๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฎ๐ฑ๐๐ป๐ด – Perasaan kecewa sempat menyelimuti Ni Kadek Ayu Dwi Oktaviani, salah satu atlet Shorinji Kempo kebanggaan Bali. Niat hati ingin berangkat dengan penuh semangat menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kempo 2026 di Jakarta, ia justru harus menelan kenyataan pahit tertinggal rombongan pesawat.
Insiden pada Rabu (8/4/2026) pagi itu memaksanya merogoh kocek pribadi untuk membeli tiket pesawat pengganti secara mendadak.
Saat duduk menanti penerbangan di ruang tunggu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan perasaan cemas dan campur aduk, sebuah kebetulan yang tak terduga mengubah harinya. Di ruang tunggu yang sama, ia berpapasan langsung dengan Gubernur Bali, Wayan Koster.
Saat itu, sang Gubernur juga tengah bersiap menempuh penerbangan menuju Jakarta. Diketahui, Koster diagendakan untuk menghadiri rapat bersama Komisi V DPR RI guna membahas percepatan dan sinergi pembangunan program prioritas, khususnya terkait sarana prasarana infrastruktur dan konektivitas transportasi pariwisata di Pulau Dewata.
Di sela-sela agenda strategis bernilai besar tersebut, pertemuan singkat tanpa protokol maupun seremoni terjadi antara orang nomor satu di Bali itu dengan sang atlet muda. Gubernur Koster menyempatkan diri menghampiri dan berbincang hangat dengan Kadek.
Kesedihan Kadek pun perlahan sirna berganti senyum simpul. Gubernur Koster memberikan suntikan moral dan pesan sederhana agar sang atlet tidak berkecil hati, melainkan tetap semangat dan optimistis dalam menghadapi kejuaraan di Jakarta.
Bagi Kadek, wejangan tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan energi baru setelah sempat terpuruk akibat insiden tiket penerbangan.
โTadi bapak bilang agar semangat dan optimis mengikuti kejuaraan. Kalau sudah datang (pulang), katanya jangan lupa ke Jayasabha,โ ujar Kadek dengan raut wajah yang kembali ceria.
Undangan langsung untuk berkunjung ke Jayasabhaโrumah jabatan Gubernur Baliโmenjadi bukti nyata dan simbol dukungan moril pemerintah daerah terhadap para atletnya yang berjuang di kancah nasional.
Pertemuan di bandara itu memang hanya berlangsung beberapa menit. Namun, bagi Kadek, momen tersebut menjadi pengingat bahwa ia tidak pernah berjuang sendirian di arena pertandingan.
Ketika sang Gubernur melanjutkan perjalanannya untuk membahas masa depan infrastruktur pariwisata Bali di ibu kota, ia juga telah berhasil menanamkan dukungan yang tak kalah penting bagi seorang generasi muda. Sebuah bukti bahwa pembangunan di suatu daerah tidak selalu hanya tentang jalan, beton, dan jembatan, melainkan juga pembangunan semangat warganya di waktu yang seringkali tak terduga (aa).





