<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Flora Endemik Bali &#8211; Balipustakanews</title>
	<atom:link href="https://balipustakanews.com/tag/flora-endemik-bali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://balipustakanews.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2026 11:04:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.4.25</generator>

<image>
	<url>https://balipustakanews.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-favicon-balipustakanews-32x32.png</url>
	<title>Flora Endemik Bali &#8211; Balipustakanews</title>
	<link>https://balipustakanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ibu Putri Koster Dorong Pelestarian Anggrek Lokal Bali, Gandeng Unud hingga BRIN</title>
		<link>https://balipustakanews.com/ibu-putri-koster-dorong-pelestarian-anggrek-lokal-bali-gandeng-unud-hingga-brin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 11:04:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Ny putri koster]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek Lokal Bali]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Flora Endemik Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[Perhimpunan Anggrek Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Putri Koster]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Udayana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://balipustakanews.com/?p=31757</guid>

					<description><![CDATA[<p>𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 &#8211; Ketua DPD Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Bali, Putri Suastini Koster mendorong penguatan konservasi dan pengembangan sumber daya genetik anggrek lokal Bali agar keberadaannya tidak semakin tergerus. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, hingga lembaga konservasi melalui Focus Group Discussion (FGD) Adaptasi dan Pengembangan Sumber Daya Genetik Anggrek Lokal Bali [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/ibu-putri-koster-dorong-pelestarian-anggrek-lokal-bali-gandeng-unud-hingga-brin/">Ibu Putri Koster Dorong Pelestarian Anggrek Lokal Bali, Gandeng Unud hingga BRIN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 &#8211; Ketua DPD Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Bali, Putri Suastini Koster mendorong penguatan konservasi dan pengembangan sumber daya genetik anggrek lokal Bali agar keberadaannya tidak semakin tergerus.</p>
<p>Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, hingga lembaga konservasi melalui Focus Group Discussion (FGD) Adaptasi dan Pengembangan Sumber Daya Genetik Anggrek Lokal Bali di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, Selasa (8/9/2026).</p>
<p>Putri Koster mengatakan, PAI Bali saat ini memberikan perhatian pada sektor hulu, terutama konservasi dan pengembangan sumber daya genetik anggrek asli Bali.</p>
<p>Menurut dia, sejumlah jenis anggrek lokal yang dahulu mudah ditemukan di pekarangan rumah masyarakat kini semakin jarang dijumpai.</p>
<p>“Banyak sekali anggrek lokal Bali, seperti anggrek linjong, anggrek Vanda tricolor, dan lainnya, yang dahulu banyak dijumpai di rumah-rumah masyarakat. Namun, setelah berpuluh-puluh tahun, keberadaannya mulai berkurang, kurang diminati, dan perlahan ditinggalkan,” ujar Putri Koster.</p>
<p>Melalui gerakan bertajuk “Anggrek Kembali”, Putri Koster berharap tanaman anggrek lokal dapat kembali mendapat tempat di tengah masyarakat sekaligus menjadi primadona di daerah asalnya.</p>
<p>Untuk mencapai tujuan tersebut, PAI Bali menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, serta BRIDA Provinsi Bali.</p>
<p>Kolaborasi tersebut diarahkan pada identifikasi dan karakterisasi anggrek lokal, konservasi sumber daya genetik, teknologi perbanyakan massal, hingga pengembangan varietas yang memiliki keunggulan dan daya tarik bagi masyarakat.</p>
<p>Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana I Putu Sudiarta mengatakan, pengembangan anggrek lokal Bali juga akan diarahkan ke sektor pariwisata melalui rencana pengembangan Desa Wisata Anggrek di Dusun Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.</p>
<p>Program tersebut diharapkan tidak hanya menjaga biodiversitas, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.</p>
<p>Fakultas Pertanian Unud mencatat Bali memiliki potensi sekitar 230 jenis anggrek yang masih membutuhkan pendataan dan kajian taksonomi lebih lanjut. Program pengembangan sumber daya genetik anggrek Bali juga dirancang secara bertahap untuk periode 2026-2030, mulai dari eksplorasi, penyusunan basis data dan peta sebaran, konservasi hingga pengembangan wisata berbasis anggrek.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada mengatakan, anggrek merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi, estetika, dan budaya.</p>
<p>Selain itu, keragaman genetik anggrek dinilai berpotensi menjadi sumber bahan untuk menghasilkan varietas unggul pada masa mendatang.</p>
<p>FGD tersebut juga menjadi ruang pertukaran informasi antara akademisi, peneliti, pemerintah, lembaga konservasi, dan pemangku kepentingan lainnya.</p>
<p>Tiga narasumber dihadirkan, yakni Aninda Retno Utami Wibowo dari BRIN, Made Dwi Jayanti dari BKSDA Bali, serta I Putu Sudana dari Fakultas Pariwisata Universitas Udayana.</p>
<p>Putri Koster berharap pembahasan mengenai anggrek lokal Bali tidak berhenti pada penelitian dan diskusi, melainkan dilanjutkan melalui program konkret dari hulu hingga hilir.</p>
<p>Dengan pola tersebut, konservasi anggrek diharapkan berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.</p>
<p>“Anggrek Kembali” pada akhirnya diarahkan bukan sekadar mengembalikan anggrek lokal ke pekarangan masyarakat, tetapi juga menjaga sumber daya genetik Bali agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.</p>
<p>Reporter: 𝗔𝗻𝘂𝗴𝗿𝗮𝗵 𝗔𝗿𝗶𝗳𝗮𝗻𝘁𝗼</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com/ibu-putri-koster-dorong-pelestarian-anggrek-lokal-bali-gandeng-unud-hingga-brin/">Ibu Putri Koster Dorong Pelestarian Anggrek Lokal Bali, Gandeng Unud hingga BRIN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://balipustakanews.com">Balipustakanews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
