3. Dirayakan 2 kali dalam setahun
Dalam kalender Bali, setiap bulan terdiri dari 35 hari. Galungan dirayakan setiap 210 hari atau 6 bulan sekali. Hari Raya Galungan dirayakan cukup meriah karena setiap rumah maupun gedung-gedung perkantoran memasang penjor di sebelah kanan pintu masuk.
4. Memasang Penjor
Penjor banyak ditemui menjelang Hari Galungan di Bali. Penjor Galungan dipasang maksimal satu hari sebelum Hari Galungan tiba. Bukan cuma jadi dekorasi, Penjor punya makna filosofis yang mendalam, lho. Penjor terbuat dari bambu setinggi 10 meter dengan ujung yang melengkung. Bambu ini dihiasi janur dan dilengkapi berbagai hasil bumi, kue, kain berwarna putih dan kuning. Penjor adalah simbol sebuah Gunung yang digambarkan sebagai tempat Tuhan berada. Simbol ini dianggap sebagai doa untuk mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan.
5. Aktivitas selama perayaan Galungan
Saat perayaan Hari Raya Galungan biasanya sekolah dan kantor diliburkan, jadi masyarakat Bali bisa fokus beribadah. Biasanya mereka membuat menu khas Galungan seperti tapai ketan, lawar, dan nasi kuning. Mungkin kamu masih asing mendengar makanan bernama lawar. Lawar terbuat dari nangka, kacang panjang, daging, dan pisang batu. Bahan-bahan ini kemudian dicampur dengan berbagai rempah dan diberi darah ayam atau babi jika ingin dibuat menjadi lawar merah.
Seperti hari besar agama pada umumnya, saat Hari Galungan tiba biasanya masyarakat Bali berkumpul bersama keluarga. Bahkan banyak yang mudik agar bisa kumpul bersama keluarga besar. Mereka datang ke rumah kerabat sambil melakukan sembahyang bersama ke tempat suci. Mereka juga berkumpul sambil menyantap hidangan khas Galungan yang sudah disiapkan.
Demikian sederet fakta di balik perayaan Galungan di Bali, namun jangan lupa untuk terapkan protokol kesehatan mengingat pada saat ini masih dipase pandemi Covid 19 . Semoga bermanfaat. (CF/Google)







Discussion about this post