<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>konservasi mangrove &#8211; Balipustakanews</title>
	<atom:link href="https://balipustakanews.com/tag/konservasi-mangrove/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://balipustakanews.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jul 2026 12:07:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.24</generator>

<image>
	<url>https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-favicon-balipustakanews-32x32.png</url>
	<title>konservasi mangrove &#8211; Balipustakanews</title>
	<link>https://balipustakanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nusantara Carbon dan Mahardhika Institute Jajaki Konservasi Mangrove Jungutbatu</title>
		<link>https://balipustakanews.com/nusantara-carbon-dan-mahardhika-institute-jajaki-konservasi-mangrove-jungutbatu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 12:07:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Klungkung]]></category>
		<category><![CDATA[Karbon Biru]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[mahardhika institute]]></category>
		<category><![CDATA[mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove Jungutbatu]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Lembongan]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara Carbon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://balipustakanews.com/?p=31107</guid>

					<description><![CDATA[<p>𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 – Nusantara Carbon bersama Mahardhika Institute dan Lembaga Desa Pengelola Hutan (LDPH) Jungutbatu menjajaki kolaborasi jangka panjang untuk memperkuat konservasi mangrove berbasis masyarakat di Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali. Penjajakan kerja sama dilakukan melalui kegiatan dialog dan observasi di kawasan hutan mangrove Jungutbatu seluas sekitar 215 hektar pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan membangun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/nusantara-carbon-dan-mahardhika-institute-jajaki-konservasi-mangrove-jungutbatu/">Nusantara Carbon dan Mahardhika Institute Jajaki Konservasi Mangrove Jungutbatu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 – Nusantara Carbon bersama Mahardhika Institute dan Lembaga Desa Pengelola Hutan (LDPH) Jungutbatu menjajaki kolaborasi jangka panjang untuk memperkuat konservasi mangrove berbasis masyarakat di Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali.</p>
<p>Penjajakan kerja sama dilakukan melalui kegiatan dialog dan observasi di kawasan hutan mangrove Jungutbatu seluas sekitar 215 hektar pada Selasa (14/7/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut bertujuan membangun kesamaan visi mengenai pengelolaan dan pelestarian mangrove dengan menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama konservasi.</p>
<p>Kawasan mangrove Jungutbatu memiliki fungsi ekologis sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi dan gelombang laut. Ekosistem tersebut juga menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna serta berperan dalam menyerap dan menyimpan karbon.</p>
<p>Selain fungsi ekologis, keberadaan mangrove turut menopang kehidupan masyarakat melalui sektor perikanan, pariwisata, dan kegiatan ekonomi pesisir lainnya.</p>
<p>Founder Nusantara Carbon, Risang Kusumo mengatakan, keberlanjutan konservasi di Indonesia bergantung pada kekuatan masyarakat yang menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Kami meyakini bahwa masa depan konservasi Indonesia ditentukan oleh kuatnya masyarakat yang menjaga alam setiap hari,” kata Risang dalam keterangannya, Selasa.</p>
<p>Menurut Risang, gerakan konservasi berbasis masyarakat perlu didukung dengan tata kelola yang baik serta skema pembiayaan yang mampu menjamin keberlanjutan program dalam jangka panjang.</p>
<p>“Tugas kami adalah memastikan gerakan tersebut memperoleh dukungan, tata kelola yang baik, dan pembiayaan yang mampu menjaganya tetap hidup serta berkembang dalam jangka panjang,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, konservasi membutuhkan keterlibatan masyarakat adat, komunitas lokal, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan mitra strategis lainnya. Pendekatan tersebut menjadi landasan pelaksanaan Bali Indigenous Conservation Programme (BICP).</p>
<p>Sementara itu, Founder dan Chairman Mahardhika Institute, I Putu Eka Mahardhika atau Jro Eka, mengatakan, masyarakat Jungutbatu harus ditempatkan sebagai tuan rumah dalam pengelolaan kawasan mangrove.</p>
<p>Menurut dia, masyarakat memiliki pengetahuan, pengalaman, serta kearifan lokal dalam menjaga atau “ngempu” kawasan tersebut secara turun-temurun.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-31110" src="https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260714_183509-scaled.jpg" alt="" srcset="https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260714_183509-scaled.jpg 2560w, https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260714_183509-750x422.jpg 750w, https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260714_183509-1140x641.jpg 1140w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>“Konservasi tidak boleh menjadikan masyarakat hanya sebagai penerima program. Masyarakat harus menjadi pelaku utama, sedangkan lembaga pendamping bertugas memperkuat kapasitas, kelembagaan, dan akses terhadap sumber daya konservasi,” kata Jro Eka.</p>
<p>Dalam pelaksanaan BICP, Mahardhika Institute akan menjadi mitra pelaksana yang mendampingi penguatan kelembagaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pelaksanaan kegiatan konservasi berbasis kearifan lokal.</p>
<p>Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan tata kelola mangrove yang partisipatif, terukur, dan berkelanjutan. Program itu juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Jungutbatu. (AA)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/nusantara-carbon-dan-mahardhika-institute-jajaki-konservasi-mangrove-jungutbatu/">Nusantara Carbon dan Mahardhika Institute Jajaki Konservasi Mangrove Jungutbatu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pokja Gubernur Bali Apresiasi Kesadaran Masyarakat dalam Aksi Clean Up Mangrove di Tanjung Benoa</title>
		<link>https://balipustakanews.com/pokja-gubernur-bali-apresiasi-kesadaran-masyarakat-dalam-aksi-clean-up-mangrove-di-tanjung-benoa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 16:05:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bersih Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Ngempu Pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Watch]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Benoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://balipustakanews.com/?p=30576</guid>

					<description><![CDATA[<p>𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 – Kelompok Kerja (Pokja) Penanganan Perusakan Ekosistem Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi tinggi terhadap tingginya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam aksi bersih-bersih mangrove dan pesisir di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Kamis (28/5/2026). Kolaborasi antara organisasi lingkungan Sungai Watch, mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, serta masyarakat lokal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/pokja-gubernur-bali-apresiasi-kesadaran-masyarakat-dalam-aksi-clean-up-mangrove-di-tanjung-benoa/">Pokja Gubernur Bali Apresiasi Kesadaran Masyarakat dalam Aksi Clean Up Mangrove di Tanjung Benoa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 – Kelompok Kerja (Pokja) Penanganan Perusakan Ekosistem Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi tinggi terhadap tingginya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam aksi bersih-bersih mangrove dan pesisir di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Kamis (28/5/2026).</p>
<p>Kolaborasi antara organisasi lingkungan Sungai Watch, mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, serta masyarakat lokal ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WITA. Gerakan yang bertajuk &#8220;Ngempu Pesisir&#8221; ini menyasar sampah plastik yang mencemari sela-sela hutan mangrove dan area pantai di salah satu destinasi wisata vital Pulau Dewata tersebut.</p>
<p>I Putu Eka Mahardhika, S.IP., M.AP., yang hadir mewakili Tim Komunikasi Gubernur Bali sekaligus Pokja Penanganan Perusakan Ekosistem, menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah (NGO), kalangan akademisi, dan warga.</p>
<p>&#8220;Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kolaborasi sinergis ini. Kegiatan seperti ini sangat krusial untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam ngempu (merawat/menjaga) wilayah pesisir dan hutan mangrove,&#8221; ujar Eka Mahardhika di sela-sela kegiatan.</p>
<p>Ia menekankan bahwa perlindungan ekosistem bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban kolektif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh para peserta sejalan dengan visi Gubernur Bali untuk merealisasikan Nangun Sat Kerthi Loka Bali secara berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Ini bukan hanya tugas pemerintah atau satu kelompok saja, melainkan tanggung jawab kolektif demi masa depan lingkungan Bali, sehingga Visi Pak Gubernur merealisasikan Nangun Sat Kerthi Loka Bali menjadi realitas nyata yang dibangun secara berkelanjutan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Eka Mahardhika berharap visi pembangunan Bali tersebut tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, melainkan mampu bertransformasi menjadi gerakan adaptif yang masif di seluruh kalangan. &#8220;Sehingga berangkat dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini bertransformasi menjadi gerakan adaptif dari semua kalangan untuk bersama-sama ngempu Bali,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Penggerak kegiatan dari Sungai Watch, Made Bagiasa, melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Para relawan bahu-membahu mengumpulkan sampah plastik yang tersangkut di akar-akar mangrove demi mengembalikan keasrian ekosistem pesisir.</p>
