• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Sunday, February 1, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home Bali

DPRD Bali Telusuri Dugaan 82 Hektare Mangrove Tahura Dikuasai KEK Kura-Kura Bali

Pansus TRAP DPRD Bali menemukan luasan lahan mangrove yang dikuasai PT BTID ternyata mencapai 82 hektare, jauh lebih besar dari isu awal 62 hektare.

reda/cy by reda/cy
January 28, 2026
in Bali, Denpasar
DPRD Bali Telusuri Dugaan 82 Hektare Mangrove Tahura Dikuasai KEK Kura-Kura Bali
Share Share Share

Balipustakanews.com, Denpasar – Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali menyoroti dugaan peralihan penguasaan lahan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai seluas 82 hektare ke pihak swasta. Lahan konservasi tersebut diduga kini berada di bawah kendali PT Bali Turtle Island Development (BTID) dalam kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.

Wakil Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. Somvir, mengungkapkan bahwa temuan luas lahan ini jauh lebih besar dari informasi yang sebelumnya beredar di masyarakat.

“Awalnya yang berkembang di publik 62 hektare. Setelah kami telusuri, luasnya mencapai 82 hektare. Ini bukan angka kecil,” ujar Somvir di Denpasar, Rabu (28/1).

ArtikelTerhubung

Buka Bulan Bahasa Bali 2026, Gubernur Koster: Aksara Bali Bukan Sekadar Fashion

Buka Bulan Bahasa Bali 2026, Gubernur Koster: Aksara Bali Bukan Sekadar Fashion

February 1, 2026
Resmi Turun, Harga Pertamax Kini Rp 11.800 per Liter Mulai 1 Februari 2026

Resmi Turun, Harga Pertamax Kini Rp 11.800 per Liter Mulai 1 Februari 2026

February 1, 2026

Peralihan ini memicu kekhawatiran mengingat Tahura Ngurah Rai selama puluhan tahun berfungsi sebagai benteng alami Bali terhadap abrasi, gelombang laut, dan krisis iklim.

Desakan Transparansi Izin

Guru Besar Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., mendesak pemerintah dan pengembang untuk membuka data perizinan secara transparan.

Ia mempertanyakan dasar hukum yang digunakan untuk mengambil alih kawasan lindung tersebut.

“Kalau ini benar, izinnya dari mana? Ini harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai kawasan lindung diambil tanpa transparansi,” tegas Rumawan.

Ia juga memperingatkan agar keberadaan KEK tidak menciptakan preseden buruk seolah ada “negara di balik negara” yang kewenangannya tidak dipahami publik.

Rumawan menilai, jika proyek ini semata-mata untuk ekonomi, seharusnya Bali yang menjadi pengelola utama agar tidak hanya menanggung dampak lingkungan.

“Tolong diumumkan secara jelas ke masyarakat, apa itu KEK, bagaimana kewenangannya, siapa yang mengatur,” tambahnya.

Logika Ekologis Dipertanyakan

Dalam penelusuran Pansus, terungkap adanya skema penggantian lahan mangrove Tahura yang hilang dengan program reboisasi di wilayah Karangasem dan Jembrana. Fakta ini menuai kritik tajam dari Wakil Ketua Pansus TRAP, Agung Bagus Tri Candra Arka alias Gung Cok.

Menurut Gung Cok, secara logika ekologis, fungsi mangrove pesisir di Bali Selatan tidak bisa disubstitusi dengan penghijauan di kabupaten lain yang karakteristik alamnya berbeda.

“Mangrove pesisir tidak bisa disubstitusi dengan reboisasi di daerah lain. Fungsi ekologinya berbeda total. Ini harus dijelaskan ke publik. Kalau memang ada kesepakatan seperti itu, dasar hukumnya apa dan siapa yang menyetujuinya?” ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali tersebut.

Gung Cok mengingatkan bahwa hilangnya 82 hektare mangrove berarti meruntuhkan sistem pertahanan alami Bali. Dampak kerusakan seperti abrasi dan banjir rob diprediksi akan dirasakan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

Selain isu lahan, Pansus TRAP juga tengah menelisik rencana pembangunan marina di kawasan BTID yang bersinggungan dengan wilayah laut hingga 12 mil, yang notabene merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Bali.

“Kami akan cek, kewenangan izinnya di mana. Kalau di Pemprov Bali, sejauh mana izin itu diberikan dan atas dasar apa,” pungkas Somvir (red).

Tags: AbrasiAlih Fungsi LahanBerita BaliDPRD BaliHutan Mangrove BaliInvestasi BaliKEK Kura-Kura BaliKonservasi AlamLingkungan HidupPansus TRAPPT BTIDTahura Ngurah Rai
ShareSendTweet
Next Post
Internet MTM di Sanur Kauh Mati Total, Pelanggan Sesalkan Minimnya Informasi

Internet MTM di Sanur Kauh Mati Total, Pelanggan Sesalkan Minimnya Informasi

Buka Bulan Bahasa Bali 2026, Gubernur Koster: Aksara Bali Bukan Sekadar Fashion
Bali

Buka Bulan Bahasa Bali 2026, Gubernur Koster: Aksara Bali Bukan Sekadar Fashion

by reda/cy
February 1, 2026
0

Balipustakanews.com, Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster resmi membuka perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman...

Read more
Resmi Turun, Harga Pertamax Kini Rp 11.800 per Liter Mulai 1 Februari 2026
Bali

Resmi Turun, Harga Pertamax Kini Rp 11.800 per Liter Mulai 1 Februari 2026

February 1, 2026
Gubernur Koster: Tri Hita Karana Syarat Mutlak Operasi Aplikasi Transportasi di Bali
Bali

Gubernur Koster: Tri Hita Karana Syarat Mutlak Operasi Aplikasi Transportasi di Bali

February 1, 2026
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Buka Bulan Bahasa Bali 2026, Gubernur Koster: Aksara Bali Bukan Sekadar Fashion

Buka Bulan Bahasa Bali 2026, Gubernur Koster: Aksara Bali Bukan Sekadar Fashion

February 1, 2026
Resmi Turun, Harga Pertamax Kini Rp 11.800 per Liter Mulai 1 Februari 2026

Resmi Turun, Harga Pertamax Kini Rp 11.800 per Liter Mulai 1 Februari 2026

February 1, 2026
Gubernur Koster: Tri Hita Karana Syarat Mutlak Operasi Aplikasi Transportasi di Bali

Gubernur Koster: Tri Hita Karana Syarat Mutlak Operasi Aplikasi Transportasi di Bali

February 1, 2026
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya