𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan asal China ke Pulau Dewata belum sepenuhnya pulih pascapandemi Covid-19.
Meskipun menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir, angka kedatangan turis dari Negeri Tirai Bambu tersebut masih jauh di bawah capaian sebelum pandemi.
Hal itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutannya pada Perayaan Imlek Tahun Kuda 2026 yang digelar di Hong Kong Garden Restaurant, Denpasar, Selasa (10/2/2026) malam.
“Tahun 2019 sebesar 1,2 juta (kunjungan),” ujar Gubernur Koster mengenang masa puncak kunjungan wisatawan China.
Ia memaparkan, pada tahun 2019, China menempati peringkat ketiga penyumbang wisatawan terbanyak ke Bali setelah India dan Australia.
Namun, kondisi saat ini masih belum menyamai rekor tersebut. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah wisatawan Tiongkok pada tahun 2024 tercatat sebanyak 448.000 orang. Angka ini kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2025 menjadi 537.000 orang.
Menurut Gubernur Koster, kendati belum optimal, angka tersebut menunjukkan sinyal pemulihan pariwisata yang positif.
𝗞𝗲𝗯𝗶𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵 𝗖𝗵𝗶𝗻𝗮 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗼𝗿 𝗨𝘁𝗮𝗺𝗮
Gubernur Bali dua periode ini menilai, belum kembalinya angka kunjungan ke level 1,2 juta orang dipengaruhi oleh faktor eksternal. Salah satunya adalah kebijakan Pemerintah China terkait perjalanan luar negeri warganya.
“Jika dibandingkan sebelum Covid-19 tahun 2019, kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali mencapai 1,2 juta orang. Setelah Covid-19, (Pemerintah China) menerapkan kebijakan yang sangat ketat berkunjung ke negara lain,” jelas Gubernur Koster.
Ia menambahkan, ketatnya aturan tersebut masih dirasakan dampaknya hingga saat ini.
“Kebijakannya sangat ketat untuk berkunjung ke negara lain dan masih berlaku hingga saat ini,” lanjutnya.
𝗛𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗹𝘂𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗦𝗮𝗺𝗮
Dalam acara yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, Konsul Jenderal China di Denpasar Zhang Zhisheng, Gubernur Bali periode 2008-2018 I Made Mangku Pastika, serta Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali Ida Penglisir Agung Putra Sukahet tersebut, Gubernur Koster juga menyinggung soal masa depan hubungan bilateral.
Ia berharap hubungan Bali dan Tiongkok tidak hanya berhenti pada pemulihan sektor pariwisata semata, tetapi juga merambah ke sektor-sektor strategis lainnya.
“Kami berharap kerja sama ke depan semakin baik antara Bali dan Tiongkok, tidak hanya di sektor pariwisata,” tuturnya.
Gubernur Koster menekankan pentingnya kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Kerja sama ini juga mencakup pendidikan, pertukaran pelajar, dan pengembangan sumber daya manusia,” pungkas Gubernur Koster (red).





