Balipustakanews.com, Denpasar – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack, menegaskan akan menyurati partai politik (parpol) untuk menegur anggotanya yang kerap membolos dalam rapat paripurna.
Langkah ini diambil guna menegakkan tata tertib dewan, di mana anggota DPRD maksimal hanya diperbolehkan tidak mengikuti rapat paripurna sebanyak tiga kali berturut-turut.
“Kami serahkan kepada DPD partai masing-masing. Karena ini fraksi, bukan di DPRD yang mengadili. Nanti kami akan surati DPD partai masing-masing,” kata Dewa Jack usai memimpin Rapat Paripurna DPRD Bali di Kantor Gubernur Bali, Selasa (20/1).
Dalam rapat paripurna yang digelar hari ini, tercatat delapan dari total 55 anggota dewan absen. Selain itu, satu kursi anggota DPRD Bali dari Fraksi Partai Gerindra masih kosong dan dalam proses pergantian antarwaktu (PAW) pasca meninggalnya I Nyoman Ray Yusha pada Oktober 2025 lalu.
Berbeda dari biasanya yang hanya menyebutkan jumlah anggota hadir, kali ini Dewa Jack secara spesifik membacakan absensi jumlah anggota fraksi yang tidak hadir di awal rapat.
“Dengan adanya absensi ini, mudah-mudahan semua aware bahwa pentingnya kita dalam setiap sidang hadir,” imbuh politikus PDI Perjuangan tersebut.
Langkah tegas Dewa Jack mendapat respons positif dari Gubernur Bali, Wayan Koster. Gubernur Koster menilai penyebutan absensi secara lengkap per fraksi penting untuk memastikan rapat memenuhi kuorum. Ia lantas membandingkan mekanisme tersebut dengan pengalamannya saat menjabat sebagai anggota DPR RI.
“Di DPR RI itu setiap rapat paripurna selalu diawali dengan kuorum kuota yang hadir dan jumlah fraksi yang hadir. Jadi ketahuan siapa yang rajin siapa yang malas,” ujar Gubernur Koster.
Gubernur Bali dua periode itu menambahkan bahwa kedisiplinan kehadiran sangat krusial, bahkan di tingkat pusat sanksi tegas menanti bagi mereka yang abai.
“Kalau sampai empat kali berturut-turut tidak hadir, itu diberikan sanksi,” pungkasnya (red).





