Balipustakanews.com, Denpasar – Ahli kriminologi Universitas Udayana, Gde Made Swardhana, menyatakan bahwa sikap abai sebagian warga Bali menjadi peluang bagi pelaku kejahatan untuk mendirikan laboratorium narkoba.
Para pelaku memanfaatkan sikap penghormatan berlebihan terhadap tamu, terutama tamu asing, yang membuat pemilik properti seperti vila atau hotel kurang memantau aktivitas penyewa.
Swardhana menjelaskan bahwa pelaku sering memilih lokasi terpencil dan menjaga jarak dari masyarakat untuk menghindari kecurigaan.
Ia juga mengkritik kurangnya pengawasan di area hunian wisata dan menyarankan koordinasi yang lebih baik dengan pecalang adat untuk meningkatkan keamanan lingkungan.
Ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap tamu luar daerah maupun wisatawan asing agar kegiatan ilegal seperti pendirian laboratorium narkoba dapat dicegah.
Swardhana juga menduga masih ada banyak kawasan di Bali yang rentan dimanfaatkan untuk aktivitas serupa, terutama jika penyewa properti diberikan kebebasan penuh tanpa pengawasan. (PR/DTK)
Discussion about this post