๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Tokoh perempuan Bali sekaligus penerima penghargaan Lifetime Achievement dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, Ibu Putri Koster, mengingatkan para jurnalis, pembawa acara, dan penyedia informasi untuk senantiasa menjaga integritas serta kualitas siaran.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-93 yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (3/4).
Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada insan penyiaran yang terus konsisten mengedukasi masyarakat melalui sajian informasi positif yang berlandaskan data dan fakta.
“Sebuah berita atau siaran akan memiliki nilai dan kualitas apabila yang disajikan memberikan informasi yang jelas, transparan, dan sesuai dengan kenyataan. Siaran itu harus mampu memberikan pengetahuan atau edukasi, serta menyuguhkan informasi yang cepat dan tepat,” tegas Ibu Putri Koster.
Di tengah tingginya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyiaran, ia mendorong adanya persaingan yang sehat. Hal ini dinilai krusial guna mencegah kemunculan berita bohong atau hoaks yang berpotensi menyesatkan penonton dan memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyoroti perkembangan media sosial yang masif. Menurutnya, era digital menuntut setiap orang untuk menjadi penyalur informasi yang tetap menjaga marwah jurnalistik. Penyiar diharapkan memiliki kemampuan mengolah kata secara komunikatif dan konstruktif.
โJangan sampai kita tidak mampu menjaga kapasitas dan integritas sebagai penyaji informasi, karena hal tersebut akan berdampak pada penurunan kualitas diri kita sendiri. Media sosial merupakan ujian yang akan menunjukkan karakter kita melalui setiap unggahan,โ imbuhnya.
๐ฃ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐๐ฎ๐ ๐๐ฃ๐๐ ๐๐ฎ๐น๐ถ
Pada kesempatan yang sama, Ketua KPID Bali, Agus Astapa, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga Provinsi Bali agar tidak terdampak oleh tayangan yang kurang mendidik atau memecah belah.
Agus menjelaskan, KPID Bali bersama tim komisioner terus melakukan pengawasan dan monitoring ketat terhadap seluruh siaran yang beredar, baik dari segi materi, konten, maupun gaya bahasa penyampaian.
Dari total 66 stasiun radio dan 30 stasiun TV penyiaran daring yang dipantau, Agus bersyukur hingga saat ini belum ada lembaga yang dijatuhi sanksi akibat pelanggaran berat.
โJika pun ada siaran atau tayangan yang di luar konteks dan standar, maka akan kami tegur secara lisan pada tahap pertama. Jika masih mengulang, tentu akan kami tindak tegas,โ jelas Agus Astapa.
๐๐ฝ๐ฟ๐ฒ๐๐ถ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐๐ป๐๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐ถ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป
Peringatan Harsiarnas ke-93 tahun ini mengusung tema โKolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasionalโ. Melalui tema ini, insan penyiaran diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan informasi yang berimbang, terverifikasi, dan layak disimak oleh publik.
Sebagai bentuk apresiasi, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan sejumlah penghargaan kepada pegiat penyiaran dan seniman Bali.
Penghargaan tersebut di antaranya diberikan kepada penyiar muda berbakat radio lagu pop Bali, Gus Wisnu; penyanyi rap muda berbakat, I Gede Juna Pratama; serta penyiar program โDagang Gantalโ, Ketut Camplung dan Gede Tomat, yang dinilai berjasa melestarikan komunikasi berbahasa Bali di radio. Selain itu, KPID juga memberikan penghargaan kepada sepuluh penyanyi dengan lagu terbaik dan inspiratif (aa).





