๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, menegaskan pentingnya langkah percepatan transformasi Posyandu yang berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menilai pembinaan yang berkelanjutan hingga ke tingkat kader desa adalah kunci utama.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bina Posyandu Angkatan ke-2 Tahun 2026 di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali, Denpasar, pada Senin (13/4/2026).
Dalam arahannya, Ibu Putri Koster menyoroti betapa strategisnya peran Tim Pembina Posyandu di tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, mereka adalah ujung tombak pemerintahan dalam memastikan implementasi Posyandu 6 SPM tidak hanya menjadi wacana, melainkan berjalan efektif di lapangan.
โTransformasi posyandu tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi mencakup enam bidang pelayanan dasar. Karena itu, pembinaan harus dilanjutkan secara berjenjang hingga menyentuh kader di tingkat desa,โ tegas Ibu Putri Koster.
Pemahaman yang komprehensif dari Tim Pembina Posyandu di setiap tingkatan, lanjutnya, akan menjadi motor penggerak keberhasilan akselerasi program Posyandu 6 SPM di seluruh pelosok Pulau Dewata.
๐๐ถ๐ถ๐ธ๐๐๐ถ ๐ฅ๐ฎ๐๐๐๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ ๐๐ถ๐ป๐๐ฎ๐ ๐ง๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐๐ฎ๐ป
Berdasarkan data panitia, kegiatan Bina Posyandu kali ini diikuti oleh 111 peserta. Secara rinci, sebanyak 80 orang merupakan perwakilan dari Kabupaten Jembrana, sementara 31 orang lainnya berasal dari Kota Denpasar.
Para peserta ini merangkum seluruh elemen pembina, mulai dari Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, hingga perangkat di tingkat desa.
Melalui program ini, Ibu Putri Koster menaruh harapan besar agar seluruh peserta mampu kembali ke daerahnya masing-masing sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan dapat menjalankan fungsi pembinaan secara optimal demi memperkuat kapasitas kader posyandu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
โNantinya, peserta diharapkan dapat melakukan sosialisasi dan pembinaan secara masif kepada para kader, sehingga transformasi Posyandu 6 SPM benar-benar terimplementasi hingga ke tingkat desa,โ tuturnya.
๐ฆ๐ถ๐ป๐ธ๐ฟ๐ผ๐ป๐ถ๐๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ท๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป
Sementara itu, Ketua Panitia Bina Posyandu Tahun 2026, Ni Komang Sriani, menjelaskan bahwa program pembinaan ini dirancang secara intensif dan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 13 hingga 15 April 2026.
Lebih lanjut, Sriani memaparkan bahwa materi yang diberikan sangat komprehensif. Peserta mendapatkan pembekalan terkait akselerasi enam bidang SPM Posyandu yang merujuk pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
Selain pendalaman substansi dan pembahasan isu-isu strategis, para peserta juga dibekali strategi krusial terkait internalisasi program Posyandu 6 SPM ke dalam proses perencanaan dan penganggaran di masing-masing daerah.
Untuk memastikan sinkronisasi arah kebijakan antara provinsi dan kabupaten/kota, materi pelatihan ini diberikan secara langsung oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Bali yang menjadi pengampu keenam bidang SPM Posyandu tersebut.
Langkah strategis ini merupakan komitmen konkret Pemerintah Provinsi Bali untuk terus mendorong penguatan peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan dasar yang terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat (aa).





