Balipustakanews.com, Badung – Pelabuhan Benoa terus menunjukkan geliatnya sebagai gerbang wisata bahari Bali. Selama tiga tahun terakhir, arus kunjungan kapal pesiar meningkat signifikan, dan pada 2026 tercatat sudah ada 73 cruise yang dijadwalkan berlabuh. Pertumbuhan ini menegaskan Benoa sebagai simpul penting dalam jaringan wisata maritim internasional.
Pada Jumat (14/11/2025), dua kapal pesiar mewah Viking Venus dan Silver Moon bersandar bersamaan di dermaga internasional. Kedatangan keduanya membawa lebih dari 2.000 wisatawan dan menambah daftar kunjungan kapal asing ke Bali. “Hal ini menjadi salah satu pertanda Bali Maritime Tourism Port (BMTH) sukses menjadi magnet dunia pariwisata internasional di Bali,” ujar General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gede Agung Mataram.
Data Pelindo menunjukkan bahwa pada 2023, sebanyak 18 cruise mengunjungi Benoa dengan jumlah penumpang mencapai 78.241 orang. Angka itu melonjak tajam pada 2024, ketika 56 cruise membawa lebih dari 107 ribu penumpang. Tren positif ini masih berlanjut pada 2025, di mana hingga awal November sudah ada 49 kapal dengan total 96.013 wisatawan. Pelindo memperkirakan jumlahnya dapat mencapai 66 kapal pada akhir tahun.
Agung menjelaskan bahwa fasilitas Pelabuhan Benoa terus ditingkatkan agar mampu melayani intensitas kedatangan yang kian tinggi. “Saat ini Pelabuhan Benoa memiliki kapasitas eksisting terminal internasional sebanyak 3.000 orang dan fasilitas dermaga 500 meter,” ujarnya. Ke depan, dermaga akan diperpanjang hingga total 1.300 meter sehingga empat kapal pesiar dapat bersandar bersamaan.
Secara operasional, Benoa sudah terbukti mampu menangani kunjungan cruise serempak. Pada Februari 2025 misalnya, tiga kapal pesiar bersandar pada waktu yang sama tanpa kendala berarti. Terminal internasional juga telah disiapkan untuk melayani proses embarkasi dan debarkasi hingga 3.000 penumpang dalam satu waktu.
Penataan dan pengembangan Benoa dilakukan melalui proyek besar Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional. Kawasan ini dirancang sebagai pusat wisata maritim terintegrasi yang mencakup area marina, ruang hiburan, taman, hingga fasilitas multipurpose.
Sub Regional Head Pelindo Bali Nusra, Fariz Hariyoso, menyebut pembangunan infrastruktur BMTH kini telah tuntas sepenuhnya. Ia juga memastikan keterlibatan investor dalam pengembangan kawasan semakin intens. Salah satunya PT Marina Development Indonesia (MDI) yang tengah membangun area marina di zona pengembangan BMTH tahap pertama. “Nantinya akan dibangun dermaga ponton yang siap menampung sekitar 180 kapal yacht di BMTH,” ujarnya.
Dengan penguatan fasilitas, bertambahnya investor, dan kapasitas dermaga yang terus ditingkatkan, Pelabuhan Benoa kian siap menegaskan perannya sebagai home port tourism dan pusat pertumbuhan wisata bahari di Bali. (pr)





