Balipustakanews.com, Jakarta – Pelaksanaan hari kedua Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan diisi dengan pembahasan serius mengenai isu lingkungan hidup dan mitigasi bencana. Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, Putu Eka Nurcahyadi, di sela-sela kegiatan Rakernas PDI Perjuangan yang digelar di Ecopark Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Menurut Putu Eka, arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya kepekaan seluruh kader partai terhadap persoalan lingkungan.
Ia menegaskan, kepedulian tidak boleh hanya muncul saat bencana terjadi, tetapi harus diwujudkan sejak awal melalui upaya menjaga lingkungan dari berbagai potensi bencana.
“Ibu Ketua Umum menegaskan agar seluruh kader peka terhadap masalah lingkungan. Bukan hanya bagaimana kita hadir saat bencana, tetapi bagaimana kita menjaga lingkungan dari potensi-potensi bencana. Ini serius dan harus dilaksanakan oleh kader-kader PDI Perjuangan,” ujar Putu Eka.
Ia menjelaskan, dalam rangkaian bimbingan teknis (bimtek) hari kedua, anggota fraksi kembali mengangkat sejumlah materi dari para narasumber yang fokus pada isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Beberapa materi yang dibahas antara lain pembangunan berbasis kawasan dan potensi lokal, panel bertajuk “Bumi Tidak Baik-Baik Saja: Merawat Bumi Menyelamatkan Masa Depan Generasi Muda”, serta materi “Bencana Bukan Takdir: Peran Kebijakan Publik dan Tata Ruang.”
Putu Eka menambahkan, materi-materi tersebut diharapkan dapat memperkuat perspektif kader dan anggota legislatif PDI Perjuangan dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan, penataan ruang, dan upaya pengurangan risiko bencana di daerah.
“Ini menjadi bekal penting bagi kami di fraksi agar ke depan kebijakan yang lahir tidak hanya berorientasi pada pembangunan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat,” katanya.
Rakernas PDI Perjuangan menjadi forum strategis partai untuk menyamakan arah kebijakan sekaligus memperkuat peran kader dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, termasuk krisis lingkungan dan ancaman bencana (red).






