JEMBRANA,BALIPUSTAKANEWS – 15 pasien terkonfirmasi Covid-19 dipulangkan dari RSU Negara, Jembrana, Bali,
Senin (12/10/2020). Pemulangan ini seiring dengan kesembuhan pasien yang dirawat selama 10 hari terakhir. Para pasien dilepas langsung oleh Direktur RSU Negara, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwatha. Oka Parwatha mengatakan, pihaknya berhasil merawat dan menyembuhkan pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan angka kesembuhan meningkat sebanyak 15 pasien Covid-19 sembuh. Saat ini ruang isolasi merawat 26 pasien Covid-19. 22 positif Covid-19, satu suspect, dan tiga probable.
“Kami masih merawat 26 pasien dengan status 22 terkonfirmasi, tiga probable dan satu suspect,” ucapnya. Oka Parwatha mengaku, pasien yang akan kembali dirawat atau menempati ruang isolasi, hingga saat ini informasinya akan ada satu pasien masuk dari Yeh Kuning. Pihaknya akan segera merujuk pasien ke ruang isolasi ketika memang Satgas Penanagan Covid-19 membawanya ke RSU Negara.
“Informasinya satu saja dari Yeh Kuning yang akan masuk,” jelasnya.
Oka menuturkan, selain kesembuhan, pada Minggu (11/10/2020), ada dua pasien meninggal dirawat di ruang isolasi. Yakni, pasien laki-laki 55 tahun dirawat empat hari, dengan penyakit bawaan kencing manis dan darah tinggi. Meski sudah perawatan optimal, namun nyawanya tidak dapat ditolong.
Kemudian, laki-laki umur 15 tahun, rujukan dari RS swasta, dengan riwayat penyakit penyempitan di usus dan dioperasi. Pasien lalu dirujuk dengan status probable, namun nyawanya juga tidak dapat ditolong.
“Ya berita dukanya ada dua meninggal kemarin. Satu pasien Covid-19 dan satu probable,” bebernya. Dua Pasien Covid-19 di Jembrana Meninggal Dunia, Positif Bertambah 8 Orang
Dua pasien Covid-19 di Jembrana, Bali, meninggal dunia, Minggu (11/10/2020).
Satu pasien Covid-19 meninggal di Jembrana diketahui berstatus terkonfirmasi positif Covid-19, sedangkan seorang lagi merupakan pasien probable. Informasi dua pasien Covid-19 meninggal di Jembrana itu disampaikan Humas Satgas Penanganan Covid Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha, Minggu (11/10/2020).
Arisantha mengatakan, ada dua pasien Covid-19 diketahui meninggal dunia. Satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal saat perawatan karena kondisi yang terus memburuk. Kemudian pasien probable juga mengalami kondisi yang sama, yakni kondisi memburuk. Untuk pasien probable adalah seorang remaja umur 15 tahun, warga Desa Tegal Badeng Barat. Sedangkan pasien terkonfirmasi Covid-19 meninggal adalah pria paruh baya 55 tahun, warga Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana.
“Dapat kami sampaikan benar bahwa ada dua orang yang meninggal dunia,” ucapnya, Minggu (11/10/2020).
Arisantha menjelaskan, pasien probable diketahui datang pada Sabtu (10/10/2020) kemarin. Pasien datang ke IGD RSU Negara pukul 17.55 Wita, rujukan dari RS Kertayasa. Pada Minggu (11/10/2020), kondisi pasien terus menurun sampai akhirnya henti napas dan meninggal sekitar 07.20 Wita. Pasien sebelumnya merupakan pasien pasca operasi perut, yang ditangani tim medis sesuai SOP di RSU Negara.
“Pasien probable dimakamkan sesuai protokol pemakaman Covid-19,” ungkapnya. Untuk pasien terkonfirmasi Covid-19, sambungnya, didiagnosis terkonfirmasi Covid-19 karena gejala berat Pneumonia dengan DM dan HT.
Pasien dirawat di RSU Negara sejak (7/10/2020) lalu. Kondisi pasien semakin menurun, kemudian diketahui meninggal sekitar pukul 06.30 Wita. Pasien ditangani sesuai protokol kesehatan Covid-19 dan juga dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. “Kedua jenazah sudah ditangani dengan protokol Covid-19. Menunggu info pihak keluarga untuk kepastian tempat dan waktu dikremasikan atau dimakamkan,” ungkapnya.
Untuk kasus Covid-19 di Jembrana, kata Arisantha, ada tambahan kasus Covid-19 dari 364 orang menjadi 372 pasien. Atau saat ini bertambah 8 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan pasien sembuh sebanyak 306 orang dan meninggal total 8 orang. Jumlah pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 51 orang, sebagian sudah isolasi di RSU Negara. Sementara, kapasitas isolasi RSU Negara hanya tersedia 42 tempat tidur.
Seperti diketahui, meningkatnya kasus positif Covid-19 di Jembrana membuat kapasitas ruang isolasi di RSU Negara tidak mencukupi. Karena itu, salah satu opsi yang dipilih untuk merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang isolasi mandiri dengan menggunakan puskesmas yang menyediakan ruang rawat inap. Namun, dari total enam puskesmas yang ada di Jembrana, hanya empat puskesmas dengan kapasitas 40 tempat tidur yang akan digunakan untuk ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga tidak ada lagi yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Discussion about this post