๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ โ Gubernur Bali Wayan Koster meminta insan pers, khususnya media online, tetap bekerja secara profesional, independen, kritis, dan berpegang pada kode etik jurnalistik di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.
Pesan itu disampaikan Koster saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) dan HUT ke-1 IWO Bali yang mengusung tema โPeran Pers Mengawal Pembangunan Baliโ di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Denpasar, Minggu (30/8/2026).
Menurut Koster, keberadaan organisasi wartawan seperti IWO memiliki ruang yang besar untuk terus berkembang seiring semakin kuatnya ekosistem media digital dan perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi.
โMedia harus kritis, tetapi juga harus mencerdaskan. Media harus menjalankan fungsi kontrol, tetapi pada saat yang sama mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,โ kata Koster.
Ia menilai media memiliki posisi strategis karena menjadi ruang interaksi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, kecepatan yang menjadi salah satu kekuatan media online harus tetap diimbangi dengan akurasi, profesionalisme, dan keberimbangan.
Koster juga mengingatkan, kerja sama atau kedekatan media dengan pemerintah tidak boleh menghilangkan independensi pers.
โMedia tidak harus menjadi seperti perangkat daerah Pemerintah Provinsi Bali. Tidak seperti itu. Media harus tetap bekerja secara natural sesuai sistem, kode etik, dan profesionalismenya masing-masing,โ ujarnya.
Menurut dia, media harus menyampaikan fakta secara proporsional. Peristiwa negatif yang menyangkut kepentingan publik harus diberitakan, demikian pula perkembangan positif yang memang layak diketahui masyarakat.
โJangan semuanya negatif, tetapi juga jangan semuanya positif. Media harus tetap berdiri pada fakta,โ kata dia.
Koster mengaku termasuk pejabat yang aktif mengikuti pemberitaan media, terutama informasi mengenai Bali. Bahkan, sejumlah persoalan di masyarakat disebutnya lebih dahulu diketahui melalui media online dibandingkan laporan dari jajaran pemerintahan.
Informasi mengenai jalan rusak, pelayanan publik, maupun persoalan lain di masyarakat, menurut dia, dapat dengan cepat ditindaklanjuti setelah muncul dalam pemberitaan.
Jika persoalan tersebut menjadi kewenangan Pemprov Bali, Koster mengaku langsung menghubungi kepala perangkat daerah terkait. Sementara jika menjadi kewenangan pemerintah kabupaten atau kota, ia akan berkoordinasi dengan bupati atau wali kota.
โTerus terang, saya sering kali lebih cepat memperoleh informasi dari media dibandingkan laporan dari jajaran pemerintahan sendiri. Ini menjadi bahan evaluasi bagi birokrasi,โ ujarnya.
Menurut Koster, birokrasi tidak boleh kalah cepat dengan media dalam mengetahui dan merespons persoalan masyarakat. Perubahan pola komunikasi di era digital juga harus diikuti perubahan sistem pelaporan dan pola kerja pemerintahan.
Dalam konteks tema โPeran Pers Mengawal Pembangunan Baliโ, Koster mengajak IWO untuk mengambil bagian dalam mengawal pembangunan jangka panjang Bali, termasuk mengkomunikasikan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru kepada masyarakat.
Haluan tersebut, kata dia, tidak hanya membahas pembangunan manusia, tetapi juga alam, lingkungan, sumber daya, kebudayaan, tumbuhan, hewan, dan seluruh unsur kehidupan di Bali secara terintegrasi.
Ia berharap media lebih banyak menghadirkan isu substantif yang berkaitan dengan masa depan Bali, bukan justru memenuhi ruang publik dengan informasi yang tidak bermakna maupun informasi bohong.
Salah satu isu strategis yang disorot Koster adalah ketahanan energi. Menurut dia, kebutuhan listrik Bali terus meningkat, sementara sebagian pasokan masih bergantung pada jaringan dari luar Bali melalui kabel bawah laut Jawa-Bali.
Ketergantungan tersebut dinilai memiliki risiko terhadap ketahanan energi karena jaringan bawah laut dapat mengalami gangguan akibat faktor alam maupun aktivitas transportasi laut.
Karena itu, Koster kembali menegaskan arah Bali menuju kemandirian energi sekaligus penggunaan energi bersih.
โMandiri energi bukan berarti semuanya harus langsung seratus persen dipenuhi sendiri. Tetapi paling tidak kebutuhan utama Bali harus semakin mampu dipenuhi oleh pembangkit yang berada di Bali sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar dapat dikurangi secara bertahap,โ katanya.
Energi bersih, lanjut Koster, sejalan dengan filosofi pembangunan Bali yang menjaga keharmonisan manusia, alam, dan kebudayaan serta menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dalam jangka panjang.
Melalui contoh persoalan energi tersebut, Koster berharap media tidak hanya memberitakan kejadian hari ini, tetapi turut membantu masyarakat memahami tantangan yang harus dipersiapkan untuk masa depan.
Ia pun berharap IWO terus berkembang menjadi organisasi pers yang profesional dan solid sekaligus berkontribusi terhadap kualitas ekosistem pers serta pembangunan daerah.
โSaya berharap IWO Bali dapat mengambil bagian melalui jurnalisme yang profesional, kritis, berimbang, mencerdaskan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat dan masa depan Bali,โ kata Koster.
Koster menutup sambutannya dengan mengucapkan selamat HUT ke-14 IWO dan HUT ke-1 IWO Bali serta berharap organisasi tersebut semakin maju, profesional, solid, dan konsisten memberikan kontribusi bagi kemajuan pers dan pembangunan Bali.
Reporter: ๐๐ป๐๐ด๐ฟ๐ฎ๐ต ๐๐ฟ๐ถ๐ณ๐ฎ๐ป๐๐ผ





