๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Dewa Made Mahadnya, atau yang akrab disapa Dewa Jack, secara resmi dilantik sebagai Ketua Organisasi Olahraga Domino (Orado) Provinsi Bali. Usai pelantikan, ia mematok agenda utama untuk memperkuat pembinaan organisasi dan menelurkan atlet-atlet domino di tingkat kabupaten/kota.
Selain fokus pada pembinaan, Dewa Jack juga bersiap menggelar kejuaraan domino secara berjenjang. Rangkaian kompetisi ini akan dimulai dari tingkat kejuaraan cabang (Kejurcab), kejuaraan provinsi (Kejurprov), hingga berujung pada ajang kejuaraan nasional (Kejurnas).
โYang pertama tugas kami sebagai pengurus provinsi adalah membentuk pengurus cabang, dan itu sudah dilaksanakan. Kemudian kami juga melaksanakan kejuaraan cabang, di mana pemenangnya akan mengikuti kejuaraan provinsi, lalu berlanjut ke kejuaraan nasional di Bogor,โ ungkap Dewa Jack, Jumat (10/4/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Bali ini menegaskan, pembinaan atlet menjadi langkah penting untuk mengangkat muruah permainan domino. Ia bertekad mengubah pandangan masyarakat yang selama ini kerap mengaitkan domino dengan stigma negatif atau sekadar sarana hiburan.
Melalui wadah Orado, permainan domino kini diarahkan menjadi cabang olahraga (cabor) yang memiliki aturan baku, terstruktur, dan menjunjung tinggi sistem kompetisi yang profesional.
โDulu domino hanya kegemaran masyarakat, khususnya di Bali yang sering berkumpul hingga malam hari. Sekarang kita angkat menjadi olahraga prestasi, tentu dengan aturan, ada wasit dan sistem pertandingan yang menjunjung tinggi keadilan,โ jelasnya.
Dalam sistem pertandingan resmi, domino tidak lagi dimainkan secara sembarangan. Format yang digunakan adalah permainan berpasangan dengan aturan yang ketat. Hal ini, kata Dewa Jack, menuntut para pemain untuk mengasah keterampilan dan strategi tingkat tinggi, sekaligus menjamin pertandingan berjalan fair play di bawah pengawasan wasit.
๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐ฟ ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ธ๐๐ฎ๐ป ๐๐ข๐ก๐ ๐ต๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ฐ๐ฎ๐ต ๐๐๐ป๐ถ๐ฎ
Lebih lanjut, Dewa Jack mengaku optimistis bahwa domino akan segera diakui sebagai cabang olahraga resmi di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Keyakinan ini didasari oleh kepengurusan Orado yang kini telah menggurita di 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Harian Pengurus Besar (PB) Orado, Giri Bayu Kusumah. Pihaknya saat ini tengah mengebut proses pemenuhan syarat agar domino mendapatkan pengakuan resmi dari KONI.
โSecara organisasi kita sudah memenuhi syarat, sudah terbentuk di 38 provinsi dan hampir 400 kabupaten/kota. Kami juga akan menggelar kejuaraan nasional pada 24โ26 April sebagai bagian dari proses menuju pengakuan KONI,โ tutur Giri Bayu.
Berbekal komunikasi intensif yang telah dijalin dengan KONI Pusat, PB Orado menargetkan cabor domino dapat segera dipertandingkan, bahkan menembus ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Tak berhenti di level nasional, Giri Bayu juga memaparkan visi besar Orado untuk membawa domino ke kancah internasional. Saat ini, rencana pembentukan federasi domino di tingkat Asia hingga dunia sedang dipersiapkan. Aturan main pun terus dievaluasi agar selaras dengan standar internasional.
โTarget kami bukan hanya nasional, tapi juga internasional. Kami sudah merancang pembentukan federasi di Asia dan dunia, sehingga domino bisa berkembang sebagai olahraga global,โ pungkasnya (aa).





