Balipustakanews.com, Denpasar – Peta elektabilitas calon wakil presiden (cawapres) 2029 di kalangan pemilih muda masih terfragmentasi. Belum ada satu pun figur yang mampu menembus angka 20 persen, menandakan persaingan masih sangat terbuka dan preferensi anak muda belum mengerucut pada satu tokoh dominan.
Data elektabilitas yang dirilis platform MudaBicara menunjukkan perolehan suara para kandidat berada dalam rentang 6 hingga 14 persen. Kondisi ini mengindikasikan pilihan politik generasi muda masih cair dan berpotensi berubah seiring munculnya isu baru maupun momentum politik tertentu.
Nama Kang Dedi Mulyadi (KDM) memimpin sementara dengan elektabilitas 18,38 persen, disusul Purbaya Yudi Sadewa sebesar 14 persen dan Muzakir Manaf dengan 13,5 persen. Di bawahnya, terdapat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengantongi 11,88 persen.
Sementara itu, figur-figur lain tercatat memiliki elektabilitas di bawah 10 persen. Pramono Anung memperoleh 8,88 persen, diikuti Anies Baswedan dengan 8,63 persen, serta Sherly Tjoanda sebesar 7,25 persen. Nama Mahfud MD mengantongi 6,63 persen, disusul Gibran Rakabuming dengan 6,13 persen.
Menariknya, figur nonpartai juga masih muncul dalam radar preferensi pemilih muda. Aktivis dan kreator konten Ferry Irwandi tercatat memiliki elektabilitas 4,75 persen. Meski relatif kecil, kemunculan nama di luar lingkaran elite partai dinilai menunjukkan bahwa ruang politik alternatif masih hidup di kalangan generasi muda.
Pengamat menilai fragmentasi ini mencerminkan belum adanya figur cawapres yang benar-benar mampu merepresentasikan aspirasi mayoritas anak muda. Preferensi pemilih muda dinilai masih sangat responsif terhadap isu, rekam jejak, serta kedekatan figur dengan persoalan sehari-hari generasi mereka.
Dengan kondisi peta elektabilitas yang masih cair, kontestasi menuju 2029 diperkirakan masih akan diwarnai dinamika tinggi. Figur-figur yang mampu membaca isu strategis, membangun komunikasi publik yang kuat, serta menghadirkan narasi segar dinilai memiliki peluang besar untuk menggeser peta dukungan dalam beberapa tahun ke depan (red).







