Balipustakanews.com, Jakarta – Menanggapi laporan Gubernur Koster, Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Cheka Virgowansyah menyatakan pihaknya siap segera memproses laporan Raperda terkait penambahan penyertaan modal BPD Bali tersebut.
Di luar urusan perbankan, Cheka memberikan apresiasi khusus terhadap tata kelola pemerintahan Bali. Ia menilai Bali mampu menjaga dan memajukan kebudayaan secara mandiri tanpa harus menyandang status daerah istimewa ataupun menerima insentif khusus dari pusat.
“Bali tidak mendapat insentif keistimewaan, tetapi kebudayaannya justru maju dan lestari. Aktivitas budaya hidup dan menjadi adat yang dijalankan sehari-hari. Ini luar biasa,” ujar Cheka.
Cheka menilai keberhasilan Bali mempertahankan keaslian budaya justru menjadi magnet utama sektor pariwisata. Menurutnya, wisatawan asing datang bukan untuk mencari modernitas, melainkan pengalaman otentik.
“Local genius itu mahal. Wisatawan tidak mau melihat mal bangunan modern bertingkat, mereka ingin melihat budaya, upacara adat, dan kearifan lokal setempat. Ini yang harus dijaga,” tegasnya.
𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗰𝗼𝗻𝘁𝗼𝗵𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗟𝗮𝗶𝗻
Dalam kesempatan itu, Cheka juga membuka peluang bagi daerah lain di Indonesia untuk belajar dari Bali. Ia mencontohkan keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesehatan Tradisional Bali yang dinilai sangat inovatif.
Menurut Cheka, fasilitas tersebut adalah bukti nyata bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan publik resmi.
“Ini contoh konkret bagaimana kearifan lokal bisa dilembagakan dan dikembangkan. Daerah lain yang punya kekhasan serupa bisa belajar dari Bali,” tambahnya.
Pertemuan antara Gubernur Koster dan Dirjen Otda ini sekaligus menegaskan posisi Bali yang tidak hanya fokus pada penguatan ekonomi melalui BPD Bali, tetapi juga konsisten menjadikan budaya sebagai fondasi utama pembangunan daerah (red).





