Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima penghargaan Tribun Bali Award 2026 untuk kategori “Tata Kelola Ekonomi Daerah Terbaik” atas kinerja kepemimpinannya di periode kedua Pemerintah Provinsi Bali.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, kepada Gubernur Koster dalam sebuah acara di Gedung Dharma Negara Alaya, Kota Denpasar, pada Jumat (Sukra Umanis, Warigadean) 29 Mei 2026.
Tribun Bali menilai, pemerintahan yang dinahkodai Wayan Koster telah mencatatkan kinerja terbaik dalam pengendalian inflasi, kemiskinan, serta peningkatan di sektor pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi. Capaian ini diraih di tengah dinamika nasional maupun global. Di bawah kepemimpinannya, ekonomi Bali berhasil tumbuh sebesar 5,58 persen pada Triwulan I Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan, namun ia menegaskan bahwa kerja nyata tetaplah yang utama.
“Bukan ini yang dicari, tapi kerja untuk Bali dan masyarakat Bali,” ujar Gubernur Koster dengan nada rendah hati.
Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini menegaskan bahwa di periode keduanya, masih banyak pekerjaan dan agenda penting yang harus dituntaskan sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Februari 2030.
“Jadi di periode kedua, saya harus kerja lebih cepat dan kerja lebih keras agar bisa meletakan pondasi yang kokoh untuk Bali sesuai Haluan Pembangunan Masa Depan Bali 100 Tahun Bali Era Baru,” katanya.
Ia menambahkan, Bali ke depan harus tetap eksis dengan pondasi kehidupan yang semakin berkualitas, berdaya saing tinggi, dan kompetitif dari segi ekosistem kehidupan lingkungan serta budayanya. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Bangkit dari Keterpurukan Pandemi
Dalam paparannya, Gubernur Koster juga membeberkan data pemulihan ekonomi Bali yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, ekonomi Bali terkontraksi hingga minus 9,31 persen.
Secara perlahan, ekonomi Pulau Dewata mulai membaik menjadi 1,46 persen pada 2021, tumbuh positif 4,3 persen di 2022, hingga mencapai 5,82 persen pada 2025. Angka itu menempatkan Bali di posisi lima besar secara nasional.
“Bali berada nomor lima di Indonesia ekonominya paling baik, sedangkan nomor empat sampai di atasnya merupakan daerah penghasil tambang seperti minyak gas, batubara, nikel. Jadi ekonomi Bali yang 5,82 persen itu sebenarnya kontribusi terbesarnya dari sektor pariwisata,” jelas Gubernur Koster.
Ia melanjutkan, sektor pariwisata Bali pada tahun 2025 mencatatkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 7,05 juta orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 6,33 juta orang. Pada tahun yang sama, pariwisata Bali menyumbang devisa hingga Rp 176,0 triliun atau setara 55,0 persen dari total devisa pariwisata nasional.
“Kita bisa bayangkan, Pulau Bali yang kecil bisa memberikan kontribusi secara ekonomi sebesar itu. Daya tariknya tidak ada yang mengalahkan, yaitu kekayaan dan keunikan seni budaya Bali,” tegasnya.
Budaya dan Desa Adat Sebagai Hulu Ekonomi
Gubernur Koster menekankan bahwa di samping merawat infrastruktur, hal utama yang menjadi magnet pariwisata adalah budaya hingga ke akar rumput, yakni Desa Adat.
“Tanpa Desa Adat di Bali kita tidak bisa merawat budaya Bali secara utuh. Bali harus bangga, karena satu-satunya provinsi di Indonesia yang mampu melestarikan Desa Adat,” ujarnya.
Tata kelola penguatan ekonomi di era Wayan Koster pun tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Gubernur lulusan ITB itu mengaku telah menginovasikan kebangkitan ekonomi untuk mewujudkan Bali Berdikari melalui sentuhan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali.
Langkah ini dilakukan dengan menguatkan sektor-sektor unggulan lain di antaranya pertanian, kelautan dan perikanan, industri, IKM, UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, dan digital.
Sementara itu, CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian mendalam terhadap kontribusi nyata dalam membangun daerah dan masyarakat.
“Kita lihat seberapa besar kontribusinya dalam berbuat mulia kepada masyarakat. Jadi itu makna penghargaan yang kami berikan dalam ajang Tribun Bali Award 2026 ini,” jelas Dahlan. (AA)





