BALIPUSTAKANEWS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Nusa Tenggara Barat atau NTB . Kedatangan Ganjar yang bertepatan dengan ajang World Superbike atau WBSK ini bertujuan mengenal kuliner khas Sasak dan kopi Lombok.
Ganjar Pranowo yang juga Ketua Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia atau Persada Indonesia, menjadi penyiar tamu dan bincang-bincang bertajuk “Ganjar jadi Penyiar, Sukses Muda, Jangan Tunggu Tua”. Pada kesempatan itu, Ganjar memandu diskusi bersama Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid dan dua Pemuda Inspiratif dari Lombok Barat, yakni Dodi Ari Wibowo sebagai Perancang Roasting Coffe Berbasis Android dan Munajab sebagai Inisiator Wisata Kuliner Tanjung Bias.
Ganjar Pranowo kemudian bertanya tentang racikan bumbu Sasak dan kopi Lombok yang begitu khas dan memanjakan lidah. “Tadi saya sudah makan pelecing dan ayam taliwang. Rasanya luar biasa, apalagi bumbunya,” kata Ganjar Pranowo. Menurut dia, bumbu Sasak dalam aneka kuliner di Lombok bisa menjadi daya tarik pariwisata.
Minuman kopi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari wisata kuliner turut diulas. Ganjar Pranowo bertanya tentang jenis kopi yang ditanam di Kabupaten Lombok Barat, apakah robusta atau arabika? “Kopi merupakan bagian penting dalam wisata kuliner karena penyajian dan pengolahannya bisa menjadi atraksi pariwisata,” ujarnya.
Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid mengatakan, bumbu Sasak yang asli hanya bisa ditemukan di Nusa Tenggara Barat. Bumbu ini dapat disandingkan dengan berbagai menu, seperti hidangan laut atau seafood, olahan ayam, dan sayuran. “Bumbu ini diracik dengan cita rasa khas Sasak yang identik dengan rasa pedas,” katanya.
Sementara kopi Lombok, menurut Fauzan Khalid, ditanam di dataran tinggi wilayah Kabupaten Lombok Barat bagian utara. Fauzan Khalid lantas mengajak Ganjar Pranowo untuk touring sepeda motor ke kebun kopi dan bertemu langsung dengan para petani.
“Kopi Lombok Barat punya cita rasa khas yang sangat diminati oleh penikmat kopi,” kata Fauzan Khalid. “Kalau ingin kopi istimewa silakan menikmati di Lombok Barat.”
(LP/GOOGLE)
Discussion about this post