๐๐ฎ๐ป๐ด๐น๐ถ – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak atau Forum PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menegaskan bahwa predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) bukan tujuan akhir yang harus dikejar pemerintah daerah.
Menurut dia, yang lebih penting dari predikat adalah hadirnya pemenuhan hak anak dan perlindungan terhadap perempuan serta anak secara nyata hingga tingkat keluarga dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Seniasih saat menjadi narasumber utama dalam Sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali bersama Forum PUSPA Provinsi Bali di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Setda Kabupaten Bangli, Senin (8/6/2026).
โKita tidak boleh hanya mengejar predikat. Yang paling penting adalah memastikan hak-hak anak benar-benar terpenuhi dan perlindungan terhadap perempuan serta anak dapat dirasakan hingga tingkat keluarga dan masyarakat,โ kata Seniasih.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Kabupaten Bangli, Forum Anak Daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang perlindungan perempuan dan anak.
Seniasih mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak tidak cukup diukur dari capaian administrasi atau penghargaan yang diperoleh daerah.
Menurutnya, ukuran utama keberhasilan KLA adalah sejauh mana kebijakan dan program pemerintah mampu memberi dampak nyata bagi tumbuh kembang anak.
Karena itu, ia mendorong Forum PUSPA agar semakin diperkuat sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjangkau berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam upaya perlindungan anak. Forum Anak, Forum GenRe, PKK, organisasi perempuan, desa adat, dunia usaha, media, hingga keluarga dinilai memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurut Seniasih, tidak semua persoalan sosial dapat terdeteksi melalui mekanisme formal. Karena itu, dibutuhkan kehadiran organisasi dan komunitas masyarakat yang mampu mendengar langsung aspirasi serta keluhan warga.
โAnak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergotong royong dan hadir bersama untuk memastikan anak-anak Bali tumbuh sehat, aman, berkarakter, serta memiliki masa depan yang baik,โ ujar dia.
Seniasih juga mengingatkan adanya tantangan baru yang dihadapi anak-anak di era digital. Pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi informasi yang cepat menuntut keluarga lebih aktif dalam memberi pendampingan, pengawasan, serta pendidikan karakter kepada anak.
Sementara itu, Ketua Forum PUSPA Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, mengatakan anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dan berkembang secara optimal.
Ia menegaskan, anak harus terlindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun perlakuan salah lainnya.
Menurut Suciati, Forum PUSPA Kabupaten Bangli terus memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak di Bangli.
Melalui sosialisasi ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki pemahaman yang sama dalam memperkuat kolaborasi pemenuhan hak dan perlindungan anak secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangli juga memaparkan sejumlah capaian daerah dalam penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak.
Kabupaten Bangli tercatat berhasil meraih predikat Pratama selama tiga tahun berturut-turut dan meningkat menjadi predikat Madya pada tahun 2024.
Sejumlah program pendukung terus diperkuat, mulai dari layanan perlindungan perempuan dan anak, sekolah ramah anak, fasilitas kesehatan ramah anak, peningkatan kepemilikan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA), hingga penguatan peran Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor.
Dari sisi perencanaan pembangunan, perlindungan anak juga terus diintegrasikan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
Pemerintah daerah menilai, pembangunan yang berpihak pada anak merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi Bali yang sehat, unggul, dan berdaya saing.
Dalam sesi diskusi, peserta membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perlindungan anak di era digital, penguatan literasi digital, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan sarana pendukung bagi peserta didik.
Forum Anak Daerah Kabupaten Bangli turut menyampaikan harapan agar ruang partisipasi anak semakin diperluas. Mereka juga berharap fasilitas pendidikan terus ditingkatkan untuk mendukung pengembangan potensi generasi muda.
Melalui sosialisasi Kabupaten Layak Anak ini, seluruh peserta berkomitmen memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten Bangli yang layak anak.
Komitmen tersebut diharapkan mempercepat pemenuhan hak anak, meningkatkan perlindungan khusus anak, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (AA)





