Balipustakanews.com, Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali terus memacu percepatan penggunaan kendaraan listrik (Electric Vehicle / EV) di sejumlah destinasi wisata unggulan. Langkah ini diambil untuk mendukung transisi energi bersih sekaligus mengukuhkan posisi Bali sebagai pelopor ekonomi hijau di Indonesia.
Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan, lima kawasan yang dibidik sebagai lokasi awal penerapan zonasi kendaraan listrik meliputi Ubud, Sanur, Kuta, Nusa Dua, dan Nusa Penida. Khusus untuk Nusa Penida, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pulau ramah lingkungan atau Green Island.
“Ini bisa kita gerakkan dan dorong. Bisa kita mulai dari zonasi kendaraan listrik awal di Ubud, Sanur, Kuta, Nusa Dua dan Nusa Penida. Bupati Klungkung sudah siap dan mendukung rencana kebijakan ini,” kata Gubernur Koster usai rapat koordinasi dengan PT PLN (Persero) di Rumah Jabatan Gubernur, Jayasabha, Denpasar, Sabtu (24/1).
Rencana strategis ini sebenarnya telah dirancang sejak lama sebagai implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Namun, eksekusinya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 yang menghantam sektor ekonomi Bali. Kini, seiring membaiknya perekonomian masyarakat, Gubernur Koster menilai momentum transisi ke kendaraan berbasis baterai sudah tepat untuk digenjot kembali.
𝗛𝗲𝗺𝗮𝘁 𝗕𝗶𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗵 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻
Dalam pertemuan yang dihadiri Direktur Retail dan Niaga PT PLN Adi Priyanto tersebut, Gubernur Koster menekankan bahwa penggunaan EV menawarkan efisiensi tinggi bagi masyarakat. Selain bebas polusi suara dan asap, biaya operasional kendaraan listrik dinilai jauh lebih ringan dibandingkan kendaraan konvensional.
“Dengan menggunakan kendaraan listrik, masyarakat akan lebih hemat dan efisien. Tidak perlu beli bensin, tidak perlu ganti oli, servisnya juga lebih ringan,” ujarnya.
Guna memuluskan transisi ini, Pemprov Bali mendorong PLN dan pemangku kepentingan terkait untuk memperbanyak infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Gubernur Koster juga meminta agar kampanye penggunaan kendaraan listrik digencarkan dengan melibatkan komunitas masyarakat dan pelaku usaha.
Ia berharap ada berbagai gelaran (event) promosi yang melibatkan pemerintah dan swasta untuk mengedukasi publik mengenai manfaat ekosistem e-mobility bagi pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan (red).





