𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) Laskar Bali Shanti Badak Agung, untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan di Pulau Dewata.
Pesan tersebut disampaikan Giri Prasta saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Laskar Bali Shanti Badak Agung di Denpasar, Sabtu (11/4/2026) malam.
Dalam sambutannya, Giri Prasta menekankan bahwa semangat pengabdian dan persaudaraan harus menjadi fondasi utama dalam menjaga Bali. Ia berharap organisasi kemasyarakatan mampu memosisikan diri sebagai pelindung dan pengayom bagi masyarakat luas.
“Teruslah kepakkan sayap pengabdian dalam menjaga persaudaraan dan Bali. Jadikan seragam kebesaran ini sebagai simbol kehormatan untuk mengayomi masyarakat dengan intelektual dan bekerja dengan nurani,” ujar Giri Prasta.
𝗞𝗼𝗹𝗮𝗯𝗼𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗹𝗶𝗻𝘁𝗮𝘀 𝘀𝗲𝗸𝘁𝗼𝗿
Giri Prasta menegaskan bahwa tantangan dalam menjaga keamanan dan kelestarian Bali tidak bisa dipikul oleh pemerintah sendirian. Diperlukan kolaborasi erat dari seluruh elemen, mulai dari TNI-Polri, pecalang, tokoh adat, tokoh agama, hingga kelompok masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami mengajak semeton (saudara) semua bersinergi, bergandengan tangan menjaga Bali agar tetap damai dan harmonis,” tegasnya.
Pada momen tersebut, Giri Prasta juga menyerahkan bantuan punia sebesar Rp 50 juta sebagai bentuk dukungan terhadap berbagai kegiatan organisasi. Ia berharap visi Laskar Bali Shanti selaras dengan program Pemerintah Provinsi Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Konsep tersebut bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, baik secara sekala (fisik) maupun niskala (spiritual).
𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗱𝗲𝘄𝗮𝘀𝗮𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗼𝗿𝗴𝗮𝗻𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶
Di sisi lain, Ketua Umum DPP Laskar Bali Shanti, Anak Agung Ketut Suma Wedanta, dalam sambutan yang dibacakan oleh Anak Agung Suma Widana, mengingatkan pentingnya kedewasaan dalam berorganisasi.
Ia meminta seluruh anggota untuk menjunjung tinggi nilai kesantunan, mempererat tali persaudaraan (pesemetonan), dan senantiasa bersyukur.
“Semakin kita dewasa, pemikiran harus semakin bijak. Kita patut bersyukur karena bisa saling bertemu dan berbagi kebahagiaan, itu adalah anugerah yang luar biasa,” ungkapnya. Selain itu, ia juga mengimbau anggota untuk menjauhi narkoba dan aktif dalam kegiatan sosial.
𝗔𝗸𝘀𝗶 𝘀𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗺𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮𝗮𝗻
Sementara itu, Ketua Panitia Wayan Juniada melaporkan bahwa rangkaian HUT ke-22 ini telah diisi dengan berbagai aksi kemanusiaan sejak beberapa bulan lalu.
Salah satu program unggulannya adalah pembangunan rumah layak huni bagi warga kurang mampu di Desa Buahan, Kintamani, Kabupaten Bangli. Bantuan tersebut mencakup pembangunan kamar tidur, kamar mandi, hingga tempat suci (sanggah).
Tak hanya itu, Laskar Bali Shanti juga menggelar aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 100 kantong darah bekerja sama dengan PMI Kota Denpasar pada Februari lalu. Bantuan sosial juga menyasar panti jompo, panti werdha, serta Yayasan Sayangi Bali.
“Semua kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus pengabdian kami kepada masyarakat. Kami berharap ke depan dapat terus berkontribusi dan tetap ajeg (konsisten) dalam menjaga Bali,” pungkas Juniada (aa).





