Balipustakanews.com, Klungkung – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra memimpin Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Kelurahan, dan Desa di wilayah Kecamatan Banjarangkan. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Camat Banjarangkan, Rabu (6/8) ini menjadi ajang koordinasi sekaligus sarana menyerap aspirasi dari para Perbekel terkait tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa.
Dalam forum tersebut, sejumlah Perbekel menyampaikan berbagai permasalahan yang masih menjadi pekerjaan rumah, terutama di bidang infrastruktur. Keluhan utama yang muncul yakni kondisi jalan kabupaten yang dinilai tidak memadai. Para Perbekel berharap agar perbaikan jalan tidak dilakukan sekadar tambal sulam, melainkan dengan pengaspalan menyeluruh serta pembangunan beton di bibir jalan agar lebih kuat dan tidak cepat rusak. Persoalan drainase juga turut disorot, mengingat kondisi yang ada seringkali menimbulkan genangan saat musim hujan.
Tak hanya infrastruktur, masalah persampahan juga kembali mencuat. Beberapa Perbekel mengaku masih kesulitan mengubah perilaku warganya agar mau mengolah sampah sejak dari rumah. Perbekel Desa Tihingan bahkan secara khusus mengusulkan agar Pemerintah Daerah memfasilitasi lahan untuk pengembangan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di desa setempat.
Selain itu, Perbekel Desa Tihingan juga menyoroti ketidaksinkronan data kependudukan antara desa dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Hal ini kerap terjadi karena proses pemisahan Kartu Keluarga (KK) yang terlalu mudah dilakukan, sehingga data desa tidak selalu sejalan dengan data kabupaten.
Menanggapi hal itu, Wabup Tjok Surya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung telah merancang program perbaikan jalan sepanjang 6 kilometer di wilayah Banjarangkan. Ia juga menugaskan Disdukcapil agar rutin berkoordinasi dengan pemerintah desa, sehingga persoalan data kependudukan dapat diatasi dan berjalan sinkron.
“Data kependudukan harus tertib dan akurat, karena ini menyangkut pelayanan dasar masyarakat. Selain itu, mohon agar data warganya dipastikan semua sudah terdaftar dan dilindungi BPJS Kesehatan,” ujar Wabup Tjok Surya.
Terkait permasalahan sampah, Wabup menyampaikan langkah strategis Pemda dengan memasang mesin pengolah sampah berkapasitas besar di wilayah Kecamatan Banjarangkan. Kehadiran mesin ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi timbulan sampah yang terus meningkat. Namun demikian, ia tetap menekankan pentingnya peran aktif pemerintah desa bersama masyarakat dalam melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pengolahan sampah dari sumbernya.
“Mesin pengolah sampah hanya akan efektif jika masyarakat ikut berperan. Karena itu, para Perbekel jangan bosan-bosan mengingatkan warga agar mau memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. Mari kita jaga lingkungan bersama agar tetap bersih, sehat, dan bebas dari sampah plastik,” tegasnya.
Monev ini diakhiri dengan penekanan komitmen bersama antara Pemkab Klungkung, kecamatan, dan desa untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Banjarangkan. Pemerintah daerah berkomitmen hadir untuk menjawab persoalan infrastruktur dan lingkungan, sekaligus mendorong desa lebih proaktif dalam mengedukasi masyarakat menuju tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang lebih baik.







Discussion about this post