Balipustakanews.com, Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDI-P) Ganjar Pranowo menyatakan isu kebebasan berekspresi dan kualitas demokrasi menjadi salah satu perhatian utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI-P 2026. Menurutnya, partai perlu merespons berbagai persoalan nasional dan lokal sebagai wujud tanggung jawab politik kepada rakyat.
Ganjar mengungkapkan, keluhan masyarakat terkait menyempitnya ruang kebebasan berbicara menjadi isu yang paling banyak disorot. Ia menilai aspirasi tersebut harus didengarkan dan diperjuangkan.
“Kalau hari ini banyak orang mengeluhkan, kita dengarkan suara masyarakat, mereka mengeluhkan, ‘Kok saya tidak merasa bebas lagi berbicara? Media tidak bisa lagi bebas berbicara?’ Rasanya itu perlu kita perjuangkan,” kata Ganjar saat ditemui pada pembukaan Rakernas PDI-P di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
Ia menegaskan kualitas demokrasi seharusnya terus meningkat, bukan justru mengalami kemunduran. Karena itu, kebebasan berpendapat akan menjadi salah satu topik pembahasan serius dalam Rakernas.
“Jangan sampai nilai demokrasi kita turun, mestinya kan kualitas demokrasi makin naik. Itu akan kita bicarakan,” ujarnya.
Selain isu kebebasan berbicara, Rakernas PDI-P juga akan membahas sejumlah isu strategis lain, termasuk wacana mekanisme pemilihan kepala daerah, apakah tetap dipilih langsung oleh rakyat atau melalui DPRD.
Tak hanya persoalan domestik, PDI-P juga mencermati dinamika geopolitik global yang dinilai semakin tidak pasti dan berpotensi berdampak terhadap Indonesia. Ganjar menilai perubahan situasi global menuntut pembuktian nilai-nilai kejuangan dalam bentuk kebijakan publik yang konkret.
“Kalau kita melihat geopolitiknya sekarang berubah, maka nilai-nilai kejuangan kita sekarang dituntut betul untuk bisa dibuktikan dalam bentuk kebijakan publik,” kata mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Ia mencontohkan langkah sejumlah negara yang mulai menyiapkan masyarakatnya menghadapi kemungkinan krisis sebagai sinyal meningkatnya ketidakpastian global.
“Belanda saja hari ini sudah mengirimkan kepada rakyatnya untuk dia siap siaga dalam tiga hari hidup sendiri, survive,” ujar Ganjar (red).







