𝗕𝗮𝗹𝗶𝗽𝘂𝘀𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺, 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 – Pengurus Provinsi (Pengprov) Olahraga Domino (ORADO) Bali kembali menyelenggarakan “Mini Turnamen ORADO Kelas Junior Seri ke-4” pada Sabtu (4/4/2026). Bertempat di Sekretariat Pengprov ORADO Bali, ajang ini menghadirkan kejutan menarik di mana tingkat ketenangan dan fokus para atlet muda dinilai berhasil melampaui para atlet senior.
Turnamen kali ini diikuti oleh delapan peserta pilihan yang terbagi ke dalam empat tim. Tim-tim yang berlaga meliputi Tim ORADO Klungkung, Tim ORADO Buleleng, serta dua tim perwakilan dari ORADO Gianyar. Meski berskala mini, tensi dan kualitas pertandingan yang disuguhkan dinilai sangat memukau dan menguras strategi.
PIC Mini Turnamen ORADO Junior sekaligus Anggota Bidang Teknik & Wasit Pengprov ORADO Bali, Yudha Jayananta, mengungkapkan kekagumannya terhadap performa para peserta. Pria yang akrab disapa Bli Yudha ini menyebut bahwa pertandingan domino ala ORADO sangat menguras energi otak karena membutuhkan taktik yang matang.
“Anehnya, anak-anak junior ini jauh lebih bisa fokus berkepanjangan dibandingkan senior-senior mereka di turnamen sebelumnya. Asumsinya anak kecil kan susah fokus, tapi hari ini saat mereka bermain, ketenangan dan tingkat fokus antar-tim itu luar biasa gila-gilaan, bahkan melampaui atlet senior,” ungkap Yudha.
Terkait antusiasme, Yudha menilai respons peserta muda sudah sangat mantap. Ia menyoroti tren positif di mana atlet yang bertanding terus berganti wajah dari seri ke seri. Namun, ia memberikan catatan evaluasi untuk ke depannya agar jumlah partisipasi tim secara keseluruhan dapat terus ditingkatkan.
𝗧𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗘𝗸𝘀𝗶𝗯𝗶𝘀𝗶 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸
Mengingat ORADO adalah cabang olahraga yang terbilang baru, Yudha tak menampik bahwa tantangan terbesar saat ini adalah membangun antusiasme dan kesadaran masyarakat.
“Membangun antusiasme ini cukup sulit karena butuh sosialisasi yang bertahap dan berlanjut. Kita harus masuk secara merata ke setiap struktur masyarakat dan tingkatan pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Ini adalah tugas ekstra yang harus kami kerjakan,” jelasnya.
Dari segi teknis dan perwasitan, Yudha memastikan kompetisi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Berkat program Training of Referee (ToR) yang sebelumnya digelar untuk wasit seluruh Bali, kapasitas para pengadil lapangan kini dinilai sangat cakap, profesional, dan memahami penuh aturan domino ala ORADO.
Ke depan, Pengprov ORADO Bali berkomitmen untuk terus melanjutkan program mini turnamen ini hingga seri-seri berikutnya. Tidak hanya itu, mereka juga menargetkan penyelenggaraan laga eksibisi di ruang-ruang publik untuk jemput bola mengenalkan olahraga ini.
“Kita masih mengejar target eksibisi. Harapannya kita bisa melaksanakan turnamen di ruang publik seperti Car Free Day (CFD), mal, atau pusat pelayanan publik, sehingga ORADO bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat,” tambah Yudha.
Menutup perbincangannya, Yudha menitipkan pesan penyemangat bagi para atlet muda yang tengah merintis prestasi di cabang olahraga ini.
“Pesan saya, hari ini kita bertumbuh, besok bertumbuh, dan harus terus mengejar ketertinggalan. Ini tentang bagaimana kita berproses menjadi atlet yang benar. Berikan yang maksimal di setiap waktu, bukan sekadar ikut atau tampil. Teruslah bermain dan kabarkan kepada kawan-kawan semua bahwa hari ini, Domino ala ORADO sudah ada di Bali!” pungkasnya (aa).





