๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Sabtu pagi kemarin, 14 Februari, kawasan The Sanur tak hanya disesaki oleh rencana pembangunan fisik, tapi juga sebuah ambisi besar Gubernur Bali, Wayan Koster. Di tengah seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) Eye Hospitals and Clinics JEC Bali Sanur, Gubernur Koster tak sekadar memegang sekop; ia tengah menggugat sebuah ironi lama yang menghinggapi dunia kesehatan tanah air.
Di hadapan para hadirin, Gubernur Koster melontarkan kegelisahannya. Ia menyoroti fenomena “pelarian” pasienโwarga negara Indonesia yang lebih memilih membelanjakan uangnya untuk berobat ke luar negeri ketimbang di negeri sendiri. Padahal, menurut politikus PDI Perjuangan ini, kemampuan medis dokter Indonesia tak kalah taji dibanding sejawat mereka di Singapura atau Penang.
โPelayanan kesehatan yang kita miliki saya rasa tidak kalah dengan luar negeri. Tapi mengapa mereka bisa berkelas dunia?โ ujar Gubernur Koster dengan nada retoris.
Bagi Gubernur Koster, persoalannya bukan pada pisau bedah atau stetoskop, melainkan pada tata kelola. โIni saya rasa hanya soal komitmen dan tatanan kita membangun pelayanan kesehatan yang berkualitas, berkelas internasional,โ ia menambahkan.
Momentum kehadiran JEC di kawasan ini dianggap Gubernur Koster sebagai kepingan strategis dalam peta besar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan yang tengah digarap di Sanur. KEK ini dirancang bukan sekadar sebagai deretan rumah sakit, melainkan sebuah ekosistem hibrida: medical tourism yang kawin dengan wellness.
Konsep ini menawarkan proposisi unik. Pasien tidak hanya datang untuk tindakan medis, tetapi juga disuguhi panorama Bali sebagai bagian dari terapi pemulihan. โIni tidak hanya berfungsi untuk kepentingan kesehatan yang berkelas dunia, tapi sekaligus akan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan,โ kata Gubernur Koster. Ia meyakini, integrasi ini adalah mesin baru untuk memacu pertumbuhan ekonomi Bali yang sempat tiarap akibat pandemi.
Sanur, yang selama ini dikenal dengan matahari terbitnya, kini tengah bersalin rupa menjadi one stop service layanan kesehatan standar global pertama di Indonesia.
Senada dengan Gubernur Koster, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN), Christine Hutabarat, melihat proyek ini sebagai akselerator. Kehadiran fasilitas spesialis mata seperti JEC, menurut Christine, mempertegas posisi The Sanur di peta kesehatan global. โIni akan berkontribusi positif terhadap perekonomian Bali dan Nasional,โ ujarnya.
Di atas lahan Sanur itulah, harapan digantungkan: agar devisa tak lagi terbang ke negeri tetangga, melainkan berputar di rumah sendiri, berbalut layanan kesehatan dan pesona wisata Pulau Dewata (red/aa).