<p>&#8220;Kami juga didukung dari masyarakat lokal serta mahasiswa Poltekpar yang secara kolektif membantu kami dalam aksi bersih-bersih mangrove hari ini,&#8221; ujar Bagiasa.</p>
<p>Dengan dukungan penuh dari Pemprov Bali melalui Pokja Penanganan Perusakan Ekosistem, aksi &#8220;Ngempu Pesisir&#8221; di Tanjung Benoa ini diharapkan menjadi katalis bagi daerah pesisir lain di Bali. Pemerintah berharap inisiatif berbasis akar rumput ini dapat terus digalakkan guna menjaga kesucian dan kelestarian alam Pulau Dewata. (AA)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/pokja-gubernur-bali-apresiasi-kesadaran-masyarakat-dalam-aksi-clean-up-mangrove-di-tanjung-benoa/">Pokja Gubernur Bali Apresiasi Kesadaran Masyarakat dalam Aksi Clean Up Mangrove di Tanjung Benoa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelompok Nelayan Kedonganan Gandeng Mahardhika Institute Perkuat Konservasi Mangrove Berbasis Kearifan Lokal</title>
		<link>https://balipustakanews.com/kelompok-nelayan-kedonganan-gandeng-mahardhika-institute-perkuat-konservasi-mangrove-berbasis-kearifan-lokal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 13:02:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem pesisir badung]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan Mangrove Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal Bali]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok nelayan kedonganan]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[mahardhika institute]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Lingkungan Bali]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan masyarakat pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman mangrove]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://balipustakanews.com/?p=30524</guid>

					<description><![CDATA[<p>𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 &#8211; Kelompok Nelayan Kedonganan mengundang Direktur Mahardhika Institute, I Putu Eka Mahardhika, untuk berdiskusi mengenai penguatan upaya konservasi hutan mangrove di wilayah pesisir Jimbaran, Badung. Pertemuan yang berlangsung di Eco Mangrove Ulam Sari, Kedonganan, pada Minggu (24/5/2026) siang tersebut difokuskan pada strategi pelestarian ekosistem dan pemberdayaan masyarakat adat melalui pendekatan kearifan lokal. Dalam dialog [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/kelompok-nelayan-kedonganan-gandeng-mahardhika-institute-perkuat-konservasi-mangrove-berbasis-kearifan-lokal/">Kelompok Nelayan Kedonganan Gandeng Mahardhika Institute Perkuat Konservasi Mangrove Berbasis Kearifan Lokal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 &#8211; Kelompok Nelayan Kedonganan mengundang Direktur Mahardhika Institute, I Putu Eka Mahardhika, untuk berdiskusi mengenai penguatan upaya konservasi hutan mangrove di wilayah pesisir Jimbaran, Badung. Pertemuan yang berlangsung di Eco Mangrove Ulam Sari, Kedonganan, pada Minggu (24/5/2026) siang tersebut difokuskan pada strategi pelestarian ekosistem dan pemberdayaan masyarakat adat melalui pendekatan kearifan lokal.</p>
<p>Dalam dialog santai tersebut, Eka Mahardhika, yang akrab disapa Jro Eka, menekankan pentingnya peran serta aktif masyarakat lokal sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam. Ia menyatakan bahwa kehadiran Mahardhika Institute bertujuan untuk mendampingi kelompok nelayan dalam mengelola wilayah pesisir secara berkelanjutan, tanpa menggeser posisi masyarakat adat sebagai pemilik sah dan penjaga utama wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Visi kami adalah memastikan masyarakat adat bisa menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. Bapak-bapaklah yang selama ini ngempu karang (menjaga wilayah) di sini. Kami hadir untuk berbagi pengetahuan dan mendukung upaya yang sudah berjalan,&#8221; ujar Jro Eka.</p>
<p>Jro Eka menjelaskan bahwa Mahardhika Institute akan berperan sebagai fasilitator dalam penyediaan sumber daya manusia dan teknis konservasi. Lembaga ini berkomitmen untuk mencetak tenaga lapangan bersertifikat dari kalangan anggota kelompok nelayan itu sendiri. Program pendampingan meliputi pelatihan teknik penanaman mangrove yang tepat, manajemen kebersihan kawasan, hingga optimalisasi potensi ekosistem yang ramah lingkungan, seperti budidaya lebah madu di area penyangga.</p>
<p>&#8220;Kami akan menyiapkan tutor dan berbagi ilmu. Tujuannya agar bapak-bapak sekalian memiliki kapasitas lebih dalam merawat ekosistem ini.</p>
<p>Sebagai Tim Kelompok Kerja Gubernur Bali di bidang penanganan kerusakan ekosistem, Eka menyatakan ini menjadi tanggung jawab moral sebagai perpanjangan tim kerja pemerintah untuk  memilih pendekatan bottom-up atau dari akar rumput karena ia percaya bahwa keberhasilan konservasi sangat bergantung pada keterlibatan emosional dan fisik masyarakat setempat.<br />
