Balipustakanews.com, Badung – Tim Penertiban Jaringan Utilitas Terpadu (PJUT) dari Pemkab Badung kembali melakukan penertiban terhadap kabel-kabel provider yang tidak lagi aktif di sepanjang Jalan Nelayan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, pada Sabtu sore (15/3). Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan kawasan bebas kabel udara.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, turut meninjau langsung pemotongan kabel oleh teknisi dari perusahaan telekomunikasi yang berada di bawah pengawasan tim PJUT. Saat ini, penertiban masih difokuskan pada kabel telekomunikasi, sementara kabel listrik belum ditindak.
“Kabel-kabel ini kami turunkan secara bertahap. Canggu sebagai destinasi wisata menjadi prioritas utama,” ujar Adi Arnawa usai memantau proses pemotongan.
Pemkab Badung telah menambahkan jalur jaringan utilitas bawah tanah di 21 titik jalan selama tahun 2023 dan 2024 sebagai bagian dari upaya perapihan infrastruktur.
Adi juga menyampaikan rencana penurunan seluruh kabel di sepanjang jalur dari Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga Nusa Dua dan Sunset Road. Namun, karena jalan tersebut berstatus nasional, pihaknya perlu berkoordinasi lebih lanjut dengan Balai Jalan Nasional.
Selama beberapa waktu terakhir, penataan kabel semrawut juga telah dilakukan di sejumlah lokasi seperti Jalan Dewi Sri, Jalan Kayu Tulang, dan Jalan Raya Seminyak. Adi menegaskan bahwa proses penertiban berjalan lancar berkat kerja sama yang baik dari para provider, dan menekankan pentingnya langkah ini demi menjaga estetika kawasan pariwisata.
Saat ini, 13 ruas jalan telah dipersiapkan untuk menampung jaringan kabel bawah tanah. Adi berharap langkah ini bisa menjawab keluhan masyarakat dan wisatawan terkait kabel yang mengganggu keindahan kota.
Sementara itu, penurunan kabel listrik masih tertunda karena masih menunggu anggaran dan persetujuan dari pihak PLN. Meski demikian, Adi menekankan agar proses ini segera dilanjutkan.
Ia juga mengakui bahwa selama proses penataan berlangsung, layanan internet sempat terganggu, namun memastikan jaringan akan kembali normal begitu kabel-kabel dipindahkan ke sistem bawah tanah yang telah disiapkan.
“Kalau ada gangguan itu wajar, tapi saya akan terus mendorong penataan ini selama masa jabatan saya,” tutupnya. (PR/DTK)





Discussion about this post