๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Wakil Gubernur (Wagub) Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali di Hongkong Garden, Sanur, Denpasar, Jumat (20/2).
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta membacakan sambutan tertulis dari Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menyoroti kuatnya hubungan historis dan kultural antara masyarakat Tionghoa dan Bali.
Gubernur Koster dalam sambutannya menegaskan, ikatan persaudaraan antara masyarakat Tionghoa dan Bali bukanlah hal baru, melainkan telah berlangsung selama ratusan tahun dan melahirkan akulturasi budaya yang harmonis.
โAkulturasi budaya Tionghoa dan Bali dapat kita lihat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari arsitektur pura, penggunaan pis bolong (uang kepeng) dalam upacara, seni, hingga tradisi dan kuliner. Semua itu menjadi bukti nyata bahwa napas kebersamaan telah tumbuh dan menyatu dalam harmoni,โ kata Giri Prasta mengutip sambutan tersebut.
Organisasi INTI Bali dinilai memiliki peran strategis untuk memperkuat persatuan dan kontribusi masyarakat Tionghoa bagi bangsa. Semangat ini sejalan dengan visi Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.
Giri Prasta berharap perayaan Imlek yang mengusung tema โSatu Langkah, Banyak Warna, Merajut Kebersamaanโ ini bukan sekadar seremoni. Namun, dapat menjadi momentum penguatan sinergi ekonomi kerakyatan melalui UMKM, menjaga stabilitas sosial, dan mengawal visi 100 Tahun Bali Era Baru (2025โ2125).
โTidak ada mayoritas atau minoritas. Yang ada adalah kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Indonesia,โ tegasnya.
๐๐ธ๐๐น๐๐๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐ฆ๐ฒ๐ท๐ฎ๐ธ ๐๐ฟ๐ฎ ๐๐ถ๐ป๐ฎ๐๐๐ถ ๐ง๐ฎ๐ป๐ด
Ketua INTI Bali, Putu Agung Prianta, yang turut memberikan sambutan mengungkapkan bahwa Imlek adalah momentum untuk memperkuat kebersamaan.
โIndonesia tidak dibangun oleh satu warna, melainkan oleh keberanian banyak warna untuk berjalan bersama,โ ujar Prianta.
Ia mengingatkan kembali memori sejarah panjang hubungan Tionghoa-Bali sejak zaman Dinasti Tang, salah satunya lewat kisah pernikahan Raja Bali dengan putri dari Tiongkok, Kang Ching Wie.
Prianta juga menyebutkan bahwa Tahun Baru Imlek yang memasuki Tahun Kuda Api ini menjadi simbol gairah, energi, dan kemandirian untuk melangkah maju dengan semangat inklusivitas dan kolaborasi.
๐ช๐ถ๐๐ฎ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ง๐ถ๐ผ๐ป๐ด๐ธ๐ผ๐ธ ๐ธ๐ฒ ๐๐ฎ๐น๐ถ ๐ ๐ฒ๐ป๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ ๐ญ๐ต ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ป
Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar, Zhang Zhisheng, yang hadir dalam acara tersebut turut memaparkan pesatnya perkembangan hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.
Hal ini tecermin dari data perdagangan bilateral tahun 2025 yang menembus angka 167,5 miliar dollar AS, naik 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, ekspor Indonesia ke Tiongkok tercatat mencapai 82,2 miliar dollar AS atau naik 15,6 persen.
Sektor pariwisata Bali juga ikut menikmati tren positif ini. Sepanjang tahun 2025, dari total 1,34 juta wisatawan asal Tiongkok daratan yang datang ke Indonesia, sebanyak 537.000 di antaranya berlibur ke Bali. Angka ini melonjak 19 persen dibandingkan tahun 2024.
โKami berharap kerja sama pragmatis di berbagai bidang akan berkembang lebih cepat dan lebih baik di Tahun Kuda ini, seperti kuda yang berlari kencang,โ kata Zhang.
Pantauan di lokasi, perayaan Imlek bersama INTI Bali ini berlangsung sangat meriah dan kental dengan nuansa tradisi. Acara diwarnai dengan prosesi khas yu sheng atau tradisi mengaduk dan mengangkat sayur bersama-sama menggunakan sumpit sebagai perlambang harapan akan rezeki yang melimpah dan kemakmuran di tahun baru.
Suasana ruangan yang didominasi warna merah dan emas semakin semarak dengan adanya atraksi barongsai, liong, tarian tradisional, serta alunan musik oriental. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan, kesehatan, dan keharmonisan bagi Bali maupun Indonesia (red/aa).





