Balipustakanews.com, Karangasem – Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menghadiri rangkaian upacara Nedunang Ida Bhatara dalam rangka Pujawali Purnama Kawulu di Pura Catur Lawa Ratu Pasek, kawasan Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Minggu (1/2).
Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta yang juga menjabat sebagai Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali berkesempatan mengikuti prosesi ngaturang ayah mundut (mengusung) Pralingga Ida Bhatara Catur Lawa Ratu Pasek untuk disemayamkan di Meru Pesamuhan.
Giri Prasta mengingatkan bahwa ritual tahunan ini merupakan momentum bagi seluruh keturunan atau pratisentana Pasek untuk mengingat leluhur (eling leluhur) serta menjaga soliditas.
“Sebagai pratisentana-Nya, mari kita eling dan bersyukur, menghaturkan sembah sujud selama pujawali berlangsung,” kata Giri Prasta usai upacara.
Mantan Bupati Badung itu menegaskan bahwa bakti kepada leluhur tidak hanya sebatas ritual, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Ia meminta warga Pasek untuk menjaga persatuan, menciptakan keteduhan sosial, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Bali.
Pengukuhan Pengurus
Rangkaian upacara tersebut juga diisi dengan pengukuhan pengurus MGPSSR Kabupaten Karangasem dan tingkat kecamatan se-Karangasem. Prosesi dilakukan melalui upacara Mejaya-jaya dan penyerahan Surat Keputusan (SK).
Ketua Umum MGPSSR Pusat, Nyoman Kenak, menyatakan bahwa pelantikan ini merupakan bentuk penyucian secara sekala dan niskala bagi para pengurus dalam mengemban tugas organisasi.
Kenak mengibaratkan warga Pasek sebagai samudra luas yang memegang peran penting dalam menjaga kesejukan di tengah dinamika sosial politik yang kompleks.
“Warga Pasek adalah yang terbanyak, itulah kenyataan, itulah samudra. Kita tidak boleh mundur. Justru kita harus maju, kuat bak baja, namun tetap menjadi penyejuk dalam setiap dinamika,” ujar Kenak.
Ia optimistis kepemimpinan Giri Prasta di tingkat provinsi dapat membawa organisasi kekerabatan tersebut menjadi lebih solid dan mampu bersinergi dengan pemerintah demi kemajuan Bali.
Sebagai informasi, puncak karya Pujawali Purnama Kawulu di Pura Catur Lawa Ratu Pasek akan digelar pada Senin (2/2), sedangkan upacara penyineban atau penutupan akan dilaksanakan pada Kamis (5/2).
Umat Hindu, khususnya warga Pasek, diimbau untuk memanfaatkan momen saat Ida Bhatara berstana (nyejer) selama tiga hari ke depan untuk melakukan persembahyangan (red).




