• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Tuesday, February 3, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home Seni & Budaya

PENGERTIAN UPAKARA DAN MAKNA DARI UPAKARA

admin by admin
May 12, 2021
in Seni & Budaya
PENGERTIAN UPAKARA DAN MAKNA DARI UPAKARA
Share Share Share

ArtikelTerhubung

Gubernur Koster: Produk Lokal Tanpa Aksara Bali, Tak Usah Dipasarkan

Gubernur Koster: Produk Lokal Tanpa Aksara Bali, Tak Usah Dipasarkan

February 1, 2026
Jatiluwih: Keindahan yang Terusik

Jatiluwih: Keindahan yang Terusik

January 28, 2026

BALIPUSTAKANEWS – Upakara artinya pelayanan yang dengan ramah mewujudkan dengan banten yang dalam ajaran Siddhanta yang disebutkan upakara termasuk Yajna atau persembahan suci.

Dan sebagai perbuatan yang sangat mulia untuk dapat belajar membuat upakara  hendaknya juga terlebih dahulu dapat menyucikan laksana agar tingkat kesucian upakara yang dibuatnya  tersebut dapat dipertahankan.

Karena Upakara adalah sarana perantara untuk persembahan dan bhakti umat Hindu kepada Sang Hyang Widhi dan manifestasinya yang mana disebutkan kata “upakara” berasal dari kata upa+kara;

  • ”upa”, yang artinya perantara (jalaran), 
  • ”kara”, artinya sembah.

Sehingga untuk di Bali, ucapan upakara sebagai sarana perantara yang lebih mentradisi dengan sebutan ”yadnya (banten)” dengan tetandingan banten yang memiliki nilai religius tinggi.

Upakara yang sebagaimana juga disebutkan dalam acara agama umat Hindu ;

Di Jawa upakara  bisa disebut sesaji yang artinya sesuatu yang disajikan atau dihidangkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Namun demikian dengan adanya keterbatasan kemampuan umat Hindu yang bermacam-macam seperti halnya :

  • ada yang hanya hanya mampu melakukan pekerjaan dimana akan mengambil jalan Karma Yoga,
  • ada yang mampu dengan melaksanakan persembahyangan,
  • ada yang memiliki kekuatan jnana yoga yang tinggi,
  • juga ada yang lebih dari itu mampu menjalani marga sampai tingkat Raja Yoga.
  • dll

Sehingga dari uraian singkat diatas menunjukkan bahwa  sebetulnya dengan adanya upakara  sebagai perantara atau sesuatu yang disajikan kepada Hyang Widhi akan mendidik umat agar selalu ingat kepada-Nya.

Maka dari itu suatu wujud mebanten (tetandingan banten) dalam upakara disebutkan terdiri dari tiga kelompok, yaitu;

  1. Kelompok Banten Pangresikan, Pabresihan atau penyucian
  2. Banten ayaban atau Persembahan
  3. Kelompok banten sebagai pengharapan

Karena selain diri kita sendiri, alam semesta ini juga berada dalam pengaruh vibrasi energi kosmik yang bersifat tri Guna sehingga manusia patut melaksanakan upacara Panca Yadnya.

Oleh karena itu sarana kelengkapan upakara dalam aspek relegi pertamanan tradisional di Bali, sarana upakara terdiri dari air, daun, bunga, buah dan api. Selain unsur api dan air yang selebihnya merupakan unsur tanaman.

Dalam siwa siddhanta sebagaimana juga disebutkan upakara yadnya merupakan pelayanan dengan ramah diwujudkan dengan banten. Upakara termasuk Yajna atau persembahan suci. Baik sembahyang maupun persembahan Yajna memerlukan tempat pemujaan. Pemangku,  Balian Sonteng  dan Sulinggih mengantarkan persembahan umat kepada Tuhan dengan saa, mantra dan puja. Padewasan dan rerainan memengang peranan penting, yang mana pada semua ini ajaran sradha kepada Tuhan akan selalu tampak terwujud.

Misalnya saat Bhatara Siwa sebagai Dewata Nama Sanga diwujudkan dalam banten caru, beliau disimbulkan pada banten Bagia Pula Kerti, beliau dipuja pada puja Asta Mahabhaya, Nawa Ratna dan pada kidung belia dipuja pada kidung Aji Kembang.

  • Bhatara Siwa sebagai Panca Dewata dipuja dalam berbagai Puja,
  • Mantra dan saa, ditulis dalam aksara suci pada rerajahan
  • dan juga disimbulkan pada alat upacara serta aspek kehidupan beragama lainnya.

Demikian disebutkan beberapa hal tentang pengertian upakara sebagai sarana perantara sembah bhakti umat Hindu Dharma kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Tradisi yang berkaitan dengan upakara ini, di Bali disebutkan sebagai berikut :

  • Tradisi Ngambeg, sebagai pembelajaran sejak dini kepada anak-anak Bedulu untuk ngayah di Pura Samuan Tiga untuk dapat mengumpulkan bahan-bahan keperluan upakara yang akan digunakan saat pujawali atau piodalan di pura tersebut.
  • Pencarian kata-kata sukar dalam inventaris upakara yadnya. (CF/Google)

Tags: Seni Budaya
ShareSendTweet
Next Post
Kalian Wajib Tau, Berikut Ini Penyebab Kanker Getah Bening

Kalian Wajib Tau, Berikut Ini Penyebab Kanker Getah Bening

Discussion about this post

Respons DPRD Badung Usai Disentil Prabowo: Kami Sudah Mati-matian, tapi Ini Butuh Campur Tangan Pusat
Badung

Respons DPRD Badung Usai Disentil Prabowo: Kami Sudah Mati-matian, tapi Ini Butuh Campur Tangan Pusat

by reda/cy
February 3, 2026
0

Balipustakanews.com, Badung - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Lanang Umbara, menyampaikan tanggapan resmi terkait sorotan Presiden...

Read more
Respons Atensi Prabowo, TNI-Polri dan Pelajar Gelar Aksi Bersih Sampah di Kuta
Badung

Respons Atensi Prabowo, TNI-Polri dan Pelajar Gelar Aksi Bersih Sampah di Kuta

February 3, 2026
Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali
Bali

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali

February 3, 2026
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Respons DPRD Badung Usai Disentil Prabowo: Kami Sudah Mati-matian, tapi Ini Butuh Campur Tangan Pusat

Respons DPRD Badung Usai Disentil Prabowo: Kami Sudah Mati-matian, tapi Ini Butuh Campur Tangan Pusat

February 3, 2026
Respons Atensi Prabowo, TNI-Polri dan Pelajar Gelar Aksi Bersih Sampah di Kuta

Respons Atensi Prabowo, TNI-Polri dan Pelajar Gelar Aksi Bersih Sampah di Kuta

February 3, 2026
Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali

February 3, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya