𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Pengurus Provinsi (Pengprov) Olahraga Domino (ORADO) Bali terus melakukan terobosan strategis untuk memasyarakatkan domino sebagai cabang olahraga prestasi yang menuntut ketajaman analisis. Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah menjadikan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai target utama sosialisasi.
Sekretaris Pengprov ORADO Bali, Gede Subianta Eka Kresnawan, mengungkapkan bahwa olahraga domino secara konsep dasar sangat mengandalkan taktik dan perhitungan. Oleh karena itu, olahraga ini dinilai sangat relevan untuk pengembangan kecerdasan dan kemampuan kognitif generasi muda.
“Sebenarnya tidak hanya SMA, tapi juga akan menyasar SMP karena secara konsep dasar permainan domino ini penuh strategi dan analisa. Bagus untuk pengembangan kecerdasan anak muda,” ujar pria yang akrab disapa Bli Eka tersebut di sela-sela kegiatan Mini Turnamen ORADO Bali di Sekretariat Pengprov ORADO Bali, Denpasar, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan Mini Turnamen tersebut turut diramaikan oleh partisipasi empat tim senior dan empat tim junior. Hal ini menunjukkan mulai tumbuhnya antusiasme lintas generasi terhadap olahraga domino di Pulau Dewata.
Terkait konsep sosialisasi, Bli Eka menjelaskan bahwa pihaknya akan turun langsung menyambangi sekolah-sekolah untuk berbagi ilmu dan teknik bermain. Tidak sekadar memberikan pemahaman teori, ORADO Bali juga berencana mendistribusikan set batu domino agar para pelajar dapat mempraktikkan langsung permainan strategi ini.
“Kita berharap olahraga domino kelak bisa menjadi ekstrakurikuler di SMP dan SMA di Bali,” tambahnya.
Meski demikian, pihak ORADO Bali menyadari tantangan terbesar saat ini adalah stigma masyarakat. Sebagian masyarakat masih kerap mengidentikkan kartu domino dengan kegiatan negatif, sekadar permainan warung kopi, atau bahkan perjudian. Untuk menepis anggapan tersebut dan memberikan edukasi langsung bahwa domino adalah olahraga adu otak, ORADO Bali telah menyiapkan strategi unjuk gigi di ruang publik.
“Ketika bicara domino, orang berasumsi ini area perjudian. Oleh karena itu selain menyasar sekolah, kita akan melakukan pertandingan ekshibisi di ruang publik seperti di mal, Car Free Day (CFD), event, dan lain-lain. Tujuannya agar masyarakat bisa melihat langsung seperti apa olahraga domino ala ORADO ini,” jelas Bli Eka.
Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi dan penjaringan bibit unggul, ORADO Bali juga telah menyusun agenda kompetisi untuk menjaring atlet-atlet baru, termasuk di kalangan pelajar. Pemanasan ke arah sana terus dilakukan melalui mini turnamen yang rutin digelar setiap minggunya di wantilan Gedung DPRD Bali.
Lebih lanjut, Bli Eka juga memberikan sinyal bahwa usai agenda Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ORADO pada akhir bulan April, kalender kompetisi di Bali akan semakin padat.
“Tentu itu (kejuaraan pelajar) sudah pasti. Nantinya selepas Kejurnas ORADO di akhir April nanti, kita lanjut akan membuat turnamen besar sebagai wadah kompetisi untuk semua atlet di Bali. Tunggu tanggal mainnya,” pungkas Bli Eka.





