𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Bali mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bulan Bung Karno tahun 2026. Langkah strategis ini ditandai dengan digelarnya Rapat Persiapan Pelaksanaan Bulan Bung Karno 2026 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Denpasar, pada Senin (6/4/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Bapak Wayan Koster. Turut hadir dalam pertemuan penting ini jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali serta seluruh elemen Panitia Pelaksana Bulan Bung Karno 2026.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa peringatan Bulan Bung Karno tahun ini akan diisi dengan berbagai kegiatan komprehensif yang merangkul seluruh lapisan masyarakat. Agenda yang disiapkan menyentuh berbagai aspek, mulai dari olahraga, pelestarian lingkungan, pemajuan seni budaya, edukasi, hingga ekonomi kreatif. Total terdapat 13 rangkaian kegiatan yang siap digelar untuk menyemarakkan peringatan tahunan tersebut.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan utama adalah Gerakan Merawat Pertiwi. Aksi pelestarian lingkungan ini akan dilaksanakan bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga (hari memuliakan tumbuh-tumbuhan) pada Sabtu, 23 Mei 2026 mendatang. Gerakan ini akan dilakukan secara masif dan serentak di 9 kabupaten/kota se-Provinsi Bali.
Selain fokus pada pelestarian alam, DPD PDI-P Bali juga menyiapkan ragam kompetisi untuk menggali potensi generasi muda, mengedukasi masyarakat, serta melestarikan kearifan lokal Bali.
Berikut adalah rincian ke-13 kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangkaian Bulan Bung Karno 2026 di Bali:
• Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026 (U17) Provinsi Bali: Kompetisi sepak bola yang bertujuan memasyarakatkan olahraga dan menjaring bibit unggul dari desa.
• Gerakan Merawat Pertiwi: Aksi serentak pelestarian alam di 9 kabupaten/kota bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga (23 Mei 2026).
• Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru: Ajang adu wawasan bagi generasi muda terkait arah dan visi pembangunan Bali ke depan.
• Lomba Karya Tulis Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru: Wadah intelektual untuk menuangkan gagasan strategis demi kemajuan Bali.
• Utsawa Widyatarka Susastra Bali: Kegiatan pelestarian susastra dan bahasa daerah kebanggaan masyarakat Bali.
• Lomba Barista Kopi Bali: Kompetisi untuk mendorong potensi ekonomi kreatif sekaligus mengangkat nilai komoditas kopi lokal.
• Lomba Konten Kreatif “Bali Bersih Sampah”: Kampanye kebersihan lingkungan yang dikemas kekinian melalui platform digital.
• Lomba Fashion Bulan Bung Karno: Ajang unjuk kreativitas bagi para desainer dan pelaku fesyen lokal.
• Lomba Design Kreatif Motif Endek Bali: Upaya nyata dalam pelestarian dan inovasi kain tenun tradisional khas Bali.
• Lomba Baca Puisi: Mengasah kemampuan seni literasi dan apresiasi karya sastra.
• Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali: Mengedepankan kesehatan jasmani yang berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal.
• Lomba Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal Barong Ketet “Superstar”: Ajang bergengsi pelestarian seni pertunjukan tradisional Bali yang selalu dinantikan masyarakat.
• Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual: Edukasi mengenai pentingnya perlindungan hak cipta dan merek bagi para kreator maupun inovator di Bali.
Rangkaian kegiatan yang padat ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang seremonial untuk mengenang spirit dan ajaran Bapak Proklamator Ir. Soekarno.
Lebih dari itu, kegiatan ini ditargetkan mampu memberikan dampak nyata bagi pelestarian alam, pemajuan kebudayaan, serta peningkatan kesejahteraan krama Bali yang sejalan dengan visi pembangunan daerah (aa).





