๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐๐ฒ๐บ – Wakil Gubernur (Wagub) Bali, I Nyoman Giri Prasta, mendampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia, Muhammad Qodari, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, pada Senin (6/4/2026).
Proyek strategis yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu ini menelan nilai kontrak sebesar Rp 255,5 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025โ2026.
Hingga minggu ke-15 pelaksanaannya (periode 30 Maretโ5 April 2026), Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Kementerian PUPR, Jonny, melaporkan progres pembangunan telah mencapai angka 19,41 persen.
Dalam kunjungannya, Muhammad Qodari menekankan pentingnya kualitas konstruksi bangunan yang akan digunakan oleh para siswa tersebut.
“Bangunan ini harus memiliki kekuatan, memberikan fungsi, dan estetika. Jadi, ketiga variabel tersebut harus dijalankan dengan baik,” pesan Qodari kepada pihak pelaksana proyek.
Qodari menjelaskan, kehadirannya di Karangasem adalah untuk memastikan secara langsung bahwa program yang dicanangkan pemerintah pusat berjalan sesuai target dan tepat sasaran.
Ia juga merespons berbagai masukan dari jajaran Pemerintah Provinsi Bali. Salah satunya terkait laporan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Provinsi Bali mengenai perbedaan data siswa kategori desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin), serta tantangan program berasrama di mana sejumlah anak dan orang tua masih enggan berpisah.
Terkait tata kelola ke depanโapakah akan bernaung di bawah Kementerian Sosial atau Kementerian Dalam NegeriโQodari berjanji akan membawanya ke rapat tingkat pusat. “Hal ini akan kami sampaikan langsung ke kementerian terkait di pusat untuk dicarikan solusi,” jelasnya.
Di sisi lain, Qodari mengapresiasi pemilihan lokasi Sekolah Rakyat yang strategis karena dekat dengan jalan raya dan berada di lingkungan yang terus berkembang. Ia memastikan pemerintah pusat akan menyiapkan tenaga pengajar terbaik untuk sekolah ini.
“Kami akan menyiapkan guru-guru yang terseleksi dengan baik untuk mengajar para siswa di Sekolah Rakyat,” tambahnya. Ia juga meminta jajaran pemerintah daerah di Bali untuk aktif mendata siswa miskin agar bisa masuk ke program afirmasi pendidikan berasrama gratis tersebut.
Sementara itu, Giri Prasta menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat sangat dinantikan dan dibutuhkan untuk menekan angka kemiskinan di Pulau Bali, khususnya di Karangasem.
“Sarana dan prasarana Sekolah Rakyat ini juga sangat memadai, lengkap dengan laptop dan akses internet. Oleh karena itu, program ini harus dikoordinasikan dengan orang tua dan para siswa agar dapat berjalan dengan baik serta mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045,” ujar Giri Prasta.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dusun Tulamben, Nyoman Suastika, menyampaikan aspirasi agar warga lokal dilibatkan untuk bekerja di Sekolah Rakyat, baik sebagai guru, tenaga administrasi, maupun petugas kebersihan dan perkebunan.
Menanggapi hal tersebut, Qodari bersama Giri Prasta langsung menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk memfasilitasi pelibatan warga lokal yang memenuhi persyaratan.
Sebagai informasi, kompleks Sekolah Rakyat di Karangasem ini nantinya akan menjadi pusat pendidikan terpadu. Lingkup pekerjaannya sangat komprehensif, meliputi pembangunan gedung SD, SMP, SMA, empat gedung asrama putra dan putri, dua gedung rumah susun bagi guru, rumah ibadah, gedung serbaguna, hingga fasilitas penunjang lainnya seperti klinik, kantin, dan kawasan olahraga (aa).





