๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar sepakat untuk mempercepat pemerataan pembangunan di Pulau Dewata.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan perubahan perjanjian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembangunan Proyek Strategis Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (13/4).
Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.
Langkah lintas daerah ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan merata di Bali. Di tengah tingginya dinamika pariwisata global, Bali memilih untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak sebagai satu kesatuan.
๐ฆ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฎ ๐๐ผ๐๐ผ๐ป๐ด ๐ฅ๐ผ๐๐ผ๐ป๐ด ๐ฃ๐๐
Program BKK ini lahir dari semangat gotong royong antardaerah. Wilayah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi, khususnya dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR), secara kolektif menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu pembangunan di kabupaten lain.
Gubernur Koster menegaskan, proyek-proyek strategis ini dirancang khusus untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kualitas pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hingga periode 2028โ2029.
Terkait jumlah, terdapat penyesuaian dari rencana awal. Dari 20 proyek yang sebelumnya dicanangkan, empat di antaranya telah diambil alih oleh pemerintah pusat melalui skema Proyek Strategis Nasional (PSN).
Namun, Pemprov Bali bersama kabupaten/kota justru memperkuat langkah dengan menambahkan enam proyek baru. Alhasil, total terdapat 22 proyek strategis daerah yang akan dieksekusi secara bertahap.
๐๐ผ๐ธ๐๐ ๐๐ป๐ณ๐ฟ๐ฎ๐๐๐ฟ๐๐ธ๐๐๐ฟ, ๐๐๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ, ๐ต๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ฎ ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐ป๐ถ๐ฎ๐ป
Sejumlah proyek dinilai sangat krusial karena akan berdampak langsung pada mobilitas masyarakat dan daya saing pariwisata Bali ke depan.
Untuk mengurai kemacetan parah di kawasan padat wisata, pemerintah akan membangun Jalan Baru Gatot Subroto BaratโCanggu, Jalan Sunset RoadโMahendradatta, serta underpass Tohpati di Denpasar.
Selain itu, pemerataan ke kawasan utara juga menjadi prioritas. Pembangunan Jalan Baru Batas Kota SingarajaโMengwitani akan menjadi kunci membuka keterisolasian Bali Utara dan memperlancar distribusi ekonomi dari selatan ke utara.
Infrastruktur konektivitas lainnya meliputi Jalan Lingkar Nusa Penida di Klungkung, Jalan Baru KusambaโPadangbai, serta Jalan Penghubung Pura BaturโPura Agung Besakih yang menyatukan jalur ekonomi dan spiritual.
Di sektor maritim, pemerintah memproyeksikan pengembangan pelabuhan terpadu di Sangsit, Amed, Celukan Bawang, dan Kusamba. Pelabuhan-pelabuhan ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung baru bagi distribusi logistik sekaligus pariwisata bahari guna mengurangi beban wilayah Bali Selatan.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur jalan dan pelabuhan, proyek strategis ini juga menyentuh aspek pelestarian budaya dan ketahanan pangan. Hal ini diwujudkan melalui restorasi kawasan suci Pura Agung Besakih, serta pembangunan pusat pengolahan gabah dan pabrik pakan ternak di Kabupaten Tabanan.
Melalui sinergi kuat ini, Pemprov Bali optimistis berbagai persoalan klasik seperti ketimpangan wilayah, kemacetan, hingga minimnya infrastruktur di kawasan utara, timur, dan barat dapat segera teratasi. Pembangunan ditargetkan tak hanya dinikmati di kawasan selatan, tetapi dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok desa (aa).





