Balipustakanews.com, Denpasar – PT PLN (Persero) menyatakan komitmen penuh mendukung visi Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan ekosistem pariwisata hijau berbasis kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Dukungan ini diwujudkan melalui penguatan infrastruktur pengisian daya yang terintegrasi secara digital demi kenyamanan pengguna.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto mengungkapkan, tren adopsi kendaraan listrik terus menunjukkan grafik positif. Di Bali sendiri, pola konsumsi energi kendaraan listrik menunjukkan kecenderungan menarik, di mana mayoritas pengguna lebih memilih melakukan pengisian daya di rumah (home charging) ketimbang di tempat umum.
Berdasarkan data PLN, konsumsi energi EV di Provinsi Bali didominasi oleh home charger sebesar 55 persen atau setara 2,24 GWh. Sementara itu, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menyumbang 45 persen atau sekitar 1,82 GWh.
“Pola ini menunjukkan Home Charger menjadi pilihan utama untuk kebutuhan harian, sementara SPKLU berperan strategis dalam mendukung mobilitas dan pariwisata. Keseimbangan pengembangan keduanya menjadi kunci keberlanjutan ekosistem EV di Bali,” ujar Adi di Denpasar, Sabtu (24/1).
Adi menjelaskan, seiring dengan meningkatnya jumlah mobil listrik di Bali, PLN terus memperkuat keberadaan SPKLU sebagai tulang punggung (backbone) pengisian daya, khususnya di destinasi wisata dan koridor perjalanan jarak jauh. Hal ini krusial mengingat karakter Bali sebagai wilayah pariwisata dengan mobilitas tinggi.
Permudah Pengguna Lewat Aplikasi
Guna mendorong percepatan ekosistem ini, PLN telah memasukkan perencanaan infrastruktur EV ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Adi memastikan suplai listrik yang andal untuk mendukung aktivitas bisnis hingga rumah tangga.
Selain infrastruktur fisik, PLN juga memanjakan pengguna EV lewat inovasi digital di aplikasi PLN Mobile. Adi memaparkan fitur Trip Planner yang memudahkan pengguna mencari lokasi SPKLU, serta fitur AntreEV yang memungkinkan pemesanan antrean pengisian daya secara transparan.
“PLN mempermudah pengguna EV melalui berbagai layanan di PLN Mobile. Kami juga menyediakan Hotline Layanan SPKLU 24/7 guna mendukung kenyamanan pengguna kendaraan listrik,” jelasnya.
Untuk menarik minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik, PLN juga menggelontorkan berbagai program diskon, baik untuk layanan Home Charging Services maupun bagi penyedia infrastruktur pengisian daya swasta.
Menurut Adi, kendaraan listrik menawarkan efisiensi tinggi dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Selain biaya energi yang lebih murah, pengguna juga diuntungkan dengan perawatan mesin yang minim, pengalaman berkendara yang senyap, serta akselerasi instan tanpa emisi karbon.
“Jumlah mobil listrik rata-rata tumbuh 2,5 kali tiap tahunnya dalam 3 tahun terakhir, di mana hingga tahun 2025 jumlahnya mencapai 175 ribu unit. Ini didorong oleh insentif pemerintah serta harga kendaraan yang semakin kompetitif,” pungkasnya (red).





