dunia. Namun, kawasan tersebut menghadapi laju kerusakan sekitar 52.000 hektare setiap tahun.</p>
<p>“Pesisir yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera,” kata Trenggono.</p>
<p>Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menambahkan, Indonesia memiliki sekitar 3,45 juta hektare hutan mangrove. Ekosistem tersebut berfungsi sebagai benteng alami dari abrasi, penyaring polutan, penghasil oksigen, dan sumber pendapatan masyarakat pesisir.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyebut kemampuan mangrove menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan tanaman daratan.</p>
<p>“Menanam satu hektare mangrove setara dengan manfaat penyerapan karbon sekitar empat hektare tanaman darat,” ujarnya.</p>
<p>Penanaman secara simbolis dilakukan Koster bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah di kawasan Batu Lumbang yang juga dikembangkan sebagai pusat pembibitan mangrove. (AA)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/pemprov-bali-siapkan-gerakan-rutin-tanam-mangrove-untuk-lindungi-pesisir/">Pemprov Bali Siapkan Gerakan Rutin Tanam Mangrove untuk Lindungi Pesisir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tanam Mangrove di Denpasar, 18 Hektare Kawasan Rusak Dipulihkan</title>
		<link>https://balipustakanews.com/gubernur-koster-dampingi-menteri-lh-tanam-mangrove-di-denpasar-18-hektare-kawasan-rusak-dipulihkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 10:38:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[sampah Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Wayan Koster]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://balipustakanews.com/?p=30741</guid>

					<description><![CDATA[<p>𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 &#8211; Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat bersama Gubernur Bali Wayan Koster memimpin aksi penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat rehabilitasi kawasan pesisir, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghadapi dampak perubahan iklim. Aksi penanaman [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/gubernur-koster-dampingi-menteri-lh-tanam-mangrove-di-denpasar-18-hektare-kawasan-rusak-dipulihkan/">Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tanam Mangrove di Denpasar, 18 Hektare Kawasan Rusak Dipulihkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 &#8211; Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat bersama Gubernur Bali Wayan Koster memimpin aksi penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (10/6/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat rehabilitasi kawasan pesisir, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghadapi dampak perubahan iklim.</p>
<p>Aksi penanaman mangrove ini melibatkan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, serta berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia terhadap penguatan ekosistem mangrove di Bali.</p>
<p>Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wali Kota Denpasar, perwakilan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Bupati Badung, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali, Danrem 163/Wira Satya, Kepala BIN Daerah Bali, Kepala BNN Provinsi Bali, serta jajaran TNI dan Polri.</p>
<p>Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa penanaman mangrove tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, gerakan tersebut merupakan bentuk nyata keseriusan seluruh elemen bangsa dalam menjaga lingkungan.</p>
<p>“Kita mulai merasakan gangguan akibat ketidaksopanan kita kepada lingkungan. Banyak bencana hidrometeorologi yang terjadi karena cara kita memperlakukan alam. Karena ulah manusia, maka alam memberikan responsnya,” ujar Jumhur.</p>
<p>Jumhur mengatakan, berbagai bencana banjir dan bencana alam yang kian sering terjadi di Indonesia harus menjadi peringatan bersama. Ia menilai, relasi manusia dengan alam perlu dipulihkan melalui aksi konkret dan berkelanjutan.</p>
<p>Karena itu, pemerintah pusat berkomitmen mengintensifkan gerakan penanaman mangrove di berbagai daerah. Bali menjadi salah satu daerah strategis karena dikenal sebagai destinasi wisata dunia yang memiliki kawasan pesisir luas dan bernilai ekologis tinggi.</p>
<p>Jumhur juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga lingkungan hidup. Menurut dia, Bali menunjukkan contoh kuat bagaimana pemerintah, aparat, masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan komunitas lingkungan dapat bergerak bersama dalam pelestarian alam.</p>
<p>“Di Bali saya melihat semua kalangan bisa bersatu. Ini contoh yang sangat baik dan saya yakin akan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga lingkungan hidup,” katanya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, pemerintah pusat berencana kembali menggelar aksi penanaman mangrove dalam skala lebih besar di Bali pada peringatan Hari Mangrove Sedunia, 28 Juli mendatang.</p>
