• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Tuesday, February 3, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home Lifestyle Kuliner

Gudeg Salah Satu Kuliner Diperkirakan Lebih Tua Dari Kota Yogyakarta

reda/cy by reda/cy
October 24, 2020
in Kuliner
Gudeg Salah Satu Kuliner Diperkirakan Lebih Tua Dari Kota Yogyakarta
Share Share Share

BALIPUSTAKANEWS – Gudeg menjadi kuliner khas yang usianya bahkan diperkirakan lebih tua dari umur kota Yogyakarta. Maka tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Yogyakarta tanpa mencicipi makanan khas bercita rasa manis yang sudah melekat dengan citra kota tersebut sejak ratusan tahun lalu.

Dalam tur virtual jejak sejarah Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta dan Solo dari HIS Travel, Aryono dari Historia.id menjelaskan usia gudeg kira-kira sama dengan usia kota Yogyakarta.

Sejarah gudeg dimulai pada abad ke-16. Kala prajurit Kerajaan Mataram membongkar hutan belantara untuk membangun peradaban. Lokasi hutan itu sekarang ada di kawasan Kotagede. Di hutan tersebut ternyata terdapat banyak pohon nangka dan kelapa.

ArtikelTerhubung

Tren Sarapan Ala Gen Z Simpel, Sehat, dan Dapat Pujian dari Menkes

Tren Sarapan Ala Gen Z: Simpel, Sehat, dan Dapat Pujian dari Menkes

November 13, 2025
Gubernur Koster Dorong BGN Gunakan Produk Lokal Bali dalam Program MBG

Gubernur Koster Dorong BGN Gunakan Produk Lokal Bali dalam Program MBG

November 8, 2025

Setelah perjanjian Giyanti tahun 1755 yang membagi dua wilayah Mataram menjadi di bawah dua penguasa, Yogyakarta pun dibuka.

“Tadinya itu hutan. Karena hutan dibuka, banyak prajurit yang mencoba mengonsumsi apa yang ada di hutan, seperti pohon nangka dan kelapa,” kata Aryo, dilansir dari Antara, Minggu (16/5).

Nama gudeg, kata Aryo diambil dari cara memasaknya yang disebut hangudeg, yang artinya mengaduk.

Racikan masakan yang dibuat dari nangka dan santan itu diaduk dalam kuali besar. Hasilnya, nangka muda yang diolah dengan santan menjadi hidangan manis, disajikan bersama nasi, kuah santan kental, lengkap dengan sambal goreng krecek.

Gudeg juga disebut dalam Serat Chenthini, salah satu karya sastra dalam kesusastraan Jawa Baru.

Gudeg Yu Djum adalah salah satu gudeg yang ternama di Yogyakarta. Yu Djum mulai berjualan gudeg gendongan sejak 1950, usahanya berkembang menjadi 12 gerai di Yogyakarta dan kawasan lain di Jawa Tengah.

Tur virtual jejak sejarah Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta dan Solo mengajak warganet menjelajahi tempat-tempat di dua kota tersebut, termasuk pantai Parangkusumo, Keraton Yogyakarta dan Surakarta, Kota Gede, hingga Makam Raja-Raja Mataram.

Tags: Kuliner
ShareSendTweet
Next Post
Paksa Tutup, China Ambil Alih Gedung Konsulat AS di Chengdu

Paksa Tutup, China Ambil Alih Gedung Konsulat AS di Chengdu

Discussion about this post

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali
Bali

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali

by reda/cy
February 3, 2026
0

Balipustakanews.com, Bogor - Gubernur Bali Wayan Koster merespons arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah di Pulau Dewata. Gubernur Koster...

Read more
Ibu Putri Koster Tekankan Integritas dan Disiplin Jadi Fondasi UMKM Bali
Bali

Ibu Putri Koster Tekankan Integritas dan Disiplin Jadi Fondasi UMKM Bali

February 2, 2026
Bali

How Modern Technology Shapes the iGaming Experience

February 2, 2026
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali

February 3, 2026
Ibu Putri Koster Tekankan Integritas dan Disiplin Jadi Fondasi UMKM Bali

Ibu Putri Koster Tekankan Integritas dan Disiplin Jadi Fondasi UMKM Bali

February 2, 2026

How Modern Technology Shapes the iGaming Experience

February 2, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya