๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฝ๐๐๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, ๐๐ฒ๐ป๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ – Perekonomian Bali menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 Februari 2026, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 5,82 persen secara kumulatif.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa capaian ini meningkat sebesar 0,34 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,48 persen.
“Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,82 persen ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Secara nasional, Bali menempati peringkat ke-5 tertinggi,” ujar Gubernur Koster dalam keterangan tertulis yang diterima balipustakanews.com, Minggu (8/2/2026).
Menurut Gubernur Koster, capaian indikator makro pembangunan Bali tahun 2025 menunjukkan kinerja yang sangat baik dan melampaui target. Hal ini dinilai sebagai keberhasilan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana.
Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan masyarakat juga mencatatkan perbaikan signifikan. Pendapatan per kapita masyarakat Bali pada 2025 tembus Rp 72,66 juta, naik Rp 5,34 juta dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 67,32 juta.
Kesenjangan ekonomi pun kian menyempit. Hal ini terlihat dari indeks gini rasio yang turun menjadi 0,333 dari sebelumnya 0,348 pada tahun 2024.
“Artinya pendapatan masyarakat di Bali semakin merata dan semakin baik,” kata Gubernur Koster.
๐๐ฒ๐บ๐ถ๐๐ธ๐ถ๐ป๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐๐ฟ๐ฎ๐ป ๐ง๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ก๐ฎ๐๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น
Dalam laporannya, Gubernur Koster juga menyoroti prestasi Bali dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Tingkat kemiskinan di Bali pada 2025 tercatat sebesar 3,42 persen, turun 0,38 persen dibanding tahun 2024.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) berada di angka 1,45 persen, menurun 0,34 persen dari tahun sebelumnya.
“Baik tingkat kemiskinan maupun tingkat pengangguran di Bali merupakan yang terendah secara nasional,” tegas Gubernur Koster.
Di sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali naik menjadi 79,37, menempatkan Bali di peringkat ke-5 nasional. Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Bali juga meningkat menjadi 75,46 tahun.
Gubernur Koster menambahkan, seluruh pencapaian ini membuktikan bahwa enam bidang prioritas pembangunanโmulai dari adat budaya, infrastruktur, hingga transformasi ekonomi Kerthi Baliโtelah berjalan sesuai rencana.
“Pencapaian kinerja yang sangat baik ini merupakan hasil kerja keras kolektif antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat Bali,” pungkas Gubernur Koster (red/aa).





