Balipustakanews.com, Klungkung – Lima pedagang kantin SMPN 3 Banjarangkan, Klungkung, mendapat pembinaan khusus dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Klungkung bersama Puskesmas I Banjarangkan pada Rabu (3/9). Langkah ini dilakukan menyusul kasus keracunan makanan yang dialami puluhan siswa setelah mengonsumsi nasi bungkus yang dijual di kantin sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 3 Banjarangkan, Ketut Sudasma, menekankan pentingnya menjaga higienitas dalam mengolah makanan. Ia mengingatkan para pedagang agar tidak merasa lengah hanya karena sudah lama berdagang. Menurutnya, bakteri bisa datang dari berbagai sumber, mulai dari tangan, lalat, hingga kebersihan alat masak. “Saya yakin ibu-ibu tidak berniat, tapi tetap saja ini kelalaian karena ada bukti. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir,” ujarnya di hadapan seluruh pedagang.
Dari hasil uji laboratorium, diketahui bahwa makanan dalam nasi bungkus tersebut tercemar bakteri E. coli. Selain itu, pemeriksaan terhadap air keran di kantin juga menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Klebsiella sp dan Bacillus sp. Hal ini terungkap dari pemeriksaan melalui metode kultur pada makanan, alat masak, hingga pengolahan pangan di lokasi.
Puskesmas Banjarangkan I kemudian memberikan sejumlah rekomendasi untuk mencegah kasus serupa terulang. Pedagang diminta lebih selektif dalam memilih bahan makanan, hanya menjual masakan yang diolah pada hari yang sama, serta memastikan peralatan masak dicuci bersih dan dikeringkan. Tempat sampah di kantin pun wajib ditutup rapat karena berpotensi menjadi sarang lalat dan kecoa.
Selain itu, alat masak seperti talenan dan penggorengan juga menjadi perhatian karena berpotensi menyimpan kuman. Oleh karena itu, pedagang diwajibkan memisahkan alat untuk bahan mentah dengan yang sudah matang. Saat memasak, mereka juga diharuskan memakai celemek, masker, sarung tangan, penutup kepala, serta menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun.
Ketut Sudasma menambahkan bahwa Diskes juga menganjurkan kantin untuk menutup makanan dengan tudung saji alih-alih plastik, sekaligus mendorong pedagang agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang disediakan.
Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, menegaskan pihaknya akan melakukan tindak lanjut, seperti inspeksi kesehatan lingkungan di area kantin sekolah, pengawasan sanitasi dan higienitas, pemeriksaan kesehatan rutin pedagang, serta penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Terkait temuan air yang terkontaminasi, pihaknya juga berkoordinasi dengan PDAM untuk memastikan kualitas air lebih terjaga dengan monitoring berkala.
Diketahui sebelumnya, sebanyak 26 siswa SMPN 3 Banjarangkan mengalami keracunan setelah makan nasi campur di kantin pada Rabu (13/8). Para siswa mengalami gejala muntah dan lemas sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis di Puskesmas terdekat. (dtk/pr)






Discussion about this post