𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali masa bakti 2026-2031.
Acara tersebut berlangsung di Bali International Hospital, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Kota Denpasar, pada Rabu (18/2/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyoroti capaian positif pariwisata Pulau Dewata sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk bersatu mencari solusi atas permasalahan yang ada di Bali.
Menurut Gubernur Koster, keberhasilan pariwisata Bali tidak lepas dari konsep pembangunan yang mengusung prinsip satu kesatuan wilayah, yakni “1 Pulau, 1 Pola, dan 1 Tata Kelola” demi menjaga bumi Bali (nindihin gumi Bali).
Berkat strategi tersebut, kontribusi pariwisata Bali pada tahun 2025 meningkat dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 7,05 juta orang, dari total 15,39 juta wisman secara nasional. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian sebelumnya di angka 6,3 juta orang.
“Keadaan Bali ini yang perlu kita pertahankan, bila perlu kita tingkatkan ke depannya. Maka dari itu, saya mengajak seluruh stakeholder yang hadir dalam acara ini untuk bersama bersatu, berpegang teguh pada kiat-kiat kemajuan pariwisata membangun Bali,” ujar Gubernur Koster dalam keterangannya, Rabu.
Gubernur Koster menegaskan, narasi bahwa Bali bertumpu pada sektor pariwisata bukan sekadar pepatah semata, melainkan harus diwujudkan lewat tindakan nyata.
“Kita harus wujudkannya dengan tindakan nyata mencari solusi dari permasalahan Bali yang ada dengan bekerja bersama, bekerja fokus, tulus lurus,” imbuhnya.
𝗧𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶
Lebih lanjut, Gubernur Koster tidak menampik bahwa pesatnya perkembangan pariwisata juga membawa sejumlah tantangan berat. Saat ini, Bali tengah menghadapi masalah kapasitas infrastruktur dan transportasi publik yang belum memadai.
Selain itu, tingginya alih fungsi lahan sawah serta maraknya kasus penodaan tempat-tempat suci menjadi perhatian serius. Hal tersebut dinilai dapat merusak pakem dan keorisinalan budaya Bali.
Untuk mengatasi persoalan itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus berupaya merumuskan strategi pemantapan.
Langkah yang diambil di antaranya adalah percepatan program infrastruktur strategis, pelarangan pembangunan di kawasan hijau, serta peningkatan pengawasan keamanan di tempat suci keagamaan.
Di akhir sambutannya, Gubernur Koster berharap kepengurusan baru DPW NCPI Provinsi Bali dapat bersinergi mendukung program-program pemerintah guna mewujudkan kepariwisataan Bali yang berbasis budaya, berkualitas, dan bermanfaat.
𝗠𝗼𝗺𝗲𝗻𝘁𝘂𝗺 𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶𝘀
Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan DPW NCPI Provinsi Bali, I Made Mendra Astawa menjelaskan, acara pengukuhan ini turut dirangkaikan dengan kegiatan Bali Economy Investment Forum.
“Kegiatan ini bukan hanya seremoni organisasi, tetapi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali,” jelas Mendra.
Pertumbuhan ekonomi tersebut, kata dia, akan difokuskan pada sektor yang berbasis pada budaya, pariwisata, kesehatan, dan ekonomi hijau.
Sebagai informasi, dalam acara tersebut, Ketua Umum DPP NCPI Dr. Gusti Kade Sutawa, S.E. secara resmi melantik Agus Maha Usadha sebagai Ketua DPW NCPI Provinsi Bali masa bakti 2026-2031, beserta jajaran dewan pengurus lainnya (red/aa).