<p>Kegiatan itu direncanakan melibatkan berbagai kementerian, serikat pekerja, organisasi masyarakat, dan komunitas lingkungan untuk memperkuat kampanye pelestarian ekosistem pesisir.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Bali dalam menangani persoalan sampah. Menurut dia, sejumlah daerah di Bali telah berhasil menekan timbunan sampah hingga kondisinya jauh lebih terkendali.</p>
<p>Jumhur menilai keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan akan berdampak langsung terhadap citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.</p>
<p>“Ketika suatu daerah serius menjaga lingkungan, masyarakat internasional akan memberikan penghormatan dan simpati. Hal itu justru akan memperkuat sektor pariwisata,” ujarnya.</p>
<p>Selain berdampak pada pariwisata, Jumhur menyoroti potensi besar pengembangan ekonomi hijau melalui pelestarian hutan dan mangrove. Ia menjelaskan, kawasan mangrove memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap karbon sehingga dapat menjadi bagian penting dalam skema perdagangan karbon internasional.</p>
<p>Menurut dia, jika pengelolaan mangrove dilakukan secara baik dan memberi manfaat bagi masyarakat lokal, nilai ekonomi dari jasa lingkungan tersebut dapat meningkat signifikan. Dengan demikian, pelestarian mangrove tidak hanya penting bagi konservasi, tetapi juga dapat mendukung kesejahteraan masyarakat melalui skema ekonomi berkelanjutan.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Bali. Menurut Koster, kehadiran tersebut menunjukkan perhatian besar pemerintah pusat terhadap pelestarian lingkungan di Pulau Dewata.</p>
<p>“Terima kasih kepada Bapak Menteri yang berkenan hadir di Bali sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup di Provinsi Bali,” ujar Koster.</p>
<p>Koster mengatakan, penanaman mangrove sejalan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Bali dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga keseimbangan alam.</p>
<p>Ia menjelaskan, Pemprov Bali secara rutin melaksanakan gerakan penanaman pohon dan mangrove di berbagai wilayah setiap bulan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memenuhi target minimal kawasan hijau dan kawasan hutan di Bali.</p>
<p>Koster mengungkapkan, kawasan mangrove di wilayah Denpasar dan Badung sempat mengalami kerusakan cukup signifikan. Tercatat sekitar 18 hektare kawasan mangrove mengalami kerusakan dan kini terus dipulihkan secara bertahap sejak 2019.</p>
<p>Melalui rehabilitasi berkelanjutan, pemerintah berharap kawasan mangrove tersebut kembali berfungsi optimal sebagai pelindung pesisir, penyerap karbon, dan habitat berbagai jenis biota.</p>
<p>“Semoga mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik sehingga kawasan ini kembali pulih seperti sedia kala dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” kata Koster.</p>
<p>Koster menegaskan, Bali perlu menjaga keseimbangan antara pembangunan, pariwisata, dan kelestarian lingkungan. Menurut dia, rehabilitasi mangrove, pengelolaan sampah, serta penguatan ekonomi hijau menjadi bagian penting dari arah pembangunan Bali ke depan.</p>
<p>Melalui gerakan penanaman mangrove di Denpasar Selatan ini, Bali diharapkan dapat terus mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan. (AA)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/gubernur-koster-dampingi-menteri-lh-tanam-mangrove-di-denpasar-18-hektare-kawasan-rusak-dipulihkan/">Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tanam Mangrove di Denpasar, 18 Hektare Kawasan Rusak Dipulihkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelompok Nelayan Kedonganan Gandeng Mahardhika Institute Perkuat Konservasi Mangrove Berbasis Kearifan Lokal</title>
		<link>https://balipustakanews.com/kelompok-nelayan-kedonganan-gandeng-mahardhika-institute-perkuat-konservasi-mangrove-berbasis-kearifan-lokal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 13:02:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem pesisir badung]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan Mangrove Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal Bali]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok nelayan kedonganan]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[mahardhika institute]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Lingkungan Bali]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan masyarakat pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman mangrove]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://balipustakanews.com/?p=30524</guid>

