Balipustakanews.com, Denpasar – Pertamina Patra Niaga memperluas inisiatif energi mandiri dengan menghadirkan program Desa Energi Berdikari di Desa Besakih, Karangasem, Bali. Desa ini terletak di kawasan hulu Bali yang dikelilingi hutan desa. Program tersebut diwujudkan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp serta baterai penyimpanan 20 kWh, dengan dukungan dari Terminal BBM Terintegrasi Manggis.
Energi bersih dari PLTS ini digunakan untuk membantu masyarakat sekitar, khususnya dalam pengolahan madu hutan dan penerangan area wisata berkemah. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal, seperti hasil hutan non-kayu, kegiatan reboisasi, serta ekowisata berbasis nilai-nilai kearifan lokal Tri Hita Karana.
Menurut Heppy Wulansari selaku Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, program ini berpotensi memberikan tambahan penghasilan bagi warga hingga Rp123 juta per bulan, baik dari sektor wisata maupun hasil hutan. Sementara itu, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Maha Wana Basuki, I Nyoman Artana, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian hutan Desa Besakih karena fungsinya sebagai daerah hulu sangat krusial untuk mencegah bencana dan perubahan iklim.
Sebelumnya, program serupa juga telah diterapkan di Denpasar, seperti di Kelurahan Serangan untuk mendukung konservasi penyu dengan PLTS 8,72 kWp dan baterai 10 kWh, serta di Kelurahan Peguyangan untuk pertanian kota melalui PLTS berkapasitas 21 kWp. (ant/pr)





Discussion about this post