𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 – Antusiasme masyarakat Bali terhadap olahraga domino yang bernaung di bawah bendera Federasi Olahraga Domino (ORADO) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Olahraga asah otak yang mengandalkan strategi, stamina, dan konsentrasi ini perlahan mulai mengikis stigma negatif yang selama ini melekat di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Teknis dan Wasit Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Bali, Ketut Yuliantara, di sela-sela kegiatan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) ORADO Klungkung yang digelar di Gedung KNPI, Kamis (12/3/2026).
Pria yang akrab disapa Ketut Jack ini mengungkapkan, sejak deklarasi federasi pada Januari lalu, sambutan masyarakat terbilang luar biasa.
“Di setiap lokasi kami melakukan sosialisasi dan kompetisi, tidak ada masyarakat yang tidak jatuh cinta. Bahkan bisa dibilang langsung ketagihan. Kami sangat percaya diri dalam waktu dekat penggemar Domino ORADO ini akan segera membeludak,” ujar Ketut.
Tokoh yang juga menjabat sebagai Pembina HIPMI Denpasar ini tak menampik bahwa tantangan terberat federasi sejak awal adalah menghapus stigma domino yang kerap diidentikkan dengan perjudian. Namun, setelah dikenalkan dengan gaya bermain ala ORADO, pandangan tersebut perlahan memudar.
“Setelah mereka bermain, mereka sadar bahwa ini bukan judi, tapi murni olahraga otak, strategi, stamina, dan konsentrasi. Memang butuh waktu, tapi arahnya pasti akan ke sana (menghapus stigma),” tambahnya.
𝗣𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗩𝗶𝘁𝗮𝗹 𝗪𝗮𝘀𝗶𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗷𝘂𝗿𝗽𝗿𝗼𝘃
Mengingat Domino ORADO merupakan olahraga baru dengan regulasi yang cukup banyak, Ketut Jack menyebut bahwa perdebatan di meja pertandingan biasanya murni karena ketidakpahaman atlet terhadap sistem permainan. Oleh karena itu, peran wasit menjadi sangat vital dan wajib berada di setiap meja.
Untuk meningkatkan kapasitas wasit, Pengprov ORADO Bali telah melaksanakan Training of Referee (TOR) atau bimbingan teknis bagi para kandidat wasit dari 8 kabupaten dan 1 kota di Bali.
“Pelatihan dua hari kemarin dirasa belum cukup untuk penerapan di lapangan. Nah, ajang Kejurcab inilah yang menjadi momentum bagi para wasit untuk berlatih memimpin pertandingan secara langsung. Saya awasi sendiri agar semua ilmu yang dipelajari bisa diterapkan,” jelasnya.
Terkait standar pertandingan, pihaknya mengaku tidak menemui kendala. Seluruh petunjuk pelaksanaan (juklak) dari Pengurus Besar (PB) ORADO Pusat sudah tersusun jelas dan mampu dijalankan dengan baik oleh seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) tanpa perlu regulasi tambahan.
Setelah seluruh rangkaian Kejurcab di berbagai daerah rampung, Pengprov ORADO Bali dijadwalkan akan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada 11 April 2026 mendatang. Ajang tingkat provinsi ini sekaligus menjadi pemanasan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang akan diselenggarakan di Mega Mendung, Bogor, pada 24-26 April 2026.
𝗠𝗲𝗻𝘆𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗞𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗝𝘂𝗻𝗶𝗼𝗿
Ke depan, ORADO Bali memiliki visi besar untuk mengenalkan olahraga ini ke institusi pendidikan. Saat ini, ORADO telah membuka kelas Junior untuk kelompok usia 14 hingga di bawah 18 tahun, yang secara spesifik menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA.
Ketut Jack berharap, Domino ORADO ke depannya bisa dipertimbangkan untuk masuk sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah karena manfaatnya yang positif bagi perkembangan kognitif siswa.
“Kami sangat menyarankan Domino ORADO ini bisa menjadi ekstrakurikuler di banyak sekolah. Kami berani memastikan bahwa atlet-atlet yang bermain ORADO adalah anak-anak yang akan jago matematika, karena di sini mereka selalu dituntut melatih hitungan dan meracik strategi yang luar biasa,” tutup Ketut Jack (aa).





