5. Hidup bisa berubah seketika saat pintu kebaikan terbuka. Jalan paling elegan mengetuk daun pintunya adalah dengan tidak meratap lama-lama

Makin dewasa, kita tentu enggan dong disebut alay atau cabe-cabean? Semua harus bisa dilakukan dengan lebih elegan. Putus cinta tidak harus membuat kita terlihat menye-menye di dunia maya. Kemarahan terhadap bos atau rekan kerja tidak perlu disampaikan pada dunia. Menjadi dewasa ternyata sepaket dengan kesadaran bahwa energi buruk tak perlu dibagi ke mana-mana.
Namun sesungguhnya hidup tidak sejahat itu. Di tengah semua gempuran yang datang padamu jalan kebaikan sedang menunggu. Ia bisa datang dari ajakan teman untuk mendaftar di perusahaannya yang sedang membutuhkan program officer baru, kenalan random yang kemudian mengenalkanmu pada founder start up yang sesuai passionmu, sampai dari 2 gelas kopi yang dinikmati bersama dengan kawan yang kini jadi rekan bisnismu.
Hidup akan berbaik hati pada mereka yang tak meratap dan hanya menunggu. Kenapa tidak bergerak jika memang hidup menawarkan banyak pintu?
6. Akan ada masa kita tertawa geli saat melihat kembali apa yang sudah dilalui. Ternyata begini. Sesekali hidup hanya harus dijalani. Bukan dimengerti

Beberapa tahun lagi, masalah yang membuat kita susah tidur saat ini tak akan terasa sesignifikan sekarang lagi. Harga pampers anak terasa lebih menyesakkan dibanding tetek bengek skripsi. Cicilan KPR yang tiap bulan menanti tak ada apa-apanya dibanding lebam yang tercipta karena patah hati.
Suatu saat nanti, kita akan terkikik geli melihat apa yang sudah dilalui selama ini. Kemudian menepukkan tangan sendiri ke bahu dan berkata ringan pada diri sendiri,
Kebaikan masih banyak menunggu di luar sana. Meski sekarang sedang jatuh dan merasa dipercundangi semesta, tolong jangan berhenti percaya. Kebaikan semesta pasti tiba. Pada masa terbaiknya. (CF/Google)







Discussion about this post