𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Pengurus Provinsi (Pengprov) Olahraga Domino (ORADO) Bali mencetak sejarah baru dengan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) untuk pertama kalinya pada Sabtu (11/4/2026). Ajang olahraga asah otak ini berlangsung meriah di Sekretariat ORADO Bali, Kawasan Kantor DPRD Provinsi Bali, Kota Denpasar.
Acara perdana ini dibuka secara langsung oleh Ketua Pengprov ORADO Bali, Dewa Made Mahayadnya (Dewa Jack), yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Bali. Menambah semarak acara, turut hadir perwakilan dari Pengurus Besar (PB) ORADO Nasional, antara lain Ketua Bidang Humas & Komunikasi, Henry Kurnia Adhi (John LBF), bersama Marshel Widianto.
Tercatat, ada 48 atlet yang berlaga dalam kejuaraan ini, terdiri dari 24 atlet senior dan 24 atlet junior. Mereka adalah perwakilan terbaik dari delapan Pengurus Cabang (Pengcab) se-Bali, yang meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng, Tabanan, dan Badung.
𝗣𝗮𝘁𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗦𝘁𝗶𝗴𝗺𝗮, 𝗗𝗼𝗺𝗶𝗻𝗼 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗢𝗹𝗮𝗵𝗿𝗮𝗴𝗮 𝗣𝗿𝗲𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶
Sekretaris Pengprov ORADO Bali, Gede Subianta Eka Kresnawan atau yang akrab disapa Bli Eka, menegaskan bahwa kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk mengedukasi masyarakat terkait olahraga domino.
“Olahraga domino ini sesuatu yang berbeda. Tidak seperti biasanya yang dikenal dan mungkin identik dengan judi. Ini adalah olahraga berprestasi,” ujar Bli Eka kepada wartawan di lokasi pertandingan, Sabtu (11/4/2026).
Bli Eka menyebut antusiasme peserta sudah sesuai dengan target awal Pengprov. Hal yang paling menarik adalah rentang usia atlet yang sangat beragam, membuktikan bahwa domino dapat dinikmati lintas generasi.
“Junior kita ini random sekali, dari umur 14 tahun, sampai yang namanya senior di umur 75 tahun. Ini sebagai bukti nyata bahwa olahraga domino diminati oleh tua dan muda,” tambahnya.
𝗞𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗔𝘁𝗹𝗲𝘁 𝗗𝗶𝗮𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁
Pelaksanaan Kejurprov perdana yang diikuti delapan tim senior dan delapan tim junior ini rupanya mendapat apresiasi tinggi dari pengurus pusat. PB ORADO menilai pelaksanaan di Bali berjalan sangat tertib karena didahului oleh proses seleksi ketat melalui Kejuaraan Cabang (Kejurcab) di masing-masing daerah.
Tidak hanya dari sisi penyelenggaraan, kualitas atlet Bali juga mendapat sorotan positif.
“Secara pengamatan dari PB ORADO yang hadir langsung di sini, mereka melihat kualitas permainannya ternyata alot-alot semua. Dalam artian bahwa mereka bermain dengan penuh strategi dan analisa. Di sana membuktikan bahwa kualitas permainan domino di sini sudah mulai bagus,” jelas Bli Eka.
𝗧𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁 𝗘𝗸𝘀𝗵𝗶𝗯𝗶𝘀𝗶 𝗣𝗼𝗿𝗽𝗿𝗼𝘃 𝟮𝟬𝟮𝟳 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗣𝗢𝗡 𝟮𝟬𝟮𝟴
Lebih lanjut, Kejurprov ini menjadi ajang unjuk gigi kesiapan Bali menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bulan depan (Mei 2026). Pada momen tersebut, ORADO diproyeksikan akan disahkan secara resmi sebagai Cabang Olahraga (Cabor) di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Keikutsertaan delapan Pengcab ini membuktikan bahwa kita tinggal selangkah lagi bisa ‘mengoradokan’ Bali seutuhnya. Tinggal satu kabupaten lagi yang perlu dibuatkan Pengcab-nya sehingga kita siap total menyambut disahkannya olahraga domino sebagai cabor KONI,” papar Bli Eka.
Setelah resmi menjadi cabor KONI, Pengprov ORADO Bali telah menyusun sejumlah target strategis. Untuk jangka pendek, mereka akan menggencarkan sosialisasi ke jenjang SMA/SMK di seluruh penjuru Pulau Dewata.
“Kemudian kita akan membuat turnamen besar, Ketua DPRD Bali Cup yang menyasar kelas SMA/SMK se-Bali,” ungkapnya.
Sementara untuk target jangka panjang, ORADO Bali membidik ajang olahraga bergengsi tingkat daerah dan nasional. “Kita mengejar agar tahun depan bisa ikut di pertandingan eksibisi di Porprov 2027, dan sesuai target dari PB, kita akan ikut PON 2028,” pungkas Bli Eka (aa).