&#8220;Karena bagi saya, yang paling paham kondisi lapangan adalah bapak-bapak semua,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pertemuan ini juga menyepakati rencana tindak lanjut berupa pemetaan kondisi ekosistem secara detail. Tim ahli dari Mahardhika Institute dijadwalkan akan turun ke lapangan pada awal Juni 2026 untuk melakukan asesmen awal. Sebelum pertemuan teknis tersebut, Jro Eka mengajak seluruh anggota kelompok nelayan untuk berkumpul kembali pada bulan Juni guna membahas langkah-langkah konkret konservasi secara transparan.</p>
<p>Ketua Kelompok Nelayan Ersanya Gaing-Gaingan, I Nyoman Tekat, S.H., yang turut hadir menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Mereka menilai bahwa dukungan teknis dan pendampingan dari lembaga seperti Mahardhika Institute dapat memperkuat upaya mereka dalam menjaga keasrian mangrove Ulam Sari yang selama ini menjadi habitat penting bagi biota laut dan pelindung alami dari abrasi.</p>
<p>&#8220;Kami senang ada pihak yang mau mendampingi dengan tulus. Kami tidak butuh janji muluk-muluk, tapi aksi nyata untuk menjaga alam kita tetap lestari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menutup diskusi, Jro Eka mengingatkan kembali filosofi Ngempu Bali (Merangkul Bali) yang diusung institusinya. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagaimana masyarakat adat dan lembaga pendamping dapat bekerja sama saling menjaga, tanpa dominasi satu pihak atas pihak lain.</p>
<p>&#8220;Mari kita rawat alam ini bersama-sama. Saya yakin, niat baik untuk memberdayakan masyarakat dan melestarikan alam akan membawa berkah (mesari) bagi kita semua,&#8221; pungkas Jro Eka. (AA)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/kelompok-nelayan-kedonganan-gandeng-mahardhika-institute-perkuat-konservasi-mangrove-berbasis-kearifan-lokal/">Kelompok Nelayan Kedonganan Gandeng Mahardhika Institute Perkuat Konservasi Mangrove Berbasis Kearifan Lokal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahardhika Institute Dampingi Masyarakat Adat Jimbaran Jaga Ekosistem Mangrove</title>
		<link>https://balipustakanews.com/mahardhika-institute-dampingi-masyarakat-adat-jimbaran-jaga-ekosistem-mangrove/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 07:49:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[abrasi pantai]]></category>
		<category><![CDATA[bali indigenous carbon project]]></category>
		<category><![CDATA[blue carbon indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cara menanam mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[cinematic mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[CSR lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[donasi tanam mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[drone mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[green tourism bali]]></category>
		<category><![CDATA[hutan bakau]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal Bali]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok nelayan bali]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[konten mangrove viral]]></category>
		<category><![CDATA[mahardhika institute]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat hutan mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[mangrove education]]></category>
		<category><![CDATA[mangrove forest]]></category>
		<category><![CDATA[mangrove restoration]]></category>
		<category><![CDATA[Ngempu Bali]]></category>
		<category><![CDATA[reels mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[save mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[spot foto mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[volunteer mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[wisata mangrove bali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://balipustakanews.com/?p=30465</guid>

					<description><![CDATA[<p>𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 – Kesadaran bahwa keindahan dan kesuburan alam Bali merupakan titipan bagi generasi mendatang mendorong masyarakat adat Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, mengambil langkah nyata dalam penyelamatan lingkungan. Pada Rabu (20/5/2026), mereka menggelar “Deklarasi Gerakan Ekologi Masyarakat Adat Pesisir Bali” di kawasan Pura Dalem Gaing Mas, Jimbaran. Dalam momentum tersebut, sekaligus dibentuk dan dikukuhkan Satuan Tugas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/mahardhika-institute-dampingi-masyarakat-adat-jimbaran-jaga-ekosistem-mangrove/">Mahardhika Institute Dampingi Masyarakat Adat Jimbaran Jaga Ekosistem Mangrove</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 – Kesadaran bahwa keindahan dan kesuburan alam Bali merupakan titipan bagi generasi mendatang mendorong masyarakat adat Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, mengambil langkah nyata dalam penyelamatan lingkungan. Pada Rabu (20/5/2026), mereka menggelar “Deklarasi Gerakan Ekologi Masyarakat Adat Pesisir Bali” di kawasan Pura Dalem Gaing Mas, Jimbaran. Dalam momentum tersebut, sekaligus dibentuk dan dikukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Mangrove Gaing-Gaingan yang akan bertugas mengawal kelestarian ekosistem mangrove di wilayah pesisir setempat.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-30469" src="https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260520_153325.jpg" alt="" srcset="https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260520_153325.jpg 816w, https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260520_153325-750x423.jpg 750w" sizes="(max-width: 816px) 100vw, 816px" /></p>
