Balipustakanews.com, Karangasem – Petani di Desa Sinduwat, Kecamatan Banjar Dinas Iseh, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, mengeluhkan gagal panen. Pasalnya, benih padi bantuan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Distan PP) Kabupaten Karangasem banyak yang tidak berbuah.
Perbekel Sinduwati I Nengah Rumana mengungkapkan, benih bantuan yang disuplai PP Kabupaten Karangasem kepada petani di kabupatennya mencapai 700 kilogram (kg). Menurutnya, warga sudah menolak subsidi benih padi.
“Sejak awal, para petani menolak subsidi karena jenis benih padi yang diberikan tidak sesuai dengan struktur lahan,” kata Rumana, Minggu (28/4).
Petani, lanjut Rumana, terpaksa menabur benih dukungan tersebut. Meski begitu, banyak petani yang masih menggunakan benih padi yang biasa mereka tabur.
Rumana mengatakan, hasil panen petani di Sinduwat mengalami penurunan drastis. Ia mencontohkan, biasanya seorang petani menghasilkan 16 karung beras dalam sekali panen dari lahan sawah seluas 20 hektare. Sekarang petani hanya bisa menghasilkan sekitar 5 karung beras.
Tentu saja petani rugi. Misalnya saya punya sawah 80 hektar. Saya punya tiga petani, belum lagi biaya traktor, tinder, dll. Sawah seluas 28 hektare, sekitar 40 persen dari hasil panen, kata Rumana, para petani di Kecamatan Sinduwat biasanya menggunakan varietas Inpar 43.
Ia berharap pihak terkait mengambil tindakan sebelum menawarkan benih padi kepada petani. Ia menyayangkan kegagalan panen petani akibat salah bibit. Menurutnya, petani menanam benih pada waktu yang salah.
“Seharusnya petani menanam pada bulan November atau Desember. Petani di Kecamatan Sinduwat baru menanam benih pada bulan Januari, sehingga kehujanan saat mulai menanam. benihnya agar bisa tumbuh,” kata Siki Ngurah.
Siki Ngurah mengatakan, hasil panen petani di Sinduwat tidak terlalu buruk. Ia pun menolak menyebut kondisi kesuburan itu bias. “Besok saya akan cek ke tempatnya untuk melihat kondisi sebenarnya,” tutupnya. (PR/DTK)
Discussion about this post