					<description><![CDATA[<p>𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 &#8211; Kelompok Nelayan Kedonganan mengundang Direktur Mahardhika Institute, I Putu Eka Mahardhika, untuk berdiskusi mengenai penguatan upaya konservasi hutan mangrove di wilayah pesisir Jimbaran, Badung. Pertemuan yang berlangsung di Eco Mangrove Ulam Sari, Kedonganan, pada Minggu (24/5/2026) siang tersebut difokuskan pada strategi pelestarian ekosistem dan pemberdayaan masyarakat adat melalui pendekatan kearifan lokal. Dalam dialog [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/kelompok-nelayan-kedonganan-gandeng-mahardhika-institute-perkuat-konservasi-mangrove-berbasis-kearifan-lokal/">Kelompok Nelayan Kedonganan Gandeng Mahardhika Institute Perkuat Konservasi Mangrove Berbasis Kearifan Lokal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 &#8211; Kelompok Nelayan Kedonganan mengundang Direktur Mahardhika Institute, I Putu Eka Mahardhika, untuk berdiskusi mengenai penguatan upaya konservasi hutan mangrove di wilayah pesisir Jimbaran, Badung. Pertemuan yang berlangsung di Eco Mangrove Ulam Sari, Kedonganan, pada Minggu (24/5/2026) siang tersebut difokuskan pada strategi pelestarian ekosistem dan pemberdayaan masyarakat adat melalui pendekatan kearifan lokal.</p>
<p>Dalam dialog santai tersebut, Eka Mahardhika, yang akrab disapa Jro Eka, menekankan pentingnya peran serta aktif masyarakat lokal sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam. Ia menyatakan bahwa kehadiran Mahardhika Institute bertujuan untuk mendampingi kelompok nelayan dalam mengelola wilayah pesisir secara berkelanjutan, tanpa menggeser posisi masyarakat adat sebagai pemilik sah dan penjaga utama wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Visi kami adalah memastikan masyarakat adat bisa menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. Bapak-bapaklah yang selama ini ngempu karang (menjaga wilayah) di sini. Kami hadir untuk berbagi pengetahuan dan mendukung upaya yang sudah berjalan,&#8221; ujar Jro Eka.</p>
<p>Jro Eka menjelaskan bahwa Mahardhika Institute akan berperan sebagai fasilitator dalam penyediaan sumber daya manusia dan teknis konservasi. Lembaga ini berkomitmen untuk mencetak tenaga lapangan bersertifikat dari kalangan anggota kelompok nelayan itu sendiri. Program pendampingan meliputi pelatihan teknik penanaman mangrove yang tepat, manajemen kebersihan kawasan, hingga optimalisasi potensi ekosistem yang ramah lingkungan, seperti budidaya lebah madu di area penyangga.</p>
<p>&#8220;Kami akan menyiapkan tutor dan berbagi ilmu. Tujuannya agar bapak-bapak sekalian memiliki kapasitas lebih dalam merawat ekosistem ini.</p>
<p>Sebagai Tim Kelompok Kerja Gubernur Bali di bidang penanganan kerusakan ekosistem, Eka menyatakan ini menjadi tanggung jawab moral sebagai perpanjangan tim kerja pemerintah untuk  memilih pendekatan bottom-up atau dari akar rumput karena ia percaya bahwa keberhasilan konservasi sangat bergantung pada keterlibatan emosional dan fisik masyarakat setempat.<br />
&#8220;Karena bagi saya, yang paling paham kondisi lapangan adalah bapak-bapak semua,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pertemuan ini juga menyepakati rencana tindak lanjut berupa pemetaan kondisi ekosistem secara detail. Tim ahli dari Mahardhika Institute dijadwalkan akan turun ke lapangan pada awal Juni 2026 untuk melakukan asesmen awal. Sebelum pertemuan teknis tersebut, Jro Eka mengajak seluruh anggota kelompok nelayan untuk berkumpul kembali pada bulan Juni guna membahas langkah-langkah konkret konservasi secara transparan.</p>
<p>Ketua Kelompok Nelayan Ersanya Gaing-Gaingan, I Nyoman Tekat, S.H., yang turut hadir menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Mereka menilai bahwa dukungan teknis dan pendampingan dari lembaga seperti Mahardhika Institute dapat memperkuat upaya mereka dalam menjaga keasrian mangrove Ulam Sari yang selama ini menjadi habitat penting bagi biota laut dan pelindung alami dari abrasi.</p>
<p>&#8220;Kami senang ada pihak yang mau mendampingi dengan tulus. Kami tidak butuh janji muluk-muluk, tapi aksi nyata untuk menjaga alam kita tetap lestari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menutup diskusi, Jro Eka mengingatkan kembali filosofi Ngempu Bali (Merangkul Bali) yang diusung institusinya. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagaimana masyarakat adat dan lembaga pendamping dapat bekerja sama saling menjaga, tanpa dominasi satu pihak atas pihak lain.</p>
<p>&#8220;Mari kita rawat alam ini bersama-sama. Saya yakin, niat baik untuk memberdayakan masyarakat dan melestarikan alam akan membawa berkah (mesari) bagi kita semua,&#8221; pungkas Jro Eka. (AA)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/kelompok-nelayan-kedonganan-gandeng-mahardhika-institute-perkuat-konservasi-mangrove-berbasis-kearifan-lokal/">Kelompok Nelayan Kedonganan Gandeng Mahardhika Institute Perkuat Konservasi Mangrove Berbasis Kearifan Lokal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambut Bulan Bung Karno, PDIP Buleleng Gelar Aksi Massal Penanaman 5.000 Bibit Mangrove</title>
