Balipustakanews.com, Denpasar – Sejumlah pelanggan penyedia jasa layanan internet Mitra Telemedia Manunggal (MTM) di wilayah Sanur Kauh, Denpasar Selatan, mengeluhkan terputusnya koneksi internet sejak Rabu (27/1). Gangguan ini dilaporkan terjadi mulai pukul 14.00 WITA dan belum menunjukkan tanda-tanda pulih hingga berita ini diturunkan.
Berdasarkan laporan warga, pemutusan layanan sering terjadi secara mendadak tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak provider. Kondisi ini memicu keluhan dari pengguna yang bergantung pada koneksi internet untuk aktivitas pekerjaan maupun bisnis.
Kabel Fiber Optik Putus
Pihak Customer Service (CS) MTM mengonfirmasi bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh kendala teknis pada infrastruktur jaringan mereka. Dalam keterangan resminya melalui layanan pesan singkat, MTM menyebut adanya kerusakan fisik pada jalur kabel utama.
“Berdasarkan hasil monitoring kami, Modem/Router di lokasi Bapak/Ibu terdeteksi dalam keadaan offline/mati akibat terputusnya kabel fiber optik pada jaringan luar kami,” tulis pernyataan resmi MTM kepada pelanggan.
Pihak manajemen menyatakan bahwa saat ini tim teknis tengah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan mempersiapkan proses penyambungan kembali kabel yang terdampak.
Estimasi Perbaikan Belum Pasti
Meski telah mengakui adanya gangguan, MTM belum dapat memberikan tenggat waktu yang pasti mengenai kapan layanan akan kembali normal. Hal ini menambah rasa frustrasi pelanggan yang membutuhkan kepastian untuk operasional harian.
“Mohon maaf untuk estimasi belum bisa kami pastikan karena tergantung dengan situasi dan kondisi di lapangan,” lanjut pihak CS MTM saat dikonfirmasi mengenai durasi perbaikan.
Keluhan Pelanggan
Kekecewaan pelanggan tidak hanya tertuju pada durasi gangguan, namun juga pada mekanisme komunikasi perusahaan.
Menurut beberapa pengguna, seharusnya penyedia layanan memberikan informasi proaktif jika terdapat pemeliharaan atau potensi gangguan jaringan, alih-alih memberikan penjelasan setelah layanan terputus.
Hingga saat ini, redaksi masih memantau perkembangan di lapangan terkait progres perbaikan jaringan fiber optik tersebut dan dampaknya terhadap area lain di sekitar Denpasar Selatan (red).





