๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ โ Gubernur Bali Wayan Koster mendorong pelaksanaan gerakan penanaman mangrove secara rutin setiap bulan untuk memperluas kawasan hutan mangrove dan memperkuat perlindungan ekosistem pesisir Bali.
Gerakan tersebut akan melibatkan pelajar, pelaku usaha, komunitas lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat.
Komitmen itu disampaikan Koster ketika menghadiri peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di kawasan Ekowisata Batu Lumbang, Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan bertema โMenjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatangโ tersebut menjadi bagian dari aksi penanaman mangrove serentak di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurut Koster, perluasan kawasan mangrove sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, terutama dalam meningkatkan kawasan dan tutupan hutan guna menjaga keseimbangan alam Bali.
โSaat ini di Bali terdapat lebih dari 3.000 hektare mangrove yang tersebar di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Jembrana, Klungkung, dan Buleleng,โ kata Koster.
Ia menegaskan, penanaman mangrove tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia. Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkannya menjadi gerakan berkelanjutan.
โSetiap bulan kita membuat gerakan penanaman mangrove dengan melibatkan anak-anak sekolah. Gerakan ini juga akan terus dilanjutkan bersama para pelaku usaha maupun pihak lainnya,โ ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Batu Lumbang. Penanaman melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, mangrove memiliki fungsi strategis sebagai pelindung kawasan pesisir sekaligus sumber penghidupan nelayan dan masyarakat.
Menurut Trenggono, Indonesia memiliki sekitar 23 persen ekosistem mangrove dunia. Namun, kawasan tersebut menghadapi laju kerusakan sekitar 52.000 hektare setiap tahun.
โPesisir yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera,โ kata Trenggono.
Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menambahkan, Indonesia memiliki sekitar 3,45 juta hektare hutan mangrove. Ekosistem tersebut berfungsi sebagai benteng alami dari abrasi, penyaring polutan, penghasil oksigen, dan sumber pendapatan masyarakat pesisir.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyebut kemampuan mangrove menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan tanaman daratan.
โMenanam satu hektare mangrove setara dengan manfaat penyerapan karbon sekitar empat hektare tanaman darat,โ ujarnya.
Penanaman secara simbolis dilakukan Koster bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah di kawasan Batu Lumbang yang juga dikembangkan sebagai pusat pembibitan mangrove. (AA)





