Balipustakanews.com, Denpasar – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh masyarakat Pulau Dewata. Permintaan maaf ini disampaikan merespons sejumlah peristiwa gesekan yang melibatkan oknum warga asal NTT di beberapa wilayah Bali.
Pernyataan tersebut disampaikan Johni usai menggelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Bali, Wayan Koster beserta unsur Forkopimda di Ruang Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (30/1).
“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan keprihatinan yang mendalam serta penyesalan atas peristiwa yang melibatkan oknum warga asal NTT dengan warga masyarakat Bali,” kata Johni dalam keterangan resminya.
Di hadapan Gubernur Koster, Johni mengakui bahwa insiden-insiden tersebut telah mencederai ketenangan dan keharmonisan yang selama ini terjaga. Oleh sebab itu, mewakili Pemprov dan masyarakat NTT, ia memohon maaf kepada tokoh adat, tokoh agama, serta Pemerintah Provinsi Bali.
“Menyadari bahwa tindakan saudara-saudari kami tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban umum (kamtibmas) dan harmoni yang selama ini terjalin, tetapi juga menciderai tatanan sosial masyarakat Bali yang menjunjung tinggi kedamaian,” lanjutnya.
Imbauan Keras untuk Warga NTT
Dalam pernyataan sikapnya, mantan Kadiv Hubinter Polri tersebut menekankan tujuh poin penting. Salah satunya, ia meminta seluruh perantau asal NTT di Bali—baik yang bekerja maupun menempuh pendidikan—untuk mampu beradaptasi, menghormati, dan menaati norma hukum serta adat budaya yang berlaku.
Ia menegaskan, kehadiran warga NTT harus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kedamaian di lingkungan tempat tinggalnya. Terkait oknum yang bermasalah, Johni menegaskan dukungan penuhnya kepada aparat.
“Pemprov NTT mendukung langkah-langkah penegakan hukum oleh APH (Aparat Penegak Hukum) terhadap warga NTT yang melakukan pelanggaran hukum, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegas Johni.
Kendati demikian, Johni berharap Gubernur Koster dan masyarakat Bali tidak menggeneralisasi perbuatan tercela segelintir oknum tersebut. Ia mengingatkan bahwa hubungan emosional antara warga NTT dan Bali telah terjalin lebih dari 70 tahun, di mana kedua masyarakat telah saling berbaur membangun daerah masing-masing.
Pertemuan tingkat tinggi ini digelar khusus untuk membahas hubungan harmonis antarwarga kedua provinsi. Turut hadir mendampingi Gubernur Koster dalam pertemuan tersebut antara lain Pangdam Udayana, Kapolda Bali, Kajati Bali, Danrem Wirasatya, Bupati Karangasem, Wakil Wali Kota Denpasar, serta Sekda Badung.
Sementara itu, jajaran Pemprov NTT yang hadir mendampingi Wagub Johni Asadoma meliputi Bupati Sumba Timur, Bupati Sumba Barat Daya, dan Wakil Bupati Sumba Tengah (Red).