		<link>https://balipustakanews.com/sambut-bulan-bung-karno-pdip-buleleng-gelar-aksi-massal-penanaman-5-000-bibit-mangrove/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 02:14:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Buleleng]]></category>
		<category><![CDATA[berita Buleleng terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[cegah abrasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Merawat Pertiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal Bali]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup bali]]></category>
		<category><![CDATA[mangrove Buleleng]]></category>
		<category><![CDATA[Ngurah Arya]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP Buleleng]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Hita Karana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://balipustakanews.com/?p=30511</guid>

					<description><![CDATA[<p>𝗕𝘂𝗹𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴 &#8211; DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng melaksanakan aksi penanaman 5.000 bibit pohon mangrove di kawasan Pantai Mutiara, Jalan Bangsal, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Sabtu (23/5/2026) pagi. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian partai terhadap pelestarian ekosistem pesisir sekaligus implementasi Gerakan Merawat Pertiwi dalam menyongsong Bulan Bung Karno. Aksi lingkungan tersebut dihadiri secara langsung oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/sambut-bulan-bung-karno-pdip-buleleng-gelar-aksi-massal-penanaman-5-000-bibit-mangrove/">Sambut Bulan Bung Karno, PDIP Buleleng Gelar Aksi Massal Penanaman 5.000 Bibit Mangrove</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>𝗕𝘂𝗹𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴 &#8211; DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng melaksanakan aksi penanaman 5.000 bibit pohon mangrove di kawasan Pantai Mutiara, Jalan Bangsal, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Sabtu (23/5/2026) pagi. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian partai terhadap pelestarian ekosistem pesisir sekaligus implementasi Gerakan Merawat Pertiwi dalam menyongsong Bulan Bung Karno.</p>
<p>Aksi lingkungan tersebut dihadiri secara langsung oleh Ketua DPRD Buleleng Ngurah Arya, Istri Wakil Bupati Buleleng, Ibu Hermawati Supriyatna, serta perwakilan DPD PDIP Bali, Drs. Gede Kusumaputra, A.K., M.B.A., M.M. Turut hadir unsur Forkopimcam Gerokgak, pengurus PAC dan Ranting PDIP se-Kecamatan Gerokgak, seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD Buleleng, Bendesa Adat Desa Sumberkima, Perbekel Desa Sumberkima, Desa Pejarakan, dan Desa Banyupoh, serta kader, simpatisan, dan warga setempat.</p>
<p>Ketua DPRD Buleleng, Ngurah Arya dalam sambutannya menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan kewajiban bersama guna menangkal ancaman kerusakan, baik akibat faktor alam maupun ulah oknum.</p>
<p>“Gerakan Merawat Pertiwi ini sejalan dengan implementasi filosofi Nangun Sat Kerti Loka Bali, khususnya dalam mewujudkan keseimbangan konsep Tri Hita Karana antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Lingkungan yang terjaga adalah fondasi ketahanan daerah,” ujar Ngurah Arya.</p>
<p>Rangkaian kegiatan diawali dengan Puja Trisandya sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal, dilanjutkan dengan penanaman simbolis dan massal. Sebanyak 5.000 bibit mangrove berhasil ditanam di sepanjang garis pantai sebagai langkah preventif terhadap abrasi, pemulihan ekosistem, serta penyerapan karbon alami. Acara kemudian diakhiri dengan sesi ramah tamah yang mempererat silaturahmi antara partai, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat.</p>
<p>Dalam konteks nasional, aksi ini juga dimaknai sebagai bagian dari semangat kebangsaan menyambut Bulan Bung Karno. PDI Perjuangan secara konsisten menggagas Gerakan Merawat Pertiwi sebagai manifestasi nilai-nilai Pancasila dan visi Ir. Soekarno tentang kedaulatan bangsa yang mencakup kedaulatan pangan, ekologi, dan kearifan lokal.</p>
<p>Penanaman mangrove di Buleleng diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan alam pesisir utara Bali, tetapi juga menjadi contoh nyata pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dan berpijak pada kepentingan rakyat.</p>
<p>Reporter: Ardek<br />
Editor: Anugrah Arifanto</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/sambut-bulan-bung-karno-pdip-buleleng-gelar-aksi-massal-penanaman-5-000-bibit-mangrove/">Sambut Bulan Bung Karno, PDIP Buleleng Gelar Aksi Massal Penanaman 5.000 Bibit Mangrove</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