<p>Acara yang diinisiasi oleh Kelompok Nelayan Ersanya Gaing-Gaingan Jimbaran yang tergabung dalam Bali Indigenous Carbon Project (BICP) ini dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat. Turut hadir perwakilan UPTD Tahura Ngurah Rai Provinsi Bali, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Badung, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung, Camat Kuta Selatan, Lurah Jimbaran, Bendesa Adat Jimbaran, Ketua LPM Kelurahan Jimbaran, hingga perwakilan berbagai kelompok nelayan di sekitar kawasan.</p>
<p>Ketua Kelompok Nelayan Ersanya Gaing-Gaingan Jimbaran, I Nyoman Tekat, SH, menegaskan bahwa kerusakan mangrove tidak hanya mengancam biodiversitas, tetapi juga menggerus mata pencaharian dan ruang hidup warga pesisir.</p>
<p>“Kami tidak bisa lagi hanya menjadi penonton. Alam Bali yang mesari ini adalah titipan masa depan. Jika hutan mangrove ini kita biarkan rusak, kita sedang merampok masa depan anak cucu kita sendiri. Keterlibatan langsung masyarakat adat adalah kunci, karena kamilah yang paling tahu dan paling terdampak oleh dinamika di pesisir ini,” ujar Tekat.</p>
<p>Selama ini, pengelolaan ekosistem mangrove kerap dipandang dari kacamata ekologis global. Namun bagi masyarakat Jimbaran, mangrove merupakan urat nadi kehidupan yang menopang produktivitas laut dan menjadi benteng alami terhadap abrasi. Melalui pembentukan Satgas Mangrove Gaing-Gaingan, pengawasan, pembibitan ulang, hingga edukasi ekologi akan dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan dengan mengedepankan kearifan lokal.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-30470" src="https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260520_153308.jpg" alt="" srcset="https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260520_153308.jpg 816w, https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260520_153308-750x419.jpg 750w" sizes="(max-width: 816px) 100vw, 816px" /></p>
<p>Gerakan yang lahir dari akar rumput ini mendapat pendampingan dari Mahardhika Institute yang dipimpin oleh I Putu Eka Mahardhika, S.IP., M.AP. (Jro Eka). Lembaga ini mengusung filosofi “Ngempu”, yaitu semangat menjaga, memelihara, dan mengembangkan potensi Bali tanpa merusaknya. Sinergi ini juga diperkuat oleh Nusantara Carbon, sebuah inisiatif keberlanjutan yang mendorong tata kelola lingkungan berbasis komunitas adat sebagai bagian dari pelestarian warisan ekologis Nusantara.</p>
<p>Jro Eka menekankan bahwa pendekatan yang dibangun tidak menempatkan masyarakat adat sekadar sebagai objek program, melainkan sebagai pemilik utama gerakan dan penjaga langsung ekosistem yang telah mereka rawat secara turun-temurun.</p>
<p>“Adat dan budaya adalah fondasi identitas masyarakat Bali. Upaya pelestarian bukan sekadar mempertahankan rutinitas, melainkan menjaga nilai luhur di dalamnya. Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, harus ada sinergi harmonis antara prajuru adat, akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah agar warisan leluhur tetap ajeg,” jelas Jro Eka.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa edukasi budaya yang adaptif namun tetap berpegang pada pakem menjadi krusial bagi generasi muda. Mahardhika Institute berkomitmen untuk terus mengawal, mengkaji, dan memberikan kontribusi nyata baik melalui pemikiran maupun aksi lapangan guna mendukung eksistensi desa adat dan kebudayaan Bali.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-30468" src="https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260520_154637.jpg" alt="" srcset="https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260520_154637.jpg 816w, https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260520_154637-750x423.jpg 750w" sizes="(max-width: 816px) 100vw, 816px" /></p>
<p>Dengan dikukuhkannya Satgas Mangrove Gaing-Gaingan, masyarakat adat Jimbaran berharap ekosistem pesisir dapat pulih, produktif, dan tetap menjadi penopang kehidupan warga. Pendekatan yang memadukan kearifan lokal, pendampingan institusi, serta tata kelola berbasis komunitas diharapkan dapat menjadi model percontohan dalam konservasi lingkungan hidup di Bali, khususnya di kawasan pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan tekanan pembangunan. (AA)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/mahardhika-institute-dampingi-masyarakat-adat-jimbaran-jaga-ekosistem-mangrove/">Mahardhika Institute Dampingi Masyarakat Adat Jimbaran Jaga Ekosistem Mangrove</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
