• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Tuesday, February 3, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home Opini

Alasan Mengapa Rambut Wanita Hindu Tidak Boleh Terurai Saat Ke Pura

reda/cy by reda/cy
March 21, 2021
in Bali, Opini, Seni & Budaya
Alasan Mengapa Rambut Wanita Hindu Tidak Boleh Terurai Saat Ke Pura
Share Share Share
BALIPUSTAKANEWS – Jika kalian yang berada di Bali atau yang lagi liburan ke Bali, pastilah kalian melihat kalau kebanyakan perempuan Bali terutama umat Hindu yang sedang pergi Pura pasti dengan rambut terikat (tidak terurai) bukan ? .  Cerita tentang wanita dan rambut yang tergerai, dalam Hindu, sebetulnya punya sejarah yang panjang, mengingat kisah ini bermula dari satu dari dua epos mahakarya yang terus abadi hingga saat ini yaitu Mahabharata.
Lebih tepatnya, pada kejadian di balairung istana, ketika Drupadi diseret oleh Dursasana dengan menjambak rambutnya, berusaha ditelanjangi olehnya sebagai budak taruhan yang baru saja mereka menangkan. Bab Sabha Parwa, subbab Dyuta Parwa.

Potret Drupadi yang diperkosa hak-haknya, ditelanjangi oleh iblis di depan suaminya sendiri yang (diam saja) ia anggap titisan dewa, adalah bentuk pemasungan perempuan yang paling terkenal di dalam sejarah. Kejadian ini pun sudah berulang kali dikupas dalam berbagai ulasan, kritik, dan karya sastra, dari sudut pandang yang berbeda. Dari sudut pandang perempuan yang pasrah, sampai perempuan yang menggugat.

Namun, satu hal dari cerita mahabarata tersebut yang sangat membekas di benak masyarakat Hindu adalah sumpah dari Drupadi. Yang menyatakan bahwa ia tak akan menyisir, memotong, dan mengikat rambutnya sebelum rambut itu dibasuh dengan darah Dursasana.

Meskipun pada akhirnya sumpah itu terlaksana, tetapi wanita dengan rambut tergerai, dalam masyarakat Hindu, dipandang sebagai simbol kemarahan, kebencian, dan dendam. Inilah sebab mengapa seorang wanita yang berkunjung ke pura tidak diperkenankan untuk menggerai rambutnya. Siapa pun yang datang ke rumah Tuhan hendaknya berada dalam ketenangan dan kesucian. Bukan dengan dendam apalagi kemarahan, karena kemarahan seorang wanita itu kadang sampai tak terkatakan.

ArtikelTerhubung

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali

February 3, 2026
Ibu Putri Koster Tekankan Integritas dan Disiplin Jadi Fondasi UMKM Bali

Ibu Putri Koster Tekankan Integritas dan Disiplin Jadi Fondasi UMKM Bali

February 2, 2026
Page 1 of 2
12Next
Tags: BaliOpiniSeni Budaya
ShareSendTweet
Next Post
Janganlah Pernah Malu Kalau Kalian Terlahir Di Keluarga Sederhana

Janganlah Pernah Malu Kalau Kalian Terlahir Di Keluarga Sederhana

Discussion about this post

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali
Bali

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali

by reda/cy
February 3, 2026
0

Balipustakanews.com, Bogor - Gubernur Bali Wayan Koster merespons arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah di Pulau Dewata. Gubernur Koster...

Read more
Ibu Putri Koster Tekankan Integritas dan Disiplin Jadi Fondasi UMKM Bali
Bali

Ibu Putri Koster Tekankan Integritas dan Disiplin Jadi Fondasi UMKM Bali

February 2, 2026
Bali

How Modern Technology Shapes the iGaming Experience

February 2, 2026
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali

Gubernur Koster Berterima Kasih atas “Sentilan” Prabowo: Wujud Cinta pada Bali

February 3, 2026
Ibu Putri Koster Tekankan Integritas dan Disiplin Jadi Fondasi UMKM Bali

Ibu Putri Koster Tekankan Integritas dan Disiplin Jadi Fondasi UMKM Bali

February 2, 2026

How Modern Technology Shapes the iGaming Experience

February 2, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